Showing posts with label OneDayOnePost. Show all posts
Showing posts with label OneDayOnePost. Show all posts

Apr 25, 2017

Pesona Pantai Ngrenehan, Gunung Kidul

Pantai Ngrenehan merupakan pantai nelayan. Terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari kurang lebih 30 km di sebelah selatan kota Wonosari. Suatu pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau dengan deburan ombak menerpa pasir putih. Para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh- oleh. *ini kata mbah wikipedia.

Untuk tiba di lokasi cukup hidupkan GPS, kemudian hindari wilayah kota karena jalanan akan sangat ramai apalagi saat holiday. Ikuti petunjuk, taraa.. semoga selamat sampai tujuan.

Beberapa kilometer menuju lokasi kejadian, maksud saya menuju pantai, jalanan lumayan mulus tapi cukup sempit. Saat berpapasan dengan pengendara lain apalagi beroda 4 kudu memperlambat kecepatan. Bahkan ketika pulang, ada bus yang tergelincir, padahal kondisi dalam keadaan kering.
Pantai ini tidak terlalu ramai, juga tidak terlalu besar. Dari bibir pantai, kita akan disuguhi perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. 

Pemandangannya sangat indah dan rekomendasi banget untuk wisatawan yang ingin menikmati hidangan laut murah meriah sampai kenyang. Kalau beruntung bisa ikut pelelangan ikan.
Penduduk sangat ramah. Mata pencaharian mereka selain sebagai nelayan dan berjualan ikan, tentu memanfaatkan kunjungan para traveler. 

Mereka menyewakan pelampung (Rp 10 ribu), tikar (Rp 15rb) dan petualangan ombak aka perahu bermesin yang di patok sekitar Rp 200rb untuk 12 penumpang. sensasi makan ikan segar dengan harga bersahabat tentu tak kalah memesona. 1kg ikan cakalang dihargai sekitar Rp 30rb. Rasanya sungguh nikmat dan lezaaaatttt... kamu kudu coba. 

Mar 13, 2017

Kunjungan Sang Raja

Dalam beberapa hari belakangan ini media sedang gencar memberitakan perihal Raja Salman dari Saudi Arabia yang akan bertandang ke Indonesia. Selain untuk hubungan Diplomatik antar negara, mereka juga akan berlibur ke Bali.

Yang lebih heboh tentu rombongan yang akam beliau bawa, tindak tanggung-tanggung 1500 orang  dan 25 PANGERAN. Hayolahh.... jujur saja, kalau berita special diantara special tersebut di atas tentu mengenai pangeran-pangeran ini. Iyakan...kannn..?

Saudi Arabia seakan mewakili simbol, Negeri Islam yang taat, kaya raya, dan penduduknya yang teramat cantik dan guaantengggg. Apalagi kalau di tambah keturunan raja, siapapun sudah senormal-normalnya pasti berdecak kagum. Walau.. tentu saja, mereka juga manusia biasa, yang ngga luput dari kata hilaf, hanya saja tentu semua itu seakan tertutupi oleh semua yang melekat pada diri mereka. Atau kita yang terlalu fokus pada kesempurnaannya.

Lebih jauh saya tidak akan membahas tentang kesempurnaan sang pangeran tapi lebih....

Mari lihat sambutan bangsa kita untuk mereka. Special dan teramat sangat special. Rasa-rasanya baru kali ini aku melihat sambutan yang sungguh luar biasa. Di tambah animo masyarakat seolah ikut tak terbendung. Percayalah walau hanya bisa melihat hidung mereka yang super mancung itu saja, rasanya sudah sangat gembira.

Back to topic...

Dengan latar belakang seperti itu, mereka memang pantas mendapatkannya. Jadi kepikiran, Bagaimana ya Allah beserta malaikat-malaikatnya saat menyambut hamba-hamba yang dia sayangin, yang semasa hidup rela bersusah payah sampai berdarah-darah untuk tetap berada di jalan-Nya. Bukankah apa yang kita lihat barusan hanyalah sepermili atau mungkin lebih kecil lagi dengan apa yang  Dia sediakan.

Duhai anak-anakku, permata hati belahan kasih sayang, semoga kelak kalian pangeran-pangeran itu menanti mama dan papamu dengan sambutan-sambutan indahmu di pintu Surga.

note: Tulisan tersebut di atas di buat sehari sebelum rombongan Raja Salman bertandang ke Jakarta dan diselesaikan setelah beliau pulang untuk melanjutkan dinas ke Jepang :D

Saat Bocah Mengamuk Minta Mainan

Hal yang lumrah apabila bocah-bocah menggunakan senjata andalannya saat menginginkan sesuatu agar terpenuhi. Rasa-rasanya setiap orang tua pernah mengalami ini semua.

Tahapannya, dari menggeret tangan ayah/ibu ke tempat yang di maksud. Kemudian meminta baik-baik dengan rengekan mancjah. Apabila tidak berhasil mulai melipat bibir dengan embun menghiasi kelopak mata. Nada suara semakin kencang sekitar 3 okav. Naikin lagi volomenya sampai 35 (coba liat chanel volome tivi). Kakinya mulai menghentak-hentak. Selanjutnya berteriak, mengamuk, kemudian  bergulig-guling di lantai.

Tentu saja tidak semua anak seperti ini. Ada yang cuman ngambek bentar atau nangis sesaat. Masih banyak kok yang kalem, terus di bilangin baik-baik dia nurut. Tapi tunggu sebentar, coba tanya ortu/pengasuhnya sebelum-sebelumnya gimana? He he he .... bisa saja mereka telah melewati masa itu.

Kebetulan dua bocah saya pernah sampai pada tahap yang berguling-guling (eh yg bungsu ngha pernah dink) dan ngga mau pulang. Jangan tanya bagaimana bentuk muka saya/kami saat pandangan orang-orang saat itu terjadi. Tapi saya selalu berpegang teguh, tidak ada hal apapun yang diturutin kalau menangis.

Bahkan kalau ingin berbicarapun anak-anak biasanya saya suruh nyelesaikan tangisannya baru ngomong. Karena saat menangis hanya membuat semuanya bertambah runyam. Dan juga menuruti keinginan anak saat menangis akan menjadi senjata yang ampuh bagi mereka di kemudian hari, owh... ini sangat berbahaya pemirsah.

Ini yang biasa saya lakukan saat terjadi semisal belum saatnya saya membelikannya mainan.
*Meminta maaf dan memberikan alasan logis kenapa mainan tersebut tidak dibeli. Sebisa mungkin tidak membohongi anak-anak apalagi membodohi mereka  dengan kata-kata yang aneh dan tidak masuk akal, contohnya mainan tersebut tidak di jual.

Saya lebih suka memakai kata semisal karena baru saja membeli mainan, kita bisa membikinnya sendiri, bisa juga harga mainan yang terlalu mahal atau memang kita belum ada dana lebih (paling ngga demen bilang ngga ada uang, karena takut jadi kenyataan hahahhaa). Berhubung mainan bukan kebutuhan pokok jadi hanya sebagai sarana hiburan.

Kalau memang mainan tersebut ada kemungkinan untuk terbeli saya akan bilang "nanti ya, kalau dedek berkelakuan baik dan mama sudah ada uang lebih mama akan belilan."

*Kalau sudah tahap mengamuk, biasanya langsung saya gendong dan bawa pulang tanpa bersuara apapun.

*Kalau dia meronta teramat sangat, saya gendongnya ngga kalah erattt.. eratttt sekali pokoknya.

Sejak usia 6 tahun si sulung sudah tidak pernah mengamuk sampai jungkir balik, paling banter biasanya pasang muka sedih atau sejam sekali nanyain ke mamaknya kapan itu mainan di beli.

Setiap kali ngungkit-ngungkit pengen beli biasanya mamaknya selalu nyisipin "anak cerdas bikin mainannya sendiri." Horayyy...

Mar 7, 2017

Mesranya Si Bungsu

Inilah beberapa polah dan celoteh si bungsu. Cara dia mengungkapkan perasaannya. Bisa dibilang, dia termasuk sosok yang lebih open walau kadang susah menjelaskan. Seperti bentuk perhatian dan sayangnya kepada mamaknya.

Alfie : Mama ... aku minta dipangku.
Me: Duduk sendiri dulu ya, kan udah agak besar.
Alfie: Aku kedinginan, Ma. Mau dipeluk

Dikesempatan lain. Dia mencabut colokan charge hape yang sedang saya pakai dan kebetulan saat itu juga masih asik asik megang hape. Terus dia berceloteh, "Mama ngga boleh main hape kan lagi di charge."

"Eh iya maaf, Mama lupa." Terus iseng-iseng saya tanyain. "Memang kenapa kalau main hape sambil di charge?"

"Nanti meledak," jawabnya polos.

"Memang kalau meledak, kenapa?"

"Nanti mama ngga ada lagi," sambil melingkarkan kedia tangan memeluk mamaknya.

Si Sulung langsung menyaut, "kalau meledak tangan mama yang ancur, Dek." Aduhh ini seremmm banget.
Terus si bungsu jawab lagi, "Dedek ngga mau tangan mama meledak."

Aihh.. ini pembicaraan mesra apa horor sih jadinya -_-

Mar 1, 2017

Obat Alami Untuk Flu

Saya termasuk yang malas kalau disuruh minum obat, apalagi kalau tahapnya udah biasa. Iya, flu kan biasa banget ya? Asal ngga pakai embel-embel burung, sapi, kerbau, onta dan lain sebagainya. Karena menurut catatan pribadi yang sebenarnya ngga saya catet juga. Flu ngga bisa disembuhkan, itu virus cumam bisa di lumpuhkan, dininabobokan.

Sewaktu-waktu akan bangun lagi. Tugas dan kewajiban kita sebagai makhluk Tuhan yang disayang *insya Allah, aammiinn* adalah meninabobokan virus itu agar jangan bangun-bangun.. sukur-sukur untuk selamanya.

Biasanya Flu awal musawalnya ditandai dengan kerongkongan kering, seret nelan ludah. Nah pada masa ini saya akan minum air hangat sebanyak-banyaknya., sangat banyak malah. Jedanya bisa setengah sampai satu jam saya akan minum air satu gelas. Kebayangkan berapa kali ke kamar kecil. Ngga papa, ini salah satu perjuangan saya meninabobokan itu virus.

Owiyah saya juga punya kebiasaan minum jeruk nipis hangat di pagi hari.
Tahap selanjutnya biasanya, kepala terasa berat. Nah, saatnya mengurangi aktivitas berlebih. Selama tidak urgent banget sebaiknya di tunda dulu. Cucian bisa masuk londrey. Menu juga bisa pake touch screen untuk sementara, atau panggil catering langganan yang murah meriah dan tepercaya, eaaaa.. :P

Selanjutnya lagi, badan sedikit meriang. Saatnya istirahat yang sangat cukup. Makan-makanan bergizi, minum-minuman yang bikin badan hangat. Kalau ada dana tambahan bolehlah beli vitamin, tapi lebih baim lagi buah-buahan yang alami.

Pokoknya flu itu obatnya cuman satu, makan minun yang banyak dan bergizi, istirahat, makan dan minum lagi, terus istirahat lagi, gitu aja terus sampai bugar.*ehkayanya lbh dari satu*

Kalau udah ingusan, makan makanan yg berkuah plus super pedass.
Kalau keluar usahain pake masker, supaya flu ngga tambah parah dan orang juga ngga ketularan.

Nah demikian sekilas info dari saya... happy writting guyss.... hahahhaha *tulisan rada maksa :D

Oct 7, 2016

Ada Apa Dengan Sepeda

Walau bukan pengguna sepeda aktif, ada saat tertentu saya sedang senang bersepeda. Maka, nyaris kemana-mana menggunakan sepeda. Berbelanja, mengantar anak sekolah, atau sekedar ke belakang rumah. Uniknya, anak-anak lebih bahagia di antar pakai sepeda di bandingkan motor. Kalau salah satu di antar pake sepeda, pasti satunya lagi bertagih manja minta di anter dengan menggunakan alat transportasi yang sama.

Untuk si bungsu, masih bisa melaju dengan sumringah sambil berdendang ria, apalagi jalan yang di tempuh di tumbuhin puhon-pohon yang rindang, ternak sapi dan domba, juga hamparan kebun.

Giliran si sulung, saya harus mengeluarkan tenaga ekstra. Selain bobot tubuhnya yang tentu jauh lebih berat dari sang adik, belum lagi isi tasnya nyaingin berat belanjaan emaknya ke pasar, jalan yang di tempuh penuh dengan polusi dan hambatan. beruntungnya di daerah tertentu saya bisa ngeluyur karna jalanan  menurun, tapiiii....itu berarti pulangnya kembali melewati jalan yang menanjak, dan ngos-ngosanlah saya.

Demi melihat kecerian di wajah para bocah, tak apalah. Mungkin ini akan jadi salah satu moment terindah buat kami kelak.

Ketika saya berpapasan dengan kerabat, kenalan, atau di tempat parkiran, tidak jarang mereka bertanya "tumben naek sepeda?" Atau "motornya kemana?" Atau lagi " kok sepedaan mba?" Pertanyaan-pertanyaan seperti ini seolah-olah saya sedang menaiki alat transportasi terunik sedunia, hahaha..saya hanya bisa menjawab "sekalian olah raga"

Yup, selain senang bersepeda tujuan saya adalah mengolah ragakan badan, karna semenjak menikah rasanya olah raga saya tambah minim, apalagi ada bocah-bocah, jadi saya harus kreatif sedikit memilih olah raga yang sekiranya efisien dan menyenangkan. Sedangkan tujuan tersembunyi lainnya adalah salah satu upaya dalam penghematan pen geluaran anggaran rumah tangga, sekian dan terimakasih.

#OneDayOnePost

Oct 6, 2016

Persahabatan Putih Abu-abu


Seorang teman menanyakan nomer WA. Tidak berapa saat kemudian bergabunglah aku bersama teman-teman SMU. Deretan nomer asing dengan profil poto yang masih aku kenali, dan beberapa lagi buram karena tidak sedikit dari mereka memasang gambar bocah ataupun masih berupa angka-angka.

Senyum simpul tersungging saat melihat poto-poto kelulusan yang terpajang. Memang aku tidak terlihat di sana, atau mungkin masih terselip entah di mana. Tapi suasana itu seakan jelas mengalun syahdu di pelupuk mata, memutar dan membawaku ke masa silam. Suasana belasan tahun yang telah lalu, saat kami bersegera melepaskan seragam putih abu-abu. Aroma pilox, panggung, keceriaan dan tawa renyah teman-teman.

Kami masih unyu, sedikit nakal dan bebal. Tinggal di sebuah kota kecil yang masih jarang terjamah dengan peradaban.

Masa-masa puncak remaja dengan segala tingkat energi dan kegalauannya. Masa yang konon katanya sangat indah, detik-detik menuju kehidupan ke tingkat yang lebih dewasa.

Terimakasih kawan. Kalian pernah mewarnai masa-masa itu, sebagai bagian dalam perjalanan hidupku. Mungkin aku bukanlah siapa-siapa, hanya gadis pemalu yang kadang masih susah berkawan. Atau mungkin gadis membosankan yang tak tau aturan. Ataukan sosok yang menyebalkan? Entahlah, makhluk seperti apa aku dulu di mata kalian. Satu yang pasti, kalian sungguh luar biasa dan sangat berarti. Terimakasih atas persahabatan yang pernah terjalin, hingga kini dan nanti.

#OneDayOnePost

Catt: poto di ambil dari screenshoot group

Oct 5, 2016

Sepeda untuk Alfie




"Mama punya sepeda, papa punya sepeda, aa punya sepeda, dede ngga punya, huwaaaaaaa...." bersedu sedanlah dia meratapi ketiadaanya memiliki sepeda.

Rapa telah berganti sepeda dengan ukuran yang lebih tinggi. Sedangkan sepeda bekasnya sebenarnya masih layak dipergunakan kalau saja kami perbaiki. Pikirku, ini sepeda bekas di beli seharga kurang lebih Rp200ribu dulunya. Di hitung-hitung ongkos buat benarin seperti ganti ban dalam, ban luar plus ganti rantai, roda tambahan, belum lagi service kayanya bakalan nyaingin harga aslinya. Padahal kalau beli yang baru Rp400rb dah dapet tuh.. jadilah antara membenahin sepeda lama atau beli yang baru masih tarik ulur.

Di beberapa kesempatan tertentu Alfie pasti menghubung-hubungkan tentang ketiadaannya memiliki sepeda. Semisal saat aku berceloteh "mainanmu kan udah banyak, Fie. Itu aja kadang susah beresinnya" maka jurus andalannya akan keluar "tapi aku tidak punya sepedaaaa" maka, skak matilah saya.

Hingga pada suatu ketika, Alfie demam. Beberapa hari tidak masuk sekolah dan kurang bersemangat. Maka akupun menjanjikan dia nanti kalau sudah sehat bakalan beli sepeda baru. Saat  dia benar-benar sehat, aku ingin menunaikan janjiku itu. Tapi mas Kukuh kurang berkenan, mengingat Alfie masih terlalu kecil untuk menaiki sepeda. Dulu Rafa kami belikan sepeda saat berusia 6 tahun, dan tentu saja karna Rafa termasuk anak yang begitu lincah dan aktif, sedangkan Alfie belum terlihat se energic Rafa. Setelah negosiasi alot dan pertimbangan siapa yang bakal stand by saat si bocah sepedaan, ijinpun turun. Siapakah orang yang bakal stand by always di sisinya itu selama dalam pelajaran? Siapa lagi kalau bukan  emaknya.

Namun, ketika semua ijin telah di peroleh, belum juga terlaksana membelikan sepeda karna mas kukuh sedang nggak enak badan, lemes, meringkil-meringkil, masuk angin dan pilek. Beberapa hari kemudian Alfie tertular, badannya kembali hangat.

Hari minggu kemarin tepatnya acara keluarga, arisan. Mulanya aku setengah hati untuk mengajak Alfie turut serta, tapi mengingat jaraknya masih di wilayah Solo dan kebetulan yang ketempatan adalah kami rasanya kurang nyaman juga kalau tidak hadir. Pikirku biar Alfie sedikit mendapat udara segar, nanti di acara biar duduk anteng saja.

Pulang acara langsung lewat toko sepeda. Sayang banyak toko yang tutup. Ada yang buka tapi harganya tak kira-kira mahalnya. Kami memiliki toko langganan sepeda yang tidak usah pakai tawar menawar lagi. Akhirnya aku bujuk Alfie untuk bersabar sampai ke esokan harinya.


Hari senin, seperti waktu yang cukup panjang baginya. Jemput Rafa pulang, rombongan langsung meluncur. Sepeda kecil untuk ananda Alfie tersayang telah nangkring di rumah dengan selamat.

#OneDayOnePost

Oct 4, 2016

Pertolongan pertama pada luka knalpot

Sekitar sebulanan yang lalu mungkin menjadi hari yang menyedihkan buat kami sebagai orang tua, trutama yang di rasakan ananda Alfie. Anak umur 5 tahun tersebut mengalami luka bakar di kakinya akibat terkena knalpot yang masih menyala.

Hari jumat Alfie dan Rafa pulang di jam yang sama  dengan lokasi yang terpisah. Pada saat tertentu memang masih bisa salah satu diantara mereka untuk menunggu, karna jaraknya sebenarnya tidaklah terlalu jauh.

Berhubung saat kejadian kami sedang sama-sama longgar, jadilah berbagi anak. Aku jemput Rafa sedangkan papanya jemput Alfie. Mas Kukuh datang lebih awal beberapa detik sebelum aku tiba di rumah. Alfie menangis sangat kencang.

Mas kukuh memakai sepeda motor pinjeman model cowok  yang notaben tanpa pengaman knalpot, tidak seperti sepeda motor pribadi yang aku pakai, motor mstic dengan pelapis knalpot. Alfie buru-buru turun sesaat tiba di halaman, dia ingin segera memperlihatkan hasil karya yang baru dibikin waktu di sekolahan. Sebuah es krem mainan. Walau memakai celana panjang, saat turun kakinya tersingkap dan tepat mengenai kaki belakang kanannya.

Bukan lagi melepuh seperti saat kita tersiram air panas ataupun memegang benda yang membuat kulit kita melepuh. Tapi, kulitnya langsung terkelupas dan memperlihatkan bagian daging berwarna putih seukuran telapak bayi.

Jangan di bayangkan perasaan ibunya saat itu, perih.. sakit. Orang dewasa saja mungkin akan mengerang nyeri. Ya Allah.., aku tak tau lagi apa yang harus ku perbuat untuk meredam sakitnya selain memeluk dan berusaha menenangkannya. Alfie, terus menjerit kesakitan.

Mas kukuh segera membeli perlegkapan perawatan di apotik. Pelajaran, sedialah selalu P3K di rumah terutama untuk luka bakar. Walau telah memiliki beberapa perlengkapan, tapi ternyata sudah lama tidak di periksa selain isinya obat-obatan.

Pertama,  di sisi sisi luka (tidak termasuk bagian daging yg terlihat) dibersihkan dengan menggunakan cairan anti septik. Memberi obat merah, beberapa saat kemudian mengoleskan di permukaan luka dengan salep Bioplacenton. Luka di tutup menggunakan kain kasa yang pori-porinya lebih rapat, dan memperbannya dengan kasa berpori besar.

sekitar 3 hari pertama perban  selalu di ganti. Kain akan menempel di bagian luka, untuk memudahkannya pelepasan perban, kaki si anak harus di guyur menggunakan air hangat. Saat itu aku pura-pura aja mandiin, soalnya kalau keliatan mengguyur langsung bagian luka, Alfie pasti berontak. Jadi saat-saat terakhir, bersiap-siap dengan air hangat yang telah di kasih cairan antiseptik, kemudian di guyurin, byurrr.... dan menangislah dia histeris "mamaaaaa!!!!" Maafkan mama sayang...

4 hari berikutnya, perban di ganti setiap 2 hari. 2 minggu kemudian luka mulai di angin-anginkan agar cepat kering. Sekitar 3 mingguan kalau tidak salah ingat, alhamdulillah.. luka benar-benar kering. Sempat terkena infeksi, menggelembung berisi cairan karna tanpa sengaja di garuk si anak.

Luka di kaki Alfie mungkin membekas dan berangsur-angsur pudar. Tapi luka di hati mamanya.. sampai saat ini masih sangat terasa :(

#OneDayOnePost

Oct 3, 2016

Perpustakaan di daerah Solo dan sekitarnya

Mari berkenalan dengan dua perpustakaan di daerah Solo dan sekitarnya yang biasa kami kunjungi. Ke dua tempat ini memiliki keunggulan sendiri sendiri.

1. Perpustakaan Daerah
Terletak di Jl. Hasanudin No. 112 Surakarta

Telephone: (0271) 734337.

*Buka setiap hari, namun saat weekend sepertinya hanya dari jam 8 sampai jam 4 sore. Jam kerja sampai pukul 19.00

*Satu kartu anggota bisa meminjam buku sebanyak 2 buah dengan jangka waktu 14 hari dan dapat di perpanjang sebanyak 14 hari lagi dengan konfirmasi terlebih dahulu.

*Menyediakan ruangan privasi, area yang cukup luas, fasilitas komputer, juga area lesehan baca.

* koleksi buku cukup banyak dan lengkap tapi sepertinya belum terlalu update. Buku-buku keluaran baru masih jarang di temukan.

2. Perpustakaan Ganesa
Terletak di Jl. Raya Songgo Langit No.30, Gentan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57194.

Buka setiap hari dari jam 9 sampai jam 5 sore.

Ciani Limaran, adalah pelapor perpustakaan ini hingga masuk ke otak saya hahhaha..btw, matur tengkyuh very much cah ayu..

Ini perpustakaan yang hommy en friendly banget. Koleksi bukunya begitu lengkap dan terlihat sangat terawat walau kadang masih di temukan beberapa tambalan, khususnya buku anak-anak. Cukup dimaklumin.

Ruangan terpisah untuk bacaan anak-anak dan dewasa. Bergelar karpet hingga memudahkan selonjoran dan leyeh-leyeh menikmati buku. Di sediain pula bantalan dengan ruangan sejuk.

Satu kartu bisa untuk 4 buah buku dengan jangka waktu selama 10 hari dan dapat diperpanjang lagi selama 10 hari kedepan dengan catatan bukan buku keluaran teranyar.

Cukup jauh memang jaraknya dari rumah, tapiii.. demi mendapatkan buku yang berkualitas dan murah meriah, jarakpun bukan lagi masalah.

Di perpustakaan ini juga saat tertentu mengadakan event, telling story, kursus bahasa inggris, dan kreativitas lainnya.

****

Karena kedua perpustakaan ini, budged pengeluaran rumah tangga kami jadi lebih terselamatkan. Merdekaaa...

#OneDayOnePost

Oct 2, 2016

Me and Baking Soda

Sudah berbulan-bulan belakangan ini saya rutin menggunakan produk baking soda. Murah meriah dan sangat bermanfaat. Baik untuk kesehatan dan salah satu campuran untuk bersihin perkakas dapur.

Inilah beberapa di antaranya:
1. Menambahkan sedikit soda kue ke dalam rebusan sayur agar warna hijaunya tetap terjaga.
2. Menambahkan ke adonan gorengan biar lebih renyah.
3. Menambahkan ke minuman kopi untuk mengurangi asam lambung.
4. Membersihkan kompor.
5. Sebagai scrub wajah, karna saya jarang menggunakan make up jadi hanya cukup menggosok lembut ke kulit wajah, bersihkan. Hasilnya, kulit muka lebih lembut, bersih dan tidak kering. Sehari 1x. Udah berbulan-bulan pula ngga pernah beli sabun cuci muka lagi.
6. Campuran lulur badan.
8. Campuran shampo ataupun conditioner saat makai *kalau rajin*. Hasilnya, Kulit kepala lebih bersih dan sehat.
9. Obat kumur.
10. Bisa di campur ke pasta gigi, atau pure soda kue *hanya sesekali, kurang rajin kalau ini*
11. Pengganti cairan antiseptik buat campuran air di bak mandi anak-anak saat tertentu.
12. Mencerahkan area lipatan badan.

Menurut pengamatan saya yang abal-abal, ada dua macam soda kue di pasaran. Pertama versi curah alias yang bisa di beli dengan kiloan dan yang kedua versi sachet berukuran 1 ons. Sedangkan yang bermerk ngga pernah beli, terlalu mahal buat di pakai sehari-hari bagi saya.

Nah setelah di uji coba, saya lebih suka dengan soda kue sachet an ini dengan gambar bunga berwarna hijau atau merah. Produknya memang sedikit kasar seperti scrub dan tidak panas. Sedangkan yang curah terlalu lembut dan sedikit panas saat menyentuh kulit.

Pernah juga beberapa kali kutemuman soda yang keruh. Jadi menurut saya *masih versi abal-abal* soda kue yang bagus buat kulit adalah saat bercampur air, air tersebut masih terlihat jernih dan tidak keruh sama sekali.

Harga soda kue ini di pasaran Solo berkisar Rp1300 - 1500/setengah ons. Sedangkan versi curah Rp4000/seperempat kg.

#OneDayOnePost

Oct 1, 2016

Menumbuhkan minat baca sejak dini

Saya bukan dari keluarga hobi baca. Sejak kecil buku termasuk barang langka, ketersediaannya berada di urutan kesekian setelah urusan pangan sandang papan terpenuhi. Buku yang saya kenal adalah buku pelajaran. Bacaan fiksi penggugah selera adalah majalah bobo, di sewakan oleh teman sebesar Rp 25. Dan inipun saya tak bisa membawanya pulang, karna hanya bisa numpang baca kepada temannya teman yang menyewakan.

Waktu terus berlalu. Saya mulai memahami betapa pentignya membaca. Membaca buku sama dengan mengambil intisari kehidupan seseorang ataupun alam yang telah tersaring dengan sedemian rupa, di bingkai dengan sangat indah hingga berbentuk buku. Saya tidak mau anak-anak mengalami keterlambatan tertarik dengan dunia perbukuan seperti hal orang tuanya di masa silam.

Ketika Rafa lahir  saya mulai mencari-cari buku dongeng. Membacakannya di sela-sela kegiatan terutama pas tidur. Mengajak ke toko-toko buku, pasar loak yang menjual buku bekas, menyediakan buku-buku yang bermanfaat dengan sampul dan gambar yang ceria. Mempersilakannya memilih buku ke sukaan.

Buku mulai terlihat di rumah kami, di atas meja, etalase, kasur, bahkan dapur. Menyisihkan sebagian rejeki untuk membeli buku yang bermanfaat dan di senangi para bocah.

Waktu terus berlalu. Untuk mendapatkan buku sekarang tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cukup datang ke perpustakaan. Maka ratusan bahkan ribuan buku mungkin bisa kita dapatkan secara gratis.

Hanya buku-buku tertentu saja sekarang saya belikan sebagai koleksi yang sekiranya di baca bisa berulang-ulang. Misalnya Ensiklopedia.

Ibarat menanam, pohon itu mulai tumbuh dan mulai memperlihatkan buahnya walaupun masih sangat ranum. Di usia 8 tahun 2 bulan, untuk pertama kali Rafa, nangkring dan begitu menikmati bacaannya selama 3 jam nonstop. Jeda cuman buat pipis doank dan minum. Sebuah komik Edukasi, Science Up! tentang Kutub utara dan selatan terbitan BIB.

Hari-hari berikutnya, bukan pemandangan asing lagi mendapati dia mojok entah dimana dengan buku kegemarannya. Bahkan buku-buku dengan minim gambarpun mulai di lahapnya. Ada hal lain yang aku perhatikan dan rasakan ketika waktunya banyak di habiskan di buku, yaitu emosinya. Yup, saat tertentu Rafa kadang masih kesulitan mengelola emosi yang meledak-ledak. Namun terlihat sangat jelas, dia mulai terlihat lebih bijaksana mengelola emosinya saat marah ataupun sedih apalagi kalau sedang di tempat umum. Mulai faham dan bisa di ajak bekerja sama dengan baik.

Begitupun Alfie, terlihat menikmati buku yang tersaji. Setiap malam ataupun waktu-waktu tertentu meminta sang emak membacakan buku cerita pilihannya. Begitu antusias saat melihat buku-buku yang baru nyampai, seolah melihat mainan baru di turunkan dari planet lain.

#OneDayOnePost

Sep 22, 2016

Menertawakan Ketidaksempurnaan

Menurut legenda, sebelum menginjak usia 5 tahun, saking aktifnya, kaki saya yang masih mungil ini pernah kejatuhan balokan kayu yang mengakibatkan kuku jempol hancur hingga mengucur deras darah suci perawan nan ayu tanpa dosa. Dibawalah ke Puskesmas terdekat. Alhamdulillah langsung di tanganin tim medis berpengalaman, tanpa harus mengurus bpjs atau kartu penduduk sehat terlebih dahalu.

Karena musibah ini, sampai saya besar hanya menyisakan secuil kuku setiap sudutnya. Sebelah kiri seukuran setengah sayap lebah, dan sebelahnya lagi seperti batangan korek api lancip ke atas. Yang sebelah kanan itu terus memanjang tapi tidak pernah menutupi jempol, karena ben tuknya terlalu elastis jadi harus di potong secara berkala.

Sebelah kirinya lagi akan melancip terus ke atas, pun harus di potong secara berkala. Kalau di perhatikan dengan seksama memang sangat menakutkan. Macam jari monster ompong saja. Permukaan jarinya menjembul karna tidak berkuku sempurna.

Pernah suatu ketika naek angkot pake sendal jepit. Penumpang sebelah saya senyam-senyum geli melihat penampilan jari jempolku, cepat-cepat deh aku tutupin pakai kaki satunya.

Sekarang saya malah suka menertawakan bentuknya yang bener-bener unik dan lucu. Alhamdulillah.. hanya satu kuku yang di ambil Allah, sisanya saya memiliki kaki yang lumayan kuat dan sehat. Hanya saja saya memang tidak pernah PD menampakkan kaki yang berantalan jadi nyaman aja saat di kasih sarung

#OneDayOnePost

Sep 16, 2016

Tips Alami Mencegah Terjadinya Mastitis

Bagi mak emak menyusui mungkin hal ini bukan kata-kata asing. Suatu gejala yang membuat busui cukup menderita, merintih pilu hingga berlinangkan air mata.

Bahasa resminya ada di sini, sedangkan bahasa informalnya ala saya, mastitis adalah air susu ibu yang terjebak di dalam dan tidak bisa keluar, mengakibatkan pembengkakan, nyeri dan demam. Ditandai dengan lebam merah/biru di area yang sakit, saat ditekan akan membuka jalan kita ke pintu surga, aamiinn.... *ini saking sakitnya sodara-sodara*

Cara pencegahannya adalah melakukan penijitan secara teratur, dan saat mastitis itu menyerang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus dikeluarin. Caranya yaitu memompa asi secara berkala, pemijitan terus menerus, bahkan kasus yang sangat parah melalui operasi kecil *naujubillah*

Sewaktu anak pertama, tidak terhitung rasanya berapa kali mas mas ini datang tanpa diundang, pergipun ngga bilang-bilang. Untuk mencegah berkelanjutan saya sampai melakukan perah asi secara manual dan menyimpan stock asi itu di freezer yang akhirnya harus terbuang juga karna persediaan begitu melimpah. Adakalanya karna melakukan perjalanan jauh, pemijitan dan pemerahan harus terhenti, maka tidak berapa lama kemudian mas inih kembali hadir.

Saat anak pertama, masih sempat memompa asi dan melakukan pemijitan rutin, namun menjelang si adik lahir, otomatis waktu tersebut menjadi sangat langka. Jangankan pijit-pijitan, mandi saja saya tak tau harus jam berapa.

Zamannya Alfie, satu kali saya terkena. Setelah itu sudah tidak terkena lagi, dan baru saya sadari telah menemukan suatu cara alami mencegah mastitis datang berkunjung.

Baiklah begini sejarahnya.... (warning: bukan bacaan untuk anak di bawah umur)
Sewaktu Alfie masih bayi banget, saya memiliki kebiasaan baru yaitu males menggunakan penyangga dada alias br*. Ngga enak aja terlalu sering buka tutup buka tutup jadi saya biarin aja warungnya terbuka terus, mayan kan ngemat tenaga ma cucian? Tentu ini tidak dilakukan saat berada di luar rumah.

Pada saat menyusui ada pase yang dinamakan LDR (Let Down Reflex) atau reflek pengeluaran asi. Ldr di pengaruhi oleh kinerja hormon oxytocin yang berefek pada kelenjar payudara dan mengakibatkan penyemburan asi atau bahasa kerennya milk ejection (aihjj bahasa saya setelah nemu dari rumah sebelah). Saat ini terjadi air susu ibu sedang berada di masa puncak untuk keluar, nah.. kesalahan saya waktu di anak pertama, ketika ldr tiba saya menekan-nekan payudara sebelahnya yang tidak terpakai, agar keluarnya tidak berlimpah. tebakan saya, ldr inilah salah satu pemicu terjadinya mastitis, air susu yang seharusnya keluar banyak tertahan atau di tahan. Ldr biasanya terjadi di kedua belah payudara, dan yang berpotensi terkena mastitis adaah saat  payudara satunya sedang tidak terpakai, kecuali anak kembar sedang menyusu bersamaan :p

Saat anak kedua, karena kebiasaan tidak memakai peralatan tersebut, saya biarin saja keluar seadanya. Paling banter di tampung sama kain bersih, lagian dipikir-pikir, saat itukan memang ribet  merah asi, jadi biarin saja.

Ternyata kebiasaan ini membuat saya tidak pernah kedatangan mas mas dari negeri entah berantah ini, bahkan hingga Alfie tak menyusu lagi di usianya yang ke dua.

#onedayonepost #mastitis

Sep 15, 2016

Obat alami, ampuh mengatasi penyakit kulit



Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menulis tentang virus tomcat dan dampak akibatnya serta pengobatan ketika terkena penyakit tersebut. Tentu saja berdasarkan pengalaman pribadi bertahun-tahun berdampingan dengan hewan kecil monster yang sungguh tidak pernah diharapkan kedatangannya.

Kali ini penyakit serupa kembali hadir, cuman tidak diketahui penyebabnya secara pasti, karena sudah lama tidak melihat monster cilik tersebut berkeliaran di sekitar rumah. Bentuk di kulit seperti koin kecil lonjong dan beberapa berisi air kecil kecil. Kali ini menyerang nyaris kami berempat (papanya anak-anak cuman sebiji dua)

Pengobatan pertama menggunakan salah satu salep kulit *lupa namanya* tapi tidak begitu berpengaruh. Pindah ke salep Acifar Aciclover, pengaruh dikit. Ganti lagi ke Ikaderm Clobetasol Propionate, nah yg ini lumayan membantu cepat kering di bagian luka.

Saya tidak begitu sabaran dengan salep-salep tersebut di atas. Pergi kedapur, nyari ramuan nenek moyang, dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim, tumbuk beberapa biji bawang putih, campur beberapa tetes minyak zaitun dan hap.... huwaaaaaaaa.... mau nangis darah, berasa dikuliti pakai silet kemudian di siram cuka. Perihhhhhhh niannnn bowwwww... uji coba pertama ngga kuat, hanya beberapa detik langsung guyur air sampai perihnya hilang. Baru bisa bernapas lega.

Tapi, gatel menyiksa. Rasanya kalau disuruh milih, perih lebih mendingan ketimbang gatel, karna saat gatel seluruh otak yang terpikir cuman garuk2 *cem monyet sajo* akhirnya kembali melirik salep bawang putih. Sebelum eksekusi, melakukan ritual-ritual terlebih dahulu. Minum, relak, dengerin musik, mandi, makan dan lain sebagainya yang sekiranya bikin saya tenang, kenyang dan bahagia.

Wokeh, pengulitan di mulai. Kali ini minta bantuan kang mas, biar saya bisa konsentrasi keperihan tanpa susah-susah nempelin itu ramuan. Dan tibalahhhhh..... Arrrggggghhhhhhh....diempet sambil gigit tiang jemuran, bergelinjang ke sana ke mari, kaki menghentak hentak macam orang sakau, mata merem melekk... ya Allahhh perih banget. Tapi otakku bersitegang "aku pasti kuat, aku pasti kuat, bertahanlah."

15 menit pertama adalah perih yang sangat menyiksa, setengah jam berikutnya, 10% perih berkurang. 1 jam udah mulai terbiasa. Hingga berlangsung 2 jam-an, amat terbiasa. Masih perih kurang lebih 4 jam an di lepas dan guyur. Efek perih masih berasa selama seharian penuh. Hari berikutnya perih sedikit, beberapa area melepuh, tetapi gatel telah lenyap di telan bumi.

Hari ketiga, masa mengeringan dan sudah tak berasa apa-apa lagi.

Masih berdasarkan pengalaman pribadi juga, bawang putih sangat manjur menyembuhkan jerawat. Karna bawang putih mengandung anti virus, anti jamur, anti radang dan masih banyak lainnya (bisa di liat di mbah google yak..)

Biasanya jerawat yang mau muncul, di oleskan bawang putih tumbuk akan segera kempes.


Cattatan, bisa saja dampak yang diterima setiap orang berbeda, sebaiknya dilakukan uji coba di sedikit area. Dan yang lebih penting lagi, karna efek perih teramat sangat, ramuan tidak di anjurkan untuk bayi dan anak-anak.

Waktu kecil, saat kami mengeluh sakit perut, biasanya ibu memberi bawang putih yang telah di bakar di perapian. Rasanya getir, empuk dan menurutku enak.

Owiyah beberapa tahun yang lalu, sempat juga merhatiin seorang ibu yang doyan mengkonsumsi bawang putih mentah. Tebakanku umurnya 50tahun kalau di liat menikah muda dan anaknya sudah berusia 30 tahunan. Dan wawww amazing, kulitnya kencang ala Chiness muda. Hemmm.. ada yang mau coba?

#onedayonepost

Aug 11, 2016

Ketika si Kecil Terserang Flu Singapore

11 June 2016
pukul 10 Am

Alfie mengeluh pusing, badannya terasa hangat. Aku berinisiatif untuk mengajaknya bobo siang.

Siang hari, suhu tubuhnya semakin tinggi hingga menjelang petang. Suhu mencapai 40 derajat. Alfie mulai gelisah, wajahnya tampak megar dan terus mengeluh pusing. Kami memberinya sirup penurun panas.

Hanya bertahan sebentar, suhu tubuh kembali naik.

Minggu pagi, ketika kami periksa bagian tenggorokannya terdapat bercak seperti sariawan. Batinku mengatakan ini mengarah pada gejala Flu Singapore.

Siang hari bercak semakin bertambah di wilayah telapak kaki dan tangan serta bibir. Yup, 100% Flu Singapore.

Alfie mulai mengalami kesulitan menelan makanan dan minuman. Dengan berbagai bujuk rayu beberapa sendok bubur yang aku blender masuk ke perutnya.

Senin dan selasa siang adalah hari dimana puncak betapa susahnya dia menelan sesuatu cairan melalui tenggorokan. Dia menangis, kadang menjerit histeris seolah apapun melewati rongga laksana pisau mengiris-ngiris bagian dalam mulutnya.

Segala macam upaya kami usahakan agar Alfie tidak mengalami dehidrasi. Walaupun susah payah beberapa teguk air madu dan bubur bisa tertelan. Selasa sore makanan yang masuk sudah lebih banyak. Sudah mau mengunyah dan minum jus buah dengan cara di sendokin. Bisa memasukkan makanan dan minuman ke perutnya itu seperti sesuatu banget.

******

Senin malam menjelang tidur, Rafa batuk. Dini hari menjelang saur, badannya terasa hangat. Kamipun membatalkan dia untuk turut saur dan membiarkannya terlelap.

Selasa siang, badannya kembali panas. Ku periksa tenggorokan dan telapak kakinya, nampak bercak merah.

Walaupun aku berusaha menghindarkan dia dari ketularan sang adik, tapi virus itu ternyata begitu kuat.

Sebelum Rafa mengalami masa di mana dia kesusahan menelan makanan dan minuman, sedini mungkin dia kuminta untuk makan dan minum yang bergizi dan banyak. Beruntungnya si anak kali ini patuh, sudah tidak terhitung berapa gelas susu yang dia minum.

****

Daerah Landasan Ulin Banjarbaru saat ini memang sedang epidemi Flu Singapore, kemungkinan besar Alfie mendapatkan virus saat di Bandara Bjb.

Selama anak tidak mengalami dehidrasi akut, penderita Flu Singapore tidak harus di rujuk ke rumah sakit. Dengan penanganan yang tepat Insha Allah dalam tempo 7 hari akan sembuh.

Flu singapore lebih sering menyerang anak usia di bawah 10tahun, namun beberapa info menyebutkan tidak menutup kemungkinan menular kepada orang dewasa.

Beberapa bercak akan mengalami penggelembungan yang berisi air dan pecah, hingga mengakibatkan rasa gatal pada penderita mirip seperti cacar air, bedanya bercak Flu Singapore menyerang pada area rongga mulut, bibir, telapak tangan, kaki, siku, lipatan lipatan dan anus. Beberapa penderita mungkin hanya mengalami di bebebrapa area. Sedangkan cacar air menyerang nyris ke semua permukaan kulit.

Ini adalah kali kedua anak-anak terkena virus Flu Singapore, dulu kami kira mereka terkena sariawan.

#latepost #OneDayOnePost

Jun 17, 2016

Ramadan di Kota Solo

Sebagai pendatang dulu sempat sedih, nuansa Ramadan di kota ini sungguh minim. Begitu banyak warung makan yang tetap buka, orang merokok di segala tempat, nyemal nyemil semaunya walau ucapan selamat menunaikan ibadah puasa cukup banyak. Eitsss... tunggu dulu

Ini adalah Ramadanku di kota Solo untuk ke sekian kalinya. Di sini memang secara pribadi belum mendengar adanya perda larangan berjualanan makanan di siang hari ataupun kewajiban menutup warungnya dengan aneka tirai, sangat berbeda dengan kampung halamanku di Kalimantan Selatan.

Walau demikian beberapa warung mengubah jam tayang semisal warung sop soto bu Sri, tidak jauh dari tempat tinggalku. Di hari biasa buka sejak pagi hingga siang tapi tapi semenjak Ramadan berganti dari jam 2 dini hari sampai siang atau sampai habus. Dia jadi penolong buat orang-orang untuk bersantap saur yang tidak sempat masak juga ngelayanin orang yang tidak berpuasa di pagi dan siangnya.

Di warung lainnya yang biasa buka dari jam 11 sampai malam hari berubah strategi dari jam 3 sore hingga malam. Di beberapa warung lagi buka seperti biasa dan tetep ramai.

Tapiiiiiiiiii... warung yang nyediain buat berbuka jaohhhhhh lebih ramai. Sebutlah Ayam Resto, hari biasa parkiran kendaraan masih bisa bersusun indah, namun saat ramadan dan menjelang berbuka area parkir di ubah menjadi tempat makan lesehan dadakan.

Kami sekeluar biasanya kalau berencana buka di luar memilih untuk kelayapan setelah magrib, akan terasa lebih tenang.

Juga  penjual aneka snack dadakan akan terlihat di beberapa tepi jalan.

Beberapa hari yang lalu di berita sempat heboh tentang penjual nasi yang kena rajia satpol PP. Begitu banyak pro dan kontra tentang hormat menghormati dan juga tentang pencari nafkah.

Saya mungkin termasuk aliran yang netral, mau di larang ya monggo nggapun tak apa-apa. Hanya saja memang sebaiknya di mana bumi di pijak di situ langit di junjung bukan? Pemerintah setempat tentu bukan dari pemikiran semalam dua malam ketika kebijakan itu di buat.

170716

#OneDayOnePost

Jun 16, 2016

Pamit tanpa permisi

Rencananya aku mau beli buah buat persiapan buka. Jarak yang di tenpuh sekitar 2km. Anak-anak sudah pada makan, karna mereka sedang dalam masa penyembuhan dan biar virus flu singapore nya tidak tambah menyebar mereka sengaja aku umpetin di rumah saja.

Saat mau pergi di rumah sedang ada tukang, benerin kran air yang ambrol. Aku hanya mendapati si bungsu Alfie. Akupun pamit padanya, lupa kalau saya masih punya bocah yang berusia 8 tahun sedang asik bermain di toko.

Rencananya memang tidak sekedar beli buah tapi ke klinik skin care. Sudah berbulan-bulan rasanya wajahku belum terkena sentuhan tangan dari mba mba cantik di sana. Sebenarnya tidak terlalu doyan banget ke tempat beginian, tapi sekali-sekali bolehlah. Paling suka totok wajah plus pijetannya, ngeluarin komedo yang numpuk dan tentu saja bisa nyuri-nyuri tidur siang di area bebas hambatan.

Beragkat dari jam 1 sampai jam 3 an. Tetiba di rumah si sulung Rafa langsung ngamuk, mamanya hilang tanpa kabar, ngga ijin, dan tak ada pula pesan dan kesan. Laksana tentara pasukan power rangers, Rafa memberondongiku dengan berbagai intruksi sebagai emak yang paling berdosa se angkasa raya.

Sang emak sudah minta maaf, nawarin segala macam penebusan dosa, meluk-meluk, ngasih kesempatam dia buat ngomel sampai puas, dan lain sebagainya masih tidak mempannn. Sepanjang kegiatannku memasak diiringi alunan syahdu tangisan Rafa yang keluar masuk dapur, duduk di meja makan nyalahin si emak, keluar, masuk lagi dan keluar lagi masih dengan isakannya.

Berlangsung hingga menjelang beduk magrib. Sang emak di minta berjanji dan berikrarrr tidakkk boleh ngulangin lagi.

Ini adalah kali kedua saya lupa pamit sama dia saat mau menghilang. Kali pertama saat ke warung buat belanja, masih satu area dan nasib sayapun sama di tangisin berjam jam lamanya, lebih panjang tangisannya di bandingkan masa kelayapan emaknya. Bukan karna jarak tempuh ataupun berapa lama sang emak pergi tapi pergi tanpa bilang bilang itu bagi Rafa sangat memilukan melebihi penderitaan perang dunia ke dua.

Sejak kecil saat mau pergi atau siapapun yang mau pergi semisah papanya, aku selalu bilang jujur padanya dan menjelaskan ada saatnya dia tidak bisa turut serta walaupu  kadang itu sangat berat. Pergi dengan sebuah tangisan atau amukan sudah biasa tapi lama kelamaan dia faham.

Tangisan adalah bentuk dari kesedihan mereka di tinggal tapi mereka tentu lebih senang orang tuanya tidak membohonginya dengan mengatakan hal-hal yang aneh saat mereka tidak bisa turut serta.

Jujur di depan walau kadang pait tentu melegakan dari pada nyenengin tapi ketahuan ngibulnya.

16june2016

#latepost #OneDayOnePost

May 27, 2016

Kids Story part 4: Anak-anak dan Tekhnologi

Sejak usia dua tahun Rafa pengenal komputer dan telah faham pengoperasiannya walau masih tingkat dasar. Berbeda dengan Alfie, usia 4 tahun  jarinya masih gegagapan dan tentu saja Alfie lebih mengenal era gadged alias smartphone.

Jamannya PC ada permainan komputer yang masih aku ingat dan sangat digemari Rafa, Tarzan bergelantungan di pohon, menyusuri sungai, hutan dan lembah.

Saat papanya kembali, permainan bertambah, dari area balapan hingga dunia hewan dan kartun. Saat bermain game tentu saja aku memiliki waktu luang yang lebih banyak. Bisa tidur siang tanpa hambatan, selonjoran, nonton tivi tanpa gangguan, sms an, masak, beres beres rumah dengan aman dan lain sebagainya.

Apakah itu menyenangkan? Sekilas iya, anak anteng tanpa grasak grusuk huru hara ngusilin orang tuanya, permainannya bersih, murah meriah dan tidak perlu ke luar rumah. Tapi eitssss..... tunggu dulu!!

Bangun tidur yang terlintas sama si anak adalah game,  makan di suapin sambil nongkrongin game, rewel dikit anteng hanya menyodorin game, sosialisasi berkurang, tidak tertarik dengan permainan lain, temperament dan cepat marah. Kontrol emosi sangat payah, males bergerak dan masih banyak lagi yang lainnya.

Astaga, iya aku punya waktu luang jadi lebih banyak tapi di samping itu aku sedang menanam kerepotanku sendiri di kemudian hari. Ini seperti bom waktu yang akan menghancurkan masa depan anak anak dan keluargaku. Ada yang sungguh tidak beres di samping pemberian dan ke antengan si anak saat bermain game.

Saat mereka rewel tidak karuan, nyalain tivi dan biarkan mereka asik dengan sendirinya, etapi bukannya acara di tivi banyak sampah yang sungguh sangat susah mencari manfaatnya. Belum lagi tayangan-tayangan iklan yang mengajak siapapun melihatnya untuk bertindak konsumtif, seperti di paksa menerima apapun yang ada di dalamnya tanpa memberikan ruang buat penonton untuk protes. Kok bisa bisanya gegara coklat beng beng orang pada pisahan, dan ajaibnya manusia berlomba lomba menjadi hewan *tepokjidat*

Saat anak sedang berada di area yang menurut dia sungguh menyenangkan, rasanya akan terlalu susah jika semua harus aku hentikam seketika. Mulailah peraturan di rumah di tegakkan.

Bermain game hanya saat weekend. Nonton tivi dengan berbatas waktu. Memberi penjelasan kepada anak-anak tentang dampak negatif apabila mereka terlalu lama dengan bahasa yang mudah dan memberi contoh anak-anak yang telah kecanduan game dan tivi.

Sungguh tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Mereka sempat protes, menolak dan berulah selama beberapa hari. Aku tetap berpegang teguh, bahwa suatu hari nanti ada masanya kami tidak bisa mengontrol sepenuhnya apa yang mereka lakukan, lihat dan dengarkan. Hanya ketika mereka bertumbuh seperti inilah tugas kami untuk menasehati dan memupuknya lebih dalam dan kuat. Semoga kelak mereka mengerti dan terbawa hingga masa itu tiba.

Setelah pengurangan jam tayang dalam hari, berlanjut pengurangan pemakain dalam hitungan  jam bermain game. Hingga lambat laun mereka sudah tidak meminta. Menonton tivi sebisa mungkin aku dampingi apalagi ada tayangan dengan slogan SU-BO - R (segala umur - bimbingan orang tua - Remaja). Mengganti chanel sendiri apabila ada tayangan kekerasan, mengarah ke pornografi, dan sinetron-sinetron tidak jelas.

Bijak saat memakai smartphone. Bagaimanapun banyak hal positif yang bisa di peroleh dari benda bernama smartphone tersebut. Hanya saat-saat tertentu mereka bermain game, itupun telah memenuhi beberapa persyaratan seperti di larang rebutan apalagi sampai tangisan, main bareng dan hanya sebentar. Tidak ada satu anak satu hape.

Setiap minggu atau bulan, ke toko buku mencari bacaan yang menyenangkan dan bermanfaat. Membacanya bersama-sama dan menggambar. Saat longgar pergi ke taman. Tidak ragu bermain pasir dan lumpur. Ke tempat berbelanja dengan melibatkan mereka memilih barang. Membeli mainan yang lebih menguras otak dan tenaga. Alhamdulillah, dan semoga hingga kelak anak-anak keluar dari zona game dan tivi adicted dan lebih melakukan hal-hal yang bermamfaat.

#OneDayOnePost

May 26, 2016

Kids Story part 3: Hari Pertama Sekolah

"Mama masuk ya!" Pinta Rafa. Akupun menyetujui. Saat itu hanya 3 orang emak yang menemani anaknya hingga di dalam kelas, dan salah satunya adalah saya.

Semula Rafa enggan masuk ke ruangan kelas. Persis saat ia di taman kanak kanak, tidak mudah membawanya masuk ke ruangan. Bahkan berminggu-minggu Rafa hanya bermain di luaran.

Kali inipun demikian, tentu tidak pakai mengamuk. Karna masuk paling belakang, Rafa dapat kursi paling pojok, dan sang emak nangkring di kelas ikut belajar.

Hari ke-dua, sang guru sudah tidak mengijinkan anak-anak di temani hingga ke dalam kelas. Sebagai gantinya, boleh liat di kaca jendela. Rafa langsung keluar memberi pesan padaku "mama di samping jendela ya" dan dakupun manut.

Rafa belajar sambil mengawasiku, dia tidak membolehkanku untuk duduk di pinggiran tembok. Hari itu hanya saya yang berdiri dekat jendela nyaris selama dua jam tanpa pindah posisi.

Pulangnya aku langsung bereksperimen "mama pegelll banget, tolong pijitinnn yaaa" di tambah muka yang  memelas aduhai berharap dia faham. Sungguh pegel, tapi tidak segitu juga kali.

Hari ke tiga, lebih menggembirakan aku di persilakan duduk di teras tapi tidak boleh merubah posisi, kapanpun dia pengen liat, mamanya harus selalu ada. Dan saat itu jendela di tutup menggunakan tirai. Rafa berusaha membuat lubang kecil, sesekali matanya mencariku. Dia sempat di tegur gurunya karna tidak fokus di kelas.

Hari-hari selanjutnya tentu semakin menggembirakan, dia sudah bisa di lepas sebagaimana mestinya.

Giliran Alfie.
Karena ada suatu urusan rutin, aku terpaksa menyekolahkan Alfie di usia lebih muda di bandingkan  kakaknya. Tepat berumur 3 tahun, saat itupun sudah masuk semester ke dua, dan Rafa masih bersekolah di tempat yang sama.

Alfie ditunggui Nini (my mom) selama kurang lebih tiga harian. Selebihnya aku antar dia terus aku tinggal sambil sesekali mengawasi dari luar.

Setiap di tinggal Alfie selalu menangis, dan langsung ditangani gurunya, ajaibnya Alfie menangis hanya ketika melihatku, saat diriku dinyatakan menghilang dia langsung diem dan langsung bisa berbaur dan dapat mengikuti kegiatan sekolah dengan baik.

Apalagi saat jam istirahat dan pulang dia masih bisa bermain dengan kakaknya. Walau dari benih dan rahim yang sama, dua anak dua karakter yang berbeda. Cara menikmati sekolahpun juga berbeda beda.

#OneDayOnePost