Showing posts with label cerita sahabat. Show all posts
Showing posts with label cerita sahabat. Show all posts

Nov 3, 2022

Kartini Digital

          

 Oleh: Raida 

            Kartini baru saja lulus sekolah Europeesche Lagere School (Sekolah Dasar untuk orang Eropa. Usianya belum genap 13 tahun. Ia ingin sekali melanjutkan pendidikan, akan tetapi ditentang oleh ayahnya dan diperintahkan untuk menjalani masa pingitan. Masa dimana perempuan diwajibkan untuk tinggal di rumah saja. Namun, Kartini adalah wanita cerdas. Dinding rumah tidak menghalanginya untuk tetap belajar, berkarya, dan bermanfaat khususnya bagi kaum perempuan. Pemikirannya yang kritis serta keresahannya tentang kondisi perempuan pribumi tertuang melalui surat-surat yang ia kirimkan untuk sahabat-sahabatnya di Belanda.

Hal tersebut seakan melempar saya ke masa silam. Tentu dengan kondisi dan era berbeda. Belasan tahun lalu, tepatnya dua bulan setelah menikah, saya diboyong suami ke negara seberang. Ribuan kilometer jauhnya dari kampung halaman. Negara yang memiliki cuaca sangat ekstrim. Negara bagian Timur Tengah, Kuwait. Musim panas, suhu mencapai 60 derajat celcius. Rasanya seperti berhadapan dengan tungku api yang sedang menyala-nyala, apalagi jika harus bepergian pada siang hari.

            Saat itu kami menempati apartemen berlantai enam, mereka menyebutnya flat atau hostel. Komunitas Indonesia di sana masih sangat sedikit, masih jadi golongan minoritas apabila dibandingkan dengan negara India, Bangladesh, Filipina, atau Mesir.

            Tetangga sebelah kamar saya berasal dari Filipina. Walaupun bersebelahan, kami sangat jarang bertemu. Kami hanya dipisahkan tembok, akan tetapi rasanya seperti ada beton begitu lebar membentang. Saat suami harus keluar rumah untuk keperluan bekerja, saya sendirian di kamar. Terasing. Untuk keluar rumah tidak memiliki keberanian. Namun, satu hal yang sangat saya syukuri adalah jaringan internet yang sungguh luar biasa dengan harga yang sangat terjangkau. Apabila di Indonesia, khususnya daerah plosok Kalimantan sana, hanya kalangan tertentu saja yang memiliki fasilitas internet. Berbeda dengan negara Kuwait, internet adalah kebutuhan mutlak. Setiap kamar memiliki fasilitas itu dengan kecepatan mumpuni.

            Kesendirian dan kesepian saya alihkan dengan memiliki sebuah blog pribadi, semacam rumah di dunia maya. Menuangkan segala keresahan, pemikiran, keunikan tinggal di negara orang, atau hanya sekadar kegiatan keseharian. Saya tidak terlalu memikirkan bagaimana tulisan itu ke depannya. Dan saya begitu berbahagia. Semacam ada sesuatu di hati terasa penuh, juga perihal berat menjadi ringan. Saya sepakat, perempuan harus memiliki banyak teman dan sahabat, serta rutin berkomunikasi karena ia perlu ‘memuntahkan’ 20.000 per hari, jika tidak ada kesempatan untuk itu, maka, menulislah, berkaryalah, atau apa pun itu yang tidak hanya membuat hatimu gembira akan tetapi memberi sedikit andil pada dunia. Mungkin seperti inilah yang dulu dirasakan Ibu kita Kartini ketika menjalani masa pingitan.

Beberapa bulan kemudian, seseorang menyapa. Siapa yang menduga kalau ia adalah sahabat sewaktu SMP. Karena dulu tekhnologi komunikasi tidak segencar sekarang, dan kami pun sudah kehilangan kontak selama bertahun-tahun karena dia bersekolah di kota besar. Bahagia tentu saja. Saya seperti berada di negara sendiri dengan terhubungnya sahabat lama. Beberapa pekan kemudian, blog saya seakan memanggil teman lainnya. Saya juga terhubung dengan kerabat-kerabat di kampung halaman. Maka, semakin penuhlah hati saya.

            Tahun berganti, saya melahirkan anak pertama di negeri orang. Jauh dari keluarga, kerabat, dan saudara. Pengalaman yang sungguh tak terlupakan. Apabila di Indonesia kita terbiasa setidaknya dibimbing ibu ataupun mertua, kali ini benar-benar harus berjuang sendiri. Teman-teman sesama Indonesia menjenguk, ada pula yang membantu, tapi tentu saja mereka hanya bisa sebentar lalu kembali ke aktifitas masing-masing.

            Sindrome baby blues pun menyerang. Bisikan-bisikan di luar nalar seakan menghantui. Belum lagi air susu yang tak kunjung keluar. Betapa takutnya saya dengan apa yang akan terjadi kepada bayi saya kala itu. Lalu saya beranikan diri bertanya dengan teman melalui media sosial, karena website pribadinya sangat sering menceritakan seputar dunia parenting.

            Beruntungnya saya bertemu dengan teman yang baik, dan memahami saya sebagai seorang ibu muda. Dibimbingnya saya untuk memberikan asi dengan penuh kasih sayang dan sabar. Dia juga mengajak saya untuk bergabung (mailing list) pada sebuah komunitas perempuan-perempuan Indonesia yang tinggal di berbagai negara.

            Seakan menemukan oase di tengah gurun sahara, seolah Kartini hidup melalui jemari-jemari mereka yang tertuang secara langsung melalui tulisan-tulisan digital mereka, juga video-video yang mereka unggah. Saya seperti ditarik dari kegelapan menuju sebuah tempat yang terang. Semua saling dukung, asah, asih, dan asuh. Banyak ilmu dan pengetahuan yang mereka bagikan, dari perihal pemikiran, seputar dapur, parenting, ataupun sekadar guyon pelepas penat sebagai ibu rumah tangga yang pekerjaannya nyaris menguras energi, pikiran, dan hati sepanjang hari.

            Saya masih ingat dengan sosok Kartini lain yang tinggal di Australia. Ia memiliki beberapa anak, tanpa asisten rumah tangga. Ia bekerja dari dapur rumahnya, dan selalu berkarya. Ia rutin menceritakan kegiatanya, resep-resep warisan keluarga, juga seputar kelincahan juga keusilan putra-putrinya. Ia bahkan mempromosikan kegemarannya yang kemudian menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Ia mengelola rumah mayanya dengan sangat baik dan penuh dedikasi. Sepertinya ia telah paham mati tentang pentingnya dunia digital. Ia terus berkarya meski hanya di rumah saja. Setiap singgah saya seperti mendapat booster semangat

            Ada pula sosok Kartini lain yang tinggal di Singapura. Ia menjalankan dunia bisnis di bidang perkulineran melalui website gratisan yang ia kelola dengan sangat baik. Tidak hanya itu, mungkin ia tidak begitu memiliki sahabat di negara tempat ia tinggal, akan tetapi ia memiliki ratusan atau mungkin ribuan sahabat yang menyayangi serta mendukungnya dari seluruh penjuru dunia. Ia senang memasak dan membuat kue. Dapurnya selalu ngebul, tentu saja bukan untuk hemat semata, tetapi sebagai ungkapan kasih sayang kepada keluarga. Tak lama, ia meninggal karena sakit. Tidak hanya keluarganya yang berduka, kami yang selalu menyinggahi rumah mayanya merasa begitu kehilangan.  

            Saya tidak pernah terpikir sebelumnya apabila era digital bisa segencar ini, seperti peluru yang melesat begitu cepat. Apalagi di masa pandemi, digitalisasi adalah kebutuhan mutlak. Setiap kalangan seakan ‘dipaksa’ untuk bersentuhan dan terjung langsung ke lapangan.

Sungguh, jika dulu pena diibaratkan seperti pedang, maka melalui dunia digital  jemari-jemari kita khususnya kaum perempuan adalah salah satu pemegang andil suksesnya peradaban di masa yang akan datang, khususnya di bidang literasi. Literasi digital tidak hanya seputar menulis, membaca, dan mengunggah sesuatu ke media, ia lebih dari itu. Literasi Digital adalah kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan melakukan komunikasi. Baik di bidang ekonomi, sosial, ataupun budaya. Kita juga dituntut untuk bijak memilah antara fakta atau imajinasi semata.

Ia menjadi kebutuhan yang sangat penting karena mampu menjadikan diri kita untuk terus berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Hal tersebut membuat kita dapat memecahkan masalah dengan baik, dan lancar melakukan komunikasi serta sanggup berkolaborasi dengan banyak orang.

Kartini menempatkan pendidikan sebagai harga mati agar masyarakat Indonesia terus berpikiran maju khususnya bagi kaum perempuan. Oleh sebab itu setiap perempuan haruslah pengetahuan dan pendidikan luas.

Perempuan cerdas dan kuat memiliki kemampuan pondasi literasi yaang baik. Sehingga ia mampu untuk menjadi sumber inspirasi terpercaya melalui gagasan-gagasan serta pemikiran-pemikiran yang tertuang melalui media digital. Karena perempuan adalah madrasah pertama untuk putra putrinya kelak. Ialah diharapkan  sebagai garda terdepan mendampingi dan mengenalkan Literasi Digital kepada buah hatinya dan masyarakat sekitanya.

Kartini adalah perempuan kebanggaan Indonesia. Kartini ada karena ia menulis dan berkarya. Kartini abadi dan terus kita kenal karena beliau tidak pernah berhenti berjuang, belajar, dan berdaya semasa hidupnya. Dulu, ia mungkin tidak pernah mengetahui apalagi membayangkan jika tulisannya akan menjadi buku sejarah yang tak pernah lekang oleh waktu.

Sungguh, daster, tembok yang tinggi, aktifitas padat sebagai sesorang istri sekaligus ibu, cuaca ekstrem, pandemi, atau apa pun itu tidak akan pernah membuat kita berhenti untuk terus kreatif dan bermanfaat bagi sesama. Mungkin sebagian atau bahkan banyak dari kita belum bisa berpenghasilan dari itu semua pada saat ini, tapi kelak karya itulah yang akan membuat kita tetap hidup saat tubuh telah tiada. Entah nanti atau seribu tahun lagi.

 

Selesai

 

Oct 6, 2016

Persahabatan Putih Abu-abu


Seorang teman menanyakan nomer WA. Tidak berapa saat kemudian bergabunglah aku bersama teman-teman SMU. Deretan nomer asing dengan profil poto yang masih aku kenali, dan beberapa lagi buram karena tidak sedikit dari mereka memasang gambar bocah ataupun masih berupa angka-angka.

Senyum simpul tersungging saat melihat poto-poto kelulusan yang terpajang. Memang aku tidak terlihat di sana, atau mungkin masih terselip entah di mana. Tapi suasana itu seakan jelas mengalun syahdu di pelupuk mata, memutar dan membawaku ke masa silam. Suasana belasan tahun yang telah lalu, saat kami bersegera melepaskan seragam putih abu-abu. Aroma pilox, panggung, keceriaan dan tawa renyah teman-teman.

Kami masih unyu, sedikit nakal dan bebal. Tinggal di sebuah kota kecil yang masih jarang terjamah dengan peradaban.

Masa-masa puncak remaja dengan segala tingkat energi dan kegalauannya. Masa yang konon katanya sangat indah, detik-detik menuju kehidupan ke tingkat yang lebih dewasa.

Terimakasih kawan. Kalian pernah mewarnai masa-masa itu, sebagai bagian dalam perjalanan hidupku. Mungkin aku bukanlah siapa-siapa, hanya gadis pemalu yang kadang masih susah berkawan. Atau mungkin gadis membosankan yang tak tau aturan. Ataukan sosok yang menyebalkan? Entahlah, makhluk seperti apa aku dulu di mata kalian. Satu yang pasti, kalian sungguh luar biasa dan sangat berarti. Terimakasih atas persahabatan yang pernah terjalin, hingga kini dan nanti.

#OneDayOnePost

Catt: poto di ambil dari screenshoot group

May 12, 2016

Menjelang Hari ke-6 : Ganti Obat

Darahku di periksa, beberapa jam kemudian hasilnya keluar. Sepertinya aku boleh pulang, tante tante berbaju putih itu hanya memberi pesan pada mama dan papa untuk terus memberiku asi dan berjemur setiap pagi, kalau kuning di kulit dan bola mataku tidak berkurang maka mama dan papa harus membawaku kembali ke rumah sakit. Mama selama ini memang tidak bisa menjemurku, karna setiap pagi udara masih sering berdebu. Beruntung ke esokan paginya cuaca begitu cerah dengan udara yang sangat bersih. Selama beberapa hari setiap pagi mama selalu membawaku ke luar untuk berjemur. 

Satu bulan sebelum cuti mama berakhir, mama memutuskan untuk berhenti bekerja. Sebelumnya ada beberapa pilihan, dirawat asisten rumah tangga ketika mama sedang kerja atau membawa saudara papa untuk membantu merawatku, tapi mama tidak memilih keduanya, mama ingin merawatku sendiri. 

*********

Sejak Jumat malam hingga sabtu sore suhu badan Rafa masih naek turun, berkisar 38.5-39 degres. Antibiotik yang di berikan dokter seperti kebal, tidak ada perbaikan.

Aku teringat ada temen di komunitas ODOP yang masih active bekerja di bidang kesehatan, mba Indri Bunyamin. Aku coba ajak ngobrol, siapa tahu dapat pencerahan.

[10:26 PM 30/04/2016] Mba Indri: Seharusnya ada perkembangan ya ...  krn sdh diberikan antibiotik untuk radangnya

[10:27 PM 30/04/2016] Mba Indri: Cek darah sudah dilakukan tapi normal.

[10:27 PM 30/04/2016] Mba Indri: Benar kata suami mba... besok kalau masih panas cek lab lagi

[10:28 PM 30/04/2016] Mba Indri: Kalau panas tinggi coba gunakan obat panas yg digunakan melalui anus seperti Dumin Rectal Tube

[10:28 PM 30/04/2016] Mba Indri: Tidak ada riwayat kejang?

[10:29 PM 30/04/2016] Mba Indri: Rajin dikompres air hangat2 kuku

[11:01 PM 30/04/2016] ✨Raida✨: Belum pernah kejang mba

[11:02 PM 30/04/2016] ✨Raida✨: Ini bocahnya udah bobo lagi

[11:02 PM 30/04/2016] ✨Raida✨: Apa ada kemungkinan typus mba, mungkin pas di cek dini hari ini jumat itu belum keliatan?

[11:08 PM 30/04/2016] Mba Indri: Kalau thyfus lebih cepat terlihat dari hasil lab widal testnya

[11:09 PM 30/04/2016] Mba Indri: Yg sulit itu DBD karena ada masa2 latent seperti pelana kuda

[11:09 PM 30/04/2016] Mba Indri: Trombosit normal yah?

[11:09 PM 30/04/2016] Mba Indri: Kalau thyfus biasanya disertai dgn keluhan di sal cerna seperti mual, diare, 
Berasa konsultasi ama dokter :)
*****
Sabtu sore suhu Rafa masih panas. Aku laporan ke kang mas kalau Rafa tadi ken**t nya bau banget, dia juga kadang merasa perutnya agak melilit-lilit.

Disinilah mas Kukuh mulai menebak-nebak, apa mungkin yang infeksi bukan tenggorokannya tapi bagian perutnya atau pencernaan. Kalau sampai minggu dia masih demam, mau ngga mau harus di cek ulang, hah?

Setelah beberapa macam pertimbangan akhirnya Mas Kukuh berinisiatif mengganti antibiotik khusus infeksi pencernaan yang biasa di pakai untuk mengobati typus, di minum 3x1 hari di mulai pada sabtu malam.

Tembakan pertama, tidak terlalu keliatan. Dosia ke dua, panas mereda, muka keliatan sayu tapi lebih cerah. Hingga minggu, suhu tubuhnya normal.

Apr 9, 2016

The Golden Sunrise di Lembah Posong

The Golden Sunrise di Lembah Posong

 Untuk mendapatkan keindahan alam yang luar biasa, tidak perlu jauh serta mengeluarkan biaya yang cukup pantastik hingga ke luar negeri apalagi angkasa. Indonesia punya segalanya. Inilah salah satu kesempurnaan ciptaan Tuhan yang Maha Agung, matahari terbit dari tempat sangat istimewa, lembah Posong. 

Jam 1 dini hari, kami berangkat dari kota Solo menuju Temanggung. Perjalanan yang sangat panjang dan dingin, beruntung di jalan bebas hambatan karna masih sepi. Dua keluarga dengan 5 anak yang masih pecicilan membuat kami harus sedikit extra sabar dan telaten. 

Kurang lebih jam setengah 4 pagi kami tiba di rumah keluarga Wahyu, di Temanggung. Beristirahat sejenak sambil menikmati semangkuk soto buatan istrinya tercinta dan segelas teh hangat beserta aneka cemilan sebagai bahan bakar tubuh sebelum melanjutkan perjalanan. Di antar Pak  Wahyu, kami menuju Lembah di kaki gunung Sindoro. Cukup sempit dan terjal ketika memasuki area yang berbatu tepat ketika memasuki gapura ‘Posong’. Kurang lebih setengah jam perjalanan menanjak akhirnya kami tiba di lokasi. 

Hari masih gelap, cuaca begitu dingin, bibir rasanya membeku bahkan untuk bernapas saja terasa berat karna hidung tertutup masker. Tebakanku satu derajat lagi tempat ini akan di guyur salju bila hujan tiba. Walau telah menggunakan jaket tebal dan slayar, hawa dingin tetap terasa menusuk sampai ke tulang. ku dekap anak anak yang mulai menggigil. Selimut yang kami gunakan di mobil ku lilitkan di tubuh si kecil. Tempat ini di kelilingi perkebunan penduduk seperti tembakau dan aneka hasil tani lainnya. 

Cukup banyak pemuda pemudi yang telah berada di tempat tersebut, bersama menyambut datangnya sang surya. 

Tidak berapa lama, semburan warna ke emasan menyeruak di sekitar gunung Sumbing. Awan terhampar luas tepat di depan kami laksana samudra putih dari kayangan, inilah salah satu negeri di atas awan, sangat indah mempesona. 7 puncak sekaligus bisa kita saksikan di lembah ini, Merbabu, Merapi, Telomoyo, Ungaran, Muria, Sumbing dan Sindoro. 

Ketika sang surya perlahan lahan menampakkan ke elokan rupanya, nyaris semua orang berdecak kagum, bersorak dan tak lupa ber selfie ria. Hawa dingin yang sedari tadi terasa, tertutup sudah dengan ke indahan alam yang semakin jelas hadir memanjakan mata kami. 

Walau hari telah sangat terang, kesejukan di tempat itu masih sangat terasa. Anak anak berhamburan dan bermain di sekitar area. Cukup takjub dengan sepasang ‘pengantin’ yang sepertinya sedang melakukan sesion pre wedding menggunakan gaun putih ala eropa panjang namun tipis, memperlihatkan sebagian atas dadanya. 

Jam 8 pagi, kamipun bersiap siap meninggalkan ke elokan lembah posong menuju tempat indah lainnya. 

* Wisata Lembah Posong tergolong baru di Kabupaten Temanggung  di kaki Gunung Sindoro, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Buka jam 4 pagi hingga 5 sore. Tiket masuk 4 ribu Rupiah. 
 
n/b: perjalanan ini satu tahun yang lalu ketika menemani keluarga Mahmud dan Neni, menghabiskan masa holidaynya.

Untuk mendapatkan keindahan alam yang luar biasa, tidak perlu jauh serta mengeluarkan biaya yang cukup pantastik hingga ke luar negeri apalagi angkasa. Indonesia punya segalanya. Inilah salah satu kesempurnaan ciptaan Tuhan yang Maha Agung, matahari terbit dari tempat sangat istimewa, lembah Posong.
Jam 1 dini hari, kami berangkat dari kota Solo menuju Temanggung. Perjalanan yang sangat panjang dan dingin, beruntung di jalan bebas hambatan karna masih sepi. Dua keluarga dengan 5 anak yang masih pecicilan membuat kami harus sedikit extra sabar dan telaten.
Kurang lebih jam setengah 4 pagi kami tiba di rumah keluarga Wahyu, di Temanggung. Beristirahat sejenak sambil menikmati semangkuk soto buatan istrinya tercinta dan segelas teh hangat beserta aneka cemilan sebagai bahan bakar tubuh sebelum melanjutkan perjalanan. Di antar Pak Wahyu, kami menuju Lembah di kaki gunung Sindoro. Cukup sempit dan terjal ketika memasuki area yang berbatu tepat ketika memasuki gapura ‘Posong’. Kurang lebih setengah jam perjalanan menanjak akhirnya kami tiba di lokasi.
Hari masih gelap, cuaca begitu dingin, bibir rasanya membeku bahkan untuk bernapas saja terasa berat karna hidung tertutup masker. Tebakanku satu derajat lagi tempat ini akan di guyur salju bila hujan tiba. Walau telah menggunakan jaket tebal dan slayar, hawa dingin tetap terasa menusuk sampai ke tulang. ku dekap anak anak yang mulai menggigil. Selimut yang kami gunakan di mobil ku lilitkan di tubuh si kecil. Tempat ini di kelilingi perkebunan penduduk seperti tembakau dan aneka hasil tani lainnya.
Cukup banyak pemuda pemudi yang telah berada di tempat tersebut, bersama menyambut datangnya sang surya.
Tidak berapa lama, semburan warna ke emasan menyeruak di sekitar gunung Sumbing. Awan terhampar luas tepat di depan kami laksana samudra putih dari kayangan, inilah salah satu negeri di atas awan, sangat indah mempesona. 7 puncak sekaligus bisa kita saksikan di lembah ini, Merbabu, Merapi, Telomoyo, Ungaran, Muria, Sumbing dan Sindoro.
Ketika sang surya perlahan lahan menampakkan ke elokan rupanya, nyaris semua orang berdecak kagum, bersorak dan tak lupa ber selfie ria. Hawa dingin yang sedari tadi terasa, tertutup sudah dengan ke indahan alam yang semakin jelas hadir memanjakan mata kami.
Walau hari telah sangat terang, kesejukan di tempat itu masih sangat terasa. Anak anak berhamburan dan bermain di sekitar area. Cukup takjub dengan sepasang ‘pengantin’ yang sepertinya sedang melakukan sesion pre wedding menggunakan gaun putih ala eropa panjang namun tipis, memperlihatkan sebagian atas dadanya.
Jam 8 pagi, kamipun bersiap siap meninggalkan ke elokan lembah posong menuju tempat indah lainnya.
* Wisata Lembah Posong tergolong baru di Kabupaten Temanggung di kaki Gunung Sindoro, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Buka jam 4 pagi hingga 5 sore. Tiket masuk 4 ribu Rupiah.
#OneDayOnePost
n/b: perjalanan ini setengah tahunan yang lalu ketika menemani keluarga Mahmud dan Neni, menghabiskan masa holidaynya.

Mar 28, 2016

Sederhana, Bersahaja dan Saling Setia

Beberapa kali gagal, tidak membuatnya menyerah. Terus berjuang mencari belahan jiwa yang entah di mana saat itu rimbanya. Sedih sudah pasti, kecewa apalagi, sakit sungguh tiada terperi. Andai saja keimanannya se ujung jari, saat itu juga akan gantung diri.

Kehidupan kadang terasa begitu keras, di tolak beberapa kali lamaran pekerjaan, di tolak pula ta arufan. Di tengah kegalauan dan perjuangan untuk move on, skenario kehidupan sedang di sulam begitu indah dengan sedemikian rupa.

Islamic Book Fair 2011 menjadi sejarah benih benih cinta itu bersemayam. Bidadari cantik, mungil dan aduhai, berkalung kamera telah berhasil membuatnya lupa sebelumnya dia sedang merana.

"Biarkan aku jatuh cinta 
Pesona pada pandangan  
Saat kita jumpa 
Biarkan aku kan mencoba 
Tak peduli kau berkata  
tuk mau atau tidak"

Sebait lagu yang mungkin cocok mengantar pertemuan itu, dengan efect slow montion tentunya. 

Bayangkanlah ketika Ali begitu menderita menahan rindu saat mencintai Fatimah, namun tak berani bersuara karna keterbatasan diri dan saingannya bukanlah orang biasa. Mundur teratur adalah cara yang paling aman dan elegan.

Dua tahun kemudian...
24 November 2013 di Kota Tua. Pertemuan itu kembali terulang dengan keadaan yang jauh lebih baik dan sempurna. Mengumpulkan segenap puing puing keberanian yang pernah lebur,  diiringi doa dan keyakinan merekapun berkenalan.

Hanya seminggu berselang, diapun mengajak sang pujaan ke jenjang yang lebih serius dan syar'i. 3 April 2014, mengikat janji di hadapan penghulu, di saksikan keluarga tercinta dan para sahabat serta tamu undangan. Kapal itu berlabuh  mengarungi bahtera rumah tangga untuk kembali bersatu di surga-Nya.

Happy Aniversari Bang Syaiha dan Teh Ella. Barakollah... semoga selalu jadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Diberikan kesehatan, kebahagian, rejeki, dan selalu dalam lindungan-Nya, ammiinnnn..:)



#OneDayOnePost

*mohon maaf kalau syair lagunya kurang pas :D

Feb 3, 2012

Sweet moment with Nurdianto family n' Qasim


Akhir tahun kemaren, kita kedatangan tamu istimewa yang jaohhhhh jaohh jenguk kami di kota pinggiran ini mereka yang tak lain dan tak bukan Nurdianto sekeluarga penuh tak kurang satu cicitpun di ikutsertakan juga temen mereka yang asli wong Mesir temen seperjuangan di RS kuwait, yaitu... kita sambutt dia.. misterr Qasimm.. eh mas bro.., sebenarnya Qasim ini dalam rangka liburan keliling Indonesia-Malaysia, begitu konon menurut cerita, dan kebetulan sekali dwunk ada temen2 nya di sini, sekalian juga mo reunian en kangen2 an, maklum sajah temen2nya yang made in Indonesia Raya ini udah bertahun2 resign.

Kedatanga mereka sebenarnya amat sangat mendadak, kita tidak ada persiapan apapun, pas itu juga kelg Nur gak mastiin mau ikut nganter apa Qasim doank yang ke solo, mana sampai detik ini rumah kami masih dalam tahap bongkar pasang, jadilah sodara2 ku.. harap di maklumin yah kemaren kalo penyambutannya kurang membahagiakan, tapi sungguh kami sangat senenggg, bahagia dan terharu banget di jenguk di sini, Insya ALlah suatu saat nanti kami juga mo bertandang ke tulung agunk, ato sekalian ke kuwait lagi jenguk mas bro Qasim :D

mereka juga awalnya bilang cuman sehari, mana datengnya udah mo tengah malam, jadi datang ngobrol bentar langsung tepar, besok pagi dah siap2 mo keliilng jawa-tengah 'rencananya' apadaya supir tak sampai, baru mau ke parangtritis aja perjalanan udah mo setengah hari, berhubung hari libur nasional dan bertepatan mo tahun baru, jalanannn ruaaaaaaaaaaaaameeeeeeeeeeee banget. Nyampai pantai udah soree, jalanan macet full, pulang niatnya mo keprambanan aja alhasil cuman lewat doank, udah gelap apa yang mo di liat, loketnya aja udah bubar. jadilah langsung pulang dengan nyawa yang tinggal seperempat, rombongan bener2 kecapean. Keluarga Nur yang niatnya langsung pulang aja batal karna saking telernya. sebenarnya ini teler di jalanan yang macet itu.. sungguh amat sangat menguras energi.

besoknya udah gak bisa kemana2 lagi, karna mas kukuh harus tempur bersama pelanggan2 lagi di toko, Keluarga Nur akhirnya jalan2 sendiri ke arah karang anyar sekalian pulang, dan Qasim pun langsung ke bandara, ngejar jadwal keberangkatan ke medan. Terima kasih banget ya mas Nur ama mba Endah, juga krucil2 yang udah berkenan mampir ke rumah kami, juga mas bro Qasim, moga kita selalu diberi kesehatan dan umur dan diberikan kesempatan buat jumpa lagi :)

Mar 18, 2010

Trip to Jogja


Salah satu resolusi di tahun ini kesampean sudah, dolanan ke jogja..***asikk..

Walo Jogja dan Solo teramat sangat deket *palagi di liat dari peta* namun bagi diriku, tu tempat cukup sulit di tempuh, pa lagi ngurus 'visanya' :D. Dan.. keberuntungan serta kebetulan banget ada undangan dari keluarga Mba atie yg ngajak ke sana.. hayaaoooowww.. ikutttt... angkuuuttt mang...

sampai Jogja sekitar jam 2 an lebih, langsung nyari penginapan dapat di daerah Malioboro, namanya Marbebu, harga standar tanpa ac 150rb. makan2 dulu, trus para krucil keliatan udah mo teler.. yo wess masukin kandang. Pertama2 pas masuk kamar, Rafa langsung histeris.. liat ruang asing, nangis2 dia gak mau masuk, beruntungnya si adik kecil Alya bawa maenan grenceng2 ma boneka imut, dasar anak kecil walhasil jadi rebutan maenan hehehe... Aku mang gak masukin maenan Rafa karna ngurangin bawaan juga, bahkan kamera pun gak ta bawa *berharap mba atie yg bagian moto2 malah kehabisan batrey juga, so.. narsisnya pake kamera hape aja :D

Rafa bobo cukup lama ampe mo magrib baru bangun, kecapean keknya ni anak, bangun2 dah sueegerr bueegerr. Abis magrib kita langsung meluncur ke tempat tujuan. Seputaran area malioboro aja.. Nyampe Mall masuk Hero, udah di niatin juga pokoknya gak bakal belanja yg gak penting2 amat.. biar bawanya gak repot, pasti juga cah bagusku Rafa bakalan minta gendong.. nah.. beneran kan.. separo perjalanan Malioboro minta gendong mulu.. berhubung hati sedang berbunga2 jadi gak berasa tu di gendong ke sana ke mari. Rafa juga keliatan enjoy banget, cuman yah itu gendong muluuu.., seharusnya mang pake troley special traveling neh.. pasti lebih seru, bawahnya kan bisa naroh belanjaan hohohoo..

walo gak niat belanja, teteppp.. pas liat peralatan kue mata jelalatan akhirnya di angkut jg trus sedikit pernak pernik tuk Rafa. Keluar Hero langsung nyari makan di warung prasmanan. lamaaaaaaaa imennn matengnyaa, satu pelanggan sempat kabur dulu neh hahahhaa.., tapi emak yg satu ini tetep semangat dwunkk nungguin, pilih menu udang tepung goreng yang udah jelas di sukain Rafa, alhamdulillah doyan dia pa lagi nasi uduknya. Rata-rata di warung prasmanan udah tertera harganya, jadi tinggal kita aja yg pinter2 milih sesuai kantong.

Waktu mo pulang kita sempat kepisah.. nah lo, kemana ikie jalan pulang, aku kok rada2 lali yah.. kekiri apa kekanan sih, nyeberang bukan...? mana lupa nama hotelnya trus hp mba Atie sepengetahuanku sedang di cas di kamar en mereka make hape suaminya. ta telp2 berulang kali gak di angkat. Biar lebih aman, ta deketin aja bagian security Mall sambil nunggu di telpon balik, beneran.. udah ada panggilan. walo udah ada panggilan liat segerombongan pengamen jalanan yg sedang gendrang2 depan mall masih juga di sempat2 in mampir.

Pulang, rafa bukannya bobo malah maen2 ma kasur, remote tv dan barang2 di penginapan. Emaknya dah teler banget tu anak masih aja jumpalitan. Jam 12 malam akhirnya tepar jg dia.

Pagi2 kita langsung meluncur lagi, pake abank becak. Tarip disana di ajak muter2 adalah 5rb, tapi yakin deh gak bakal tega ngasih segitu kalo dah ngerti jarak tempuhnya. Bak turis yang lagi plesetan aka pleseran atap becak itu di buka.. wuihihihi.. rasanya bejimanaaa getoooo..., kita muterin area keraton *gak pake mampir* lewat museum, lapangan.. trus area batik2.. dan terus.. trus ke pabrik bakpia patok. ta kirain kita bakal liat cara buatnya eh ternyata toko besar yg bertuliskan bakpia patok tempatnya makanan oleh2 khas Jogja yg tentu aja masih amat freshh.. kue mochi nya enakkkkk buangettttttt. sayang cuman beli sekotak. sedikit ta titipin oleh2 buat keluarga di rantau.

pulang dari muter2 pake beca kita mulai agak bepencar lagi, aku nyari2 maenan buat rafa di malioboro, dapet pesawat2 an ma gendang. tips belanja di emperan malioboro, tawarlah separo lebih dari harga yg di ajukan ma penjual, semisal dia nawarin 25rb berarti tu barang pasarannya 10rb, kalo 35rb berarti 15 ribu, tp kalo di toko2 biasanya udah tertera harganya.

jam setengah 1 kita keluar dari penginapan, mba Atie, mas Adie dan si kecil Alya udah dari jam 11an meluncur ke bandara balik ke bjb. Sebenarnya sebelum pulang pengen ngintip basar Beringraharjo, berhubung tas ransel udah keberatan dengan segala isinya, dan di depan ada si kecil yg nempell terus.. jadinya langsung aja meluncur ke stasiun kereta, naek Prameks menuju Solo.

Jun 11, 2009

Setahun pertama tlah berlalu



Setahun yang lalu..
12 June 2008 jam 1.25 pm, saat tangismu pertama kali memecah dunia..
Saat itupulah perjuangan seorang ibu, bapak dan anak baru di mulai..

Hari-hari pertama bersamamu dengan penuh tangis tawa dan canda
Saat pertama kali kau mengenal dunia

****

Saat-saat pertama ku memberi susu padamu,
Saat-saat pertama menjadi seorang ibu

Dua hari dua malam kau menangis meminta susu, susu yang tak jua kau dapatkan ketika kau lepas dari rumah sakit tempat kau di lahirkan. kau memang sempat dua kali terkena susu formula namun tidak lagi setelah kita tiba di rumah. Selama tiga hari tiga malam juga mata ini menjagaimu. Segala daya upaya ku kerahkan tuk memberi hanya yang terbaik padamu, namun tangismu tak jua mereda..

Yah.. tepat di hari ke tiga, sumber kehidupanmu tlah tiba.. walo sedikit demi sedikit kau nikmat setiap tetesnya dan setiap tetes itu pula kurasakan perih yang tiada terkira, namun tekatku hanya ingin memberi yang terbaik padamu mengalahkan segalanya, tak ku ijinkan air mata ini berjatuhan hanya keperihan sesaat itu. kuhentak-hentakkan kaki ini ketika rasanya tak tertahankan lg, ku dekap erat tubuhmu dan ku bisikkan semuanya akan baik-baik saja.

dua minggu berlalu.. yah.. perih2 dari dalam itupun berlalu di lanjut perih dari luar karna pu***g yang mulai mengelupas, tak apa.. karna aku bukan yang pertama mengalami ini semua.

Hingga detik ini ku hanya memberikan ASI padamu.. yah.. asi saja, insya Allah berlanjut sampai 2tahun (setengah) mentok2 3 tahun deh.. hihihi.. karna saatku memberi asi padamu adalah moment terindah dari yang paling indah kumiliki bersamamu. Tatapan mata indahmu, dekapanmu.. belaianmu *lha kok anaknya yg belai* berasa bener2 dunia milik kita beduwa. Tak peduli orang bilang apa, tak peduli ada susu paling mahal sedunia yang ku tau dan ku mau hanya memberi ASI saja padamu. Bukankan dengan begini sebenarnya      aku jg turut serta menyelamatkan perekonomian bangsa.... :D

n/b; spesial thanks for Mba Dita atas segala suport, bimbingan dan perhatiannya ya mba.. dan karna Mba Dita pulalah aku berkenalan dengan milis Asi for Baby, moga Allah membelas beribu-ribu kebaikan buat mba Dita sekeluarga, amin..


say YES to ASI, woekeh..;))

Jan 14, 2009

11tahun terpisah, bertemu kembali di dunia Maya

Siapa menyangka dan menduga, teman satu sekolah bertahun tahun, satu kelas beberapa kali terpisahkan oleh jarak dan waktu akhirnya bertemu kembali di tempat dan di waktu yang tak pernah terkira.

Kali ini blog keramatku ini *haeeyahh* mencomblangi bertemunya kembali dengan si cantik Laila, ato yang sering di panggil Lela. Dunia mang sempit ya Lel. Walo dulu kita tak sedeket kaya sodara, tak selengket kaya prangko dan amplopnya *becoz beda geng’ster’ namun kamu salah satu temen yang ku anggap sangat baik, tidak pernah berbuat criminal apalagi huruhara *kata2 nya sadis banget, maaf-maaf,  maklum preman yg nulis ikie..*

Mulanya sungguh aku gak percaya kalo itu bener-bener kamu, beberapa kali cuba ku perhatikan dengan seksama, takut mataku salah liat or salah baca, maklum saja kamu terlihat lebih bersahaja dengan hijab itu membuatku terkesima dan harus liat dari samping belakang atas bawah, benerkah itu kamu? Sampai ta benerin monitor dulu biar ukuran normal, soale pake layar lbr Ternyata iyahh.. aku gak salah, itu kan kamu yg dulu selalu bedua ma Erma, itukan kamu yg sering di ikutkan ma aku juga buat nari-nari klo ada acara waktu SMP. Satu kelas ketika kelas 3, dan kelas 1 SMU, hingga akhirnya kamu pergi meninggalkan kami semua kembali ke palangkaraya tempat tinggalmu dahulu sebelum pindah ke Rantau *bener gak sih?*, dan sekarang tinggal di Banjarbaru, dah nikah, dah punya anak cewek yang imoett banget, bener2 ngewarisin wajah emaknya jaman perawan dolo.

Kurang lebih 11tahunan berlalu, waktu begitu cepatnya meninggalkan kita namun kamu masih lembut seperti yg dulu. Aku masih ingat ketika kamu nangis gara-gara si kopral isengsialanitu, aku masih ingat juga ketika kita sering manjat-manjat atasnya pintu dengan harapan tubuh kita bisa tambah tinggi, namun sayang tinggi kita tak berubah juga mentok di ukuran yang telah di takdirkan. Nama kita yang sama pendek, tubuh yg sama kurus *tapi perasaan kurusan kamu deh*, dan juga pernah menyukai/disukai orang yg sama uhuks2 hahhahhaaaaa… ngakak guling2 sambil mesem2.

Dan yang sangat lekat di benakku, hari terakhir sebelum kamu pergi meninggalkan Rantau, hampir satu kampung melepaskan kepergian keluargamu, dan baru ku tau kalo keluargamu termasuk keluarga yg cukup terpandang.

Semoga Allah selalu merahmati keluargamu ya Lel.. di limpahkan berkah, kebahagiaan dan kesehatan selalu, amin..



Jun 1, 2008

Ampe ketemu lagi 'dede' Nafis


Satu lagi emak yg udah lama menetap di kuwait (mungkin 3taonan x yak) harus pergi meninggalkan kuwait dan melanjutkan tugas kembali ke tanah aer tercinta indonesia raya.

kurang lebih 2tahunan kita bertetangga, walo sering2 maennya di akhir tahun ini sajah ketika Nafis hadir di muka bumi inih, maklum sajah (calon) emak yg atu ini *halah* seperti biasa cibukk.. or sok sibuk deh gitu..

selama itu kalian menjadi tetangga kami yg sangat baek, begitu pula kami harap kami menjadi tettangga kalian yg baik pula yakk.. mohon maaf jika ada kehilafan2 yg di sengaja atopon yg kami sengaja2 in, kami hanya manusia biasa yg tentu tak luput dari dosa, terima kasih atas segala kebaikan2 kalian selama ini sama kami, terutama malam terakhir itu kau (rosa) mengajakku begadang sett dah...
moga kita diberi kesempatan dan rezky untuk bertemu kembali entah kapan dan di mana, moga silaturahmi kita tak terputus walo jarak kita sekarang udah jadi nunnn jauhh di sana.. dan di sini..:)

nb; sebenarnya mereka pergi udah dari tgl 4 Mei tadi, ni baru di posting :D.
ket poto; beberapa jam sebelum Nafis meninggalkan Kuwait.

Feb 23, 2008

Jalan Jalan bareng

Akhirnya ke inginan buat ketaman seminggu yg lalu terlaksana sudah, cuman ampe parkirannya doank, trus nyari tempat laen lagi deh buat gelar tikar, kenapa? soale tamannya dah di boking orang entah berantah yg nutup tu taman.. hehehe.. sepertinya lagi masih dalam rangka menyambut kemerdekaannya kuwait tu taman mo di jadiin suatu tempat buat suatu orang :P

Kita berangkat bareng Agunk juga, kebetulan bgt mas kukuh jg libur trus muter ke pantai shuwaikhm nyampe sana dah mo jam setengah 6an wuhaaa... ke sorean cink.. padahal mo maken siang, nah lo.. anginnya mah gak sepoy2 lageee tapi kenceng pluss ademmm.. ampe mengigil2 gitu deh, tak apa lah dari pada balik lagi ke rumah. nyampe langsung nyari tempat di semak2 biar gak terlalu keterpa angin, gelar tiker.. maemm, ada sekitar 20 menitan kaleee selesai maem, bapak2 berokok2 bentar.. truss... setelah magrib langsung cabut ke avenue. mumpung masih awal jd parkiran gak terlalu susah.

counter2 'sale' dah berkurang banget gak kaya akhir2 bulan januari td, di 'mother care' aku dapat atu baju hamil yg bagus jg buat kerja, kebetulan cocok dan murah meriah ambil deh.. buat perlengkapan baby keknya masih mahal2 yakk.. eh si kecil di peyutt nendang2 pas aku g milih2 baju dia, kesenengan apa dia protes yakkk tu baju kemahalan hahha.., trus ta elus2.. sabar ya nakk.. emakmu ma bapakkmu masih nyari2 yg pas di hati ma di kantong neh.. hehhe.. trus anteng deh dia, mungkin dia mo ngomong jg jgn di sini mama cayankk.. sebelah aja.. banyak temennya tuh.. heheh

melancong ke sebelahnya 'baroue' wah.. ni dia.... diskon 90%, dapat beberapa item, senengnya....dpt baju bagus dengan harga miring ring... ring.. ampe mo roboh, walo di rupiahin sih mayan jg :D

jam 8an kita pulang, berhubung Agunk jg dines malam.

seminggu yg lalu kita juga sempat belanja2 plus jalan2 ke sultan centre bersama keluarga Mas Mus (Mas Mus, Ocha, Nafis). Abis belanja rencananya kita mo nyantei2 di pinggiran pantai masih wilayah sultan centre itu, apa daya.. angin berhembus kencang sekali, dingin pula baru jalan bentar aja rombongan dah mulai menggigil..langsung balik deh ke dalam mall.. trus kita maem2 di KFC.

Jan 6, 2008

Masa-masa di SMU

masa yg paling indah tuk di kenang, masa di sekolah
masa yg kadang bikin senyam senyum sendiri, masa di sekolah
masa yg kadang pengen balik lagi, masa di sekolah
hemm.. oh indahnya masa itu... *sambil nyanyi nyanyi trala..triiliili..*
.

Kemaren blog ku kedatangan tamu special, teman lama yg udah bertaon2 tak bersua dan berjumpa, yg bikin hatiku menjadi berbunga2..

kilas balik
kelas 1 SMU (1996-1997) selama satu tahun kami sekelas, belajar bersama, tertawa bersama, cerita2, bahkan nyaris membolos bersama (kmrn itu jd gak sih bolosnya cmn gara2 mo nonton filem vapire setiap ari sabtu :P), kalo pas jam kosong pulang awal suka maen ke rumahnya trus nonton bioskop deh di rumahnya, maklum aja ni rumah orang jadi serbuan tempat kita nonton filem soale dia yg punya pasilitas plus pernak pernik bioskopnya hehhee..opstt catetan kita gak pernah nonton film yg aneh2 yakk, walo kita masa2 puberitas mode on, kita masih tergolong anak baek2 kok amin... Ibu bapaknya menerima kedatangan kami dengan sangat hangatnya, apalagi suguhan cemilan2 itu, wadohh.. serasa di bioskop beneran dgn pasilitas dan snack serba gratis.

selama setahun itulah kita sangat deket, karna aku ma ni anak juga gak punya pacar, jadi waktu bersama jadi lebih banyak. Dia punya sepupu namanya Sasa yg rumahnya jg gak terlalu jauh dari rumahnya, eh mereka itu jg sekelas mulu, aku jg sering di ajak ke sana, trus kalo pulang suka di kasih oleh2. dia jua punya pohon jambu yg manisssssssss banget, sekarang masih berbuah gak yakk?

kelas 2 kita terpisah, walo sama kelas 2 tp letak kelas kami cukup jauh kudu ngelewatin lapangan dolo plus kantor guru, yg membuat kami tak sedekat waktu sekelas dolo. tapi hubungan kami tetap baik. kami jg gak pernah tawuran :P

kelas 3, lagi2 terpisah karna beda jurusan, dan sibuk dengan pelajaran masing2 karna mau ujian. setamat sekolah nyaris terputus tuss..

waktu di bjm, kita pernah ketemu di jalan, lagi.. pada saat aku mo mampir ke kost dia ke sasar plus gak ketemu2. akhirnya putus lagi tus..tus..

sekarang..yehaa..kita bersuha lagi senengnya, masa2 kelas 1 dolo seperti baru terjadi kemaren sore ah.. indahnya.

Moga, kita di beri kesempatan untuk bertemu kembali ya May, Ira Damayanti ni lengkapnya di panggilnya Amay.., i miss u so much, sama sasa jg, dan teman2 yg lainnya, semuanya2 yg ada di poto itu dan yg gak termuat di poto plus ma guru2 nya. makasih banget atas kiriman potonya yg gak pernah aku miliki di jaman2 dolo *maklum gak pernah punya kamera hikss*

titip salam buat temen2 semua, siapapun dan di manapaun mereka, aku gak akan pernah melupakan mereka semua. Kalian teman2 terbaik yg pernah ku miliki, kalian mengisi lembaran masa2 sekolahku dengan yg sangat istimewa. mis u allll.. semoga kalian baek2 saja.. dan diberikan kesejahteraan serta kesehatan plus kesuksesan di dunia dan akhirat..amin..

Dec 21, 2007

Id Adha Mubarakk

Kalo tidak salah itung, ini adalah lebaran Adha ku yg ke tiga, semakin tahun terasa semakin, hemm.. cepi dan rasanya si emak yg atu ini semakin males2 an kalo bikin menu special, di tambah mo lebaran td gas abis yah.. kompletlah alasan untuk maem di luar sajah. bukannya jg kita tidak berusaha mencari tapi mang keliling2 kemaren gak ketemu. Beruntungnya kita mempunyai teman2 yg baik hati yg mo berbagi berkahnya eh salahh menunya :P

di mulai hari pertama, rencananya kita mo solat Id KBRI, apa daya ketika nyampe daerah sana tu emabsy gak keliatan di puter2 in gak ketemu, ternyata mas salah ambil jalan plus muternya, pas udah ketemu udah jam 7.15. padahal jadwalnya jam 7 pagi, di mesjid2 lain dah pada hotbah, pengen masuk pengen gakk, berharap masih lom di mulai tp rasanya berat banget lom lagi entar kalo jd pusat perhatian wadoww, hingga akhirnya kita pun memutuskan untuk pulang tanpa bersolat id adha. Semoga taon depan gak telat lagi deh nyampenya :(

nyampe rumah kita sarapan roti, terus mulai ngunjungin tetangga. yg pertama keluarganya Hariyanto, terus keluarganya embasy hehhe.. maksudnya kita ke wisma duta, tempat open house nya pak Duta. gak ketemu sih, tapi mayan lah ketemu sate :P. yg datengg buanyakkkkkkkkk byk, sampai ngambil makanannya kudu antre 2 kilometer, eh gak dink.., entahlah pas udah liat makanan banyak gt nafsu maemku rada2 turun, trus kabor ke pembakaran sempat dapat sate ayam ma sapi, berhubung sate sapinya berasa agak2 mentah gitu akhirnya ku putuskan tuk maem sate ayam ajah. Disana kita ketemu banyak sekali temen lama dan baru, so sekalian reuni kannn, mungkin sekitar satu jam an kali di sana abis tu pulang, ohwiyah kita ke sana bareng ma beni tetangga di lantai atas, trus pake mobilnya dia juga.

Gak berapa menit kemudian ada undangan lagi dari keluarga Nurdianto, katanya ada bakso ayoo dateng, wah perut masih ke penuhan, kita minta beberapa jam untuk penurunan berat badan dolo. abis asar baru deh ke sana. Baksonya mba endah mang maknyusss euy.., malam arinya kita teparr bersama.

hari ke dua sebenarnya gak ada rencana ke mana2 selain nyari gas itu, mas kukuh juga dah kerja, kalo aku sabtu baru masuk. Di rumah beberes ajah plus nyetrika. sore ari nonton bersama, trus mas kukuh bobo2 an, abis magrib dapat undangan lage dari rombongan Hariyanto kalo mereka lagi ngadain acara di taman Riggae deket sini plus bakar2 sate. sebenarnya gak terlalu antusias banget mengingat malam ari berarti udara di luar lumayan dingin. Mengingat ada bakar2 itu jadi mayan bergairah juga, untuk mengantisipasi udara di luar aku make baju ampe berlapis2 plus topi tungklup. Kulitku yg keliat cuman muka ma tangan. sempat nyari2 sarung tangan gak ketemu. tapi mayan lah berkat bajuku yg berlapis2 ini aku mayan terhidar dari udara dingin di luar. Mas kukuh ajah liat penampilanku sambil geleng2 kepala, apa gak panas begitu katanya hahaha.., kalo perlu mo bawa selimut sekalian :D

Disana udah ada Keluarga Jose, Keluarga Mus, Keluarga Agus, Bu Iis, Keluarga Haryanto, Keluarga Fatma, dan juga masing2 semua bawa anak bg yang dah punya anak, ruamee banget, kita dateng yg paling belakangan tp masih kebagian sate kambingnya dinkk.. n jagung bakarnya itu loo.. huaaaaaaaaaaaaemm.. enakk tenann, manis kriyukk..kriyukk.., jam 7 an kita pulang, sebelum pulang nyari2 gas dolo, alhamdulillah ketemu, akhirnya dapurku bisa ngebull jg.

Tapi sebelum pulang rumah beneran, kita di ajak lage ke tempat keluarga Koko, mereka ini pernah satu gedung ma kita tapi barusan pindah. di sana di suguhin bakso lage...aduhh. ni perutt rasanya mo meletuss keknya, tapi la kok tetap masukk yakk..hohohoo..

n/b; poto menyusul


Aug 10, 2007

welcome in the world 'Yahya & Navis'

Perkenalkan, namaku Yahya mahmud, bapakku yg ngasih nama sebenarnya sih ibuku mo nambahin jadi Yahya Abdurahman Mahmud, berhubung dah jadi akta n agak ribet ngurusnya kembali jadi make nama awal aja. Mahmud itu nama abiku kalo umiku namanya Husnaine tante raida sering memanggilnya neni saja, umurku sekarang dah lebih dari tiga minggu, tepatnya aku lahir tgl 16 july 2007 kemaren di rumah sakit farwania. si tante ni barusan aja updetin mukaku yg imut2 plus cute ini di sini ah..si tante ini mang sok sibuk, eh tapi si tante raida ma om kukuh ini tante dan om yg paling baek hati lo yg pernah menjengukku...wekssssssssss....

Sebenarnya kelahiran si buba di perkirakan dokter tgl 4 july, tapi ketika tgl tersebut di atas si buba lom ada ngasih sinyal bakalan keluar. Menjelang detik2 itu neni ampir tiap malam kudu olahraga, jalannnnn ampe secape-capenya. Sekali aku pernah ikut nemenin dia jalan malam, sungguh lumayan cape jg. kenapa ngambil malam berhubung di sini gi musim panas kalo siang tentuuuu sangat panasss sekali.. (dah tau :P)

menurut peraturan pemerintah hospital kuwait, buba hanya buleh kelebihan ampe 9 hari dan kalo ampe batas itu lom mo keluar jg maka akan diadakan induksi. maaf2 soal kata2 tekhnis about kelahiran sungguh saya tidak begitu paham jadi sepeingat saya aja yah.

Tepat di kelebihan 9 hari pada tgl 14 july akhirnya neni siap2 ke hospital. kata dia sebenarnya dari pada di induksi di mana buba dipaksa keluar dan tentu neni akan merasakan sakit yg luar biasa ketimbang tanpa iduksi dia cuba nanya2 kepada seniornya apa bisa buat sesar, katanya gak bisa kecuali kalo induksi udah di lakukan namun tidak berhasil baru sesar di laksanakan.

sebelum neni masuk hospital di sore hari aku hanya bisa kasih dukungan dan doa, setelah itupun komunikasi nyaris aku putuskan aku takut ganggu dia saat ngeden2 hehehe..tentang info dah keluar or belum aku hanya nanyain ama suaminya ajah.

kok aku gak langsung nengok n temenin dia di hospital, nahhhh...di sini ada letak ke anehan jg menurutku. jangankan temen, suami, orang tua yg pengen nungguin di saat detik2 perjuangan berdarah2 itu gak diperkenankan masuk, semuaaa di luar, bahkan di luar batas jam pengunjung mereka gak boleh bertamu yg jam limitit nya 8malam, jadi pas ngelahirin tengah malam kerabat hanya bisa ngasih soport dan bedoa dari rumah.

jadi lagi kalo pengen ngelahirin di sini kudu siap2 mental jg berjuang sendiri dengan orang2 yg mungkin nyaris gak di kenal, tapi kadang perawatnya ada jg kok dari indonesia. gimana cuba kalo sama2 asing terus yg mo ngelahirin gak ngerti basa asing mana lagi sakit2 di suruh ini itu gak ngerti wadoww..temenku ada yg kapok ngelahirin di sini ketika dia dah siap2 kelahiran yg kedua dia milih ngelahirin di indonesia aja.

Enaknyya kalo ngelahirin di sini mo induksi, normal ato cecar sekalipun bayarnya sama cuman 2kd doank (setara 60rebu rupiah saja) yg fasilitasnya sudah nyaingin rumah sakit ala indonesia tipe melati 1 ato kalo mo lebih nambah dikit bayar 5 kd dapat kelas vip, cuman karna saking murahnya tipe ini sangat amat cepat penuh ketimbang kosongnya.

Aku pernah nanyain ke mas kukuh kan sesar gak cecar kan kita bayar sama kenapa mereka gak langsung megiyakan ketika mo cecar, katanya sih mang secara pinansial ke kita gak ngaruh tapi buat rumah sakit termasuk makan biaya jg jadi semua pasilitas rumah sakit kan di subsidi jd biar pemerintahnya gak rugi sering2.

trus semisal pasien dah gak kuat ngeden nanti pasien jg bakal di kasih pilihan mau di vakum ato di cecar? seandainya pasien minta di cecar jg dah boleh hayoww dari pada di vakum kan kasian pala anaknya, kebanyakan baby yg di vakum palanya lebih lonjog iyah kalo gak apa2 tapi di sana kan pusat syarafnya :(

ada lagi uniknya di sini, kan orang kalo dah tahap pembukaan pasti sedang merasakan sakit yang udah mayannn berattttttttt..sampai..kagak bisa jalan lagi, semisal baru pembukaan tiga or dua apalagi baru satu si pasien bakal di suruh pulang lagi, mereka hanya mau menerima pasien yg pembukaannya udah di atas 4, kenapa? biar gak kelaman di rumah sakitnya soalnya mang banyak pesertanya.

Tepat tgl 16 july pagi, Alhamdulillah..akhir si buba keluar jg dengan selamat begitu pula emaknya tanpa di dampingin suami tercinta :(

dua hari kemudian baby dan emaknya langsung di bawa pulang, neni gak mau lama2 di sana karna sering kesepian pa lagi jam bertamunya yg sangat di batasin, rata2 wanita yg udah ngelahirin di rumah sakit di sinipun pengen cepet pulang yah alasanya itu, ada yg sehari baru ngelahirin langsung cabut deh.

Di akhir bulan July kalo gak salah tgl 28 july bukan yah, purta musliadi dan Rosa teman sebuiding kami nyusul Yahya, namanya Navis..hemm..lupa, potonya lom dapat nee..

selamat yahh..moga Yahya dan Navis, jadi anak yg soleh berbakti pada umi dan abinya, berguna bagi umatnya..moga di berikan umur yg panjang dan kesehatan selalu..di murahkan rejekinya..di lancarkan segala usahanya..amin...


kalo ada yg nanya raida kapan???? mohon doain aja yah.....