Showing posts with label dunia lain. Show all posts
Showing posts with label dunia lain. Show all posts

Nov 19, 2022

Kucing Kampung Dalam Cerita

Tidak sedikit yang bertanya, kenapa kami tidak memelihara kucing ras aka kucing yang bulunya riwuk-riwuk atau apa pun itu jenisnya dalam istilah pokok’e kucing kelas atas. Saya tidak anti kucing yang dianggap bagus itu, tapi saya yakin kucing jenis seperti itu yang sayang dan memeliharanya pasti banyak. Coba aja mangkal di group-group pecinta kucing, kalau ada open adop dengan kucing imut, lucu menggemaskan, apalagi ras, pasti yang antri banyak, walau opennya baru beberapa menit lalu. Jadi biarlah mereka dipeliara orang yang menginginkannya.

Di samping dari pada itu, kucing kami tidak ada yang dikandang. Mereka (dua kucing kampung saya) semi indoor. Tapi saya tetap punya kandang, dipakai saat-saat tertentu saja, semisal pas sakit, atau selepas mandi. Meski rumah kami ada pagarnya, tetap aja si lanang itu loncat dan senangannya berburu. Sekarang si wedok juga ikut-ikutan loncat, mantau keadaan. Biasanya mereka saya kenyangkan di rumah, saya tidak ingin mereka mencari makan di luaran apalagi sampai mengganggu orang lain, meskipun dari pada itu, tentu saja kami tidak pernah tahu secara pasti apa yang mereka lakukan di luaran sana.

Seandainya kucing kami kucing yang dianggap ras atas itu, apalagi semisal beli dan terjadi sesuatu hal yang sungguh meluluh lantakkan dunia perkucingan (baca mati/hilang) tentu saja nyeseknya double. Tau kan rasanya ditinggal lagi sayang-sayanagnya? Nah itu ditambah dengan harga materi dari kucing itu sendiri. Dan tentu saja, kucing (masih, yang dianggap ras atas) perawatannya selain mahal tentu saja harus lebih dan super telaten kalau mau bentuknya tetap cantik, glowing, lucu dan menggemaskan. Etapi.. kalau ada yang mau ngasih kelas spinx bolehlah saya pertimbangkan hahhaha..

Sajak e, yoo.. kucing kampung pun apabila dipelihara dengan baik dan benar, belum lagi di kasih pakan yang ada embel-embelnya bikin bulu cantik semlohai.. mereka tidak kalah kok sama kucing-kucing ras itu.

*

Kami berusaha merawat dan memelihara mereka semampu yang kami bisa. Memberi makan dan tempat tinggal yang layak, memandikan saat mereka harus mandi, membawa mereka berobat ketika sakit, lalu sisanya kami pasrahkan pada alam.

Seperti anjuran pemerintah, punya anabul cukup dua saja .. yang penting kopen :D

 

 

Oct 5, 2017

Dendam

Di sebuah group ada member yang melemparkan obrolan seperti ini, "Dulu murid dimarahi guru, dilempar penghapusan, dipukul dengan penggaris, dihukum guru. Kita tidak berani mengadu ke orangtua, bisa-bisa malah ditambah hukuman.
Sekarang kalau kita lapor sama orang tua, bisa-bisa guru kita malah dilaporkan polisi."

Jari sayapun rasanya gatel ingin ikutan berceloteh, "Anak-anak dulu dalam cerita itu kemudian tumbuh mendewasa, dan punya anak yang kemudian tumbuh di jaman sekarang. Bisa jadi lho ... bisa jadi, anak-anak dulu dendam akhirmya melampiaskannya skrg :D"

Okey, intinya adalah dendam jika itu nyata, karena saya juga kurang mengetahui bagaimana kehidupan si "pelapor" pada era dia sekolah dulu. Saya pribadi belum pernah seumur-umur dipukul guru. Boro-boro, dimarahin saja sangat jarang paling banter di tegur. Karena apa? Saya murid pendiam yang kasat mata,  kalau keliatan nakal itu lebih karena ikut-ikutan,  dihukumnyapun bisa berjamaah. Jadi saya tidak pernah dendam sama guru.

Dan rasanya kasus antara orangtua vs guru, atau murid vs guru pun saat ini semakin sering dan banyak dan tingkatnya semakin seram. Mungkin juga karena pengaruh mudahnya informasi yang menyebar, dengan mudah pula berita itu kita ketahui.

Sama ketika banyaknya kasus tkw yang di siksa majikan. Sejak lama negara kita mengirim tkw ke berbagai negara terutama negara Timor Tengah dan Asia. Pernah ngga kita berpikir para pekerja kita yang sisiksa itu sebenarnya masa kecil para majikannya tumbuh besar di bawah asuhan mereka (tkw) terdahulu?

Juga saat berita sangat menohok tentang anak-anak durhaka kepada orangtua. Pernah ngga kita sedikit saja menggali kehidupan mereka semasa dalam asuhan.  Bukankah sudah hukum alam, anak-anak yang dimuliakan akan memuliakan orangtuanya. Jangankan orangtua, sama asisten rumah tangga saja kalau anak-anak itu disayang dengan sepenuh hati merekapun akan menyayanginya.

Apr 28, 2016

2 Pekerja Loundry

Tidak jauh dari tempat tinggal kami sebenarnya ada usaha loundry kiloan juga. Lumayan murah Rp2500/kg sudah termasuk cuci, setrika dan wewangiannya, tapi kalau nyetrika saja di kenain tarif Rp2000/kg. Untuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, harga ini sudah standar. Kalaupun ada yang lebih di atas, tidak lebih dari Rp5000/kg nya.

Saya pribadi tergolong umat yang senang mencuci baju tapi berasa payah banget di bagian nyetrika (cerita ada di sini).  Walaupun ada tukang loundry yang dekat, entah kenapa saya merasa tidak puas, dan tipikal model macam saya ini tak la rajin banget negur-negur kerjaan orang, ngga enak banget.

Pilihan saya cuman 3: lanjut, terusin apa kerjain sendiri. Saya perhatiin hasil karya mba Loundry yang pertama ini sangat kurang maksimal masih kusam dan kurang rapi. Kalau ketemupun seringnya ngeluh, kecapean banyak kerjaan dan masih banyak lagi. Belum lagi setelah ngerti bbm, tidak sekali dua kali aku perhatiin dia nyetrika sambil baca/balesin itu isi hape.

Saat kita berhenti berinovasi atau setengah hati melakukan apapun (catetan dan pengingat diri sendiri neh) percayalah akan ada orang lain di luar sana yang siap menggantikan kerja kita, mungkin hasilnya malah jauh lebih baik dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Mba Ambar namanya, hampir satu bulanan ini dia membantuku menyetrika baju-baju keluargaku. Hasilnya halus, licin dan sangat wangi. Dia selalu menyambut kedatangannku dengan senyum dan sangat ramah. Tak pernah sekalipun ku dengar dia mengeluh. Aku pribadi tidak tau persis berapa dia mematok harga untuk setiap kg cucian. Di awal bulan kemarin aku titipkan saja uang Rp50.000.

Pertengahan bulan mulai aku tanyain, udah habis belum? Dia selalu bilang masih. Aku heran ini bajuku yang kedikitan apa memang dia masang tarif lebih murah. Berkali-kali setiap aku ke sana, dia selalu bilang masih.

Mba Ambar sebenarnya ingin mengantar jemput cucianku hanya saja aku 'pekewoh' terlihat mba Loundry yang pertama, dan jadilah ku antar jemput cucian menjelang malam tiba.

#OneDayOnePost

Apr 25, 2016

Kisah Keluarga Kelinci

Di sebuah hutan rimba di pinggiran sungai hiduplah keluarga kelinci. Mereka terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak yang mempunyai mata dan bulu yang sangat indah.

Karena terlalu di sayang, anak kelinci menjadi pribadi yang malas dan manja, sehari hari hanya bermain dan tidak mau belajar bahkan untuk mencari makan.

Sebenarnya ayah dan ibu kelinci berusaha mengajari anaknya untuk mencari tanamanan bersama-sama juga cara menghindar dari serangan binatang buas.

Tapi, anaknya selalu menolak karena dia tidak ingin bulu-bulunya yang indah menjadi kotor.

Pada suatu hari ketika mereka asik berkumpul dan menikmati buah-buahan di hutan,  dari kejauhan tampak seekor harimau yang sedang kelaparan dan siap menerkam mereka.

Melihat hal tersebut, keluarga kelinci segera berlari secepat mungkin.

Menyadari kemampuan mereka yang kalah jauh dari harimau, ayah dan ibu kelinci memasukkan anaknya ke sebuah lubang di dekat pohon dan menutupinya dengan dedaunan kering.

“Anakku tetaplah disini sampai keadaan di luar benar-benar aman” pesan ayah kelinci, kemudian ayah dan ibu berlari berpencar untuk mengalihkan perhatian sang harimau.

Anak kelinci begitu ketakutan. Keesokan harinya dia keluar dari lubang dan sangat sedih karna ayah ibunya tidak kembali.

Sejak saat itu, walau tertatih-tatih dan bersusah payah anak kelinci mulai belajar mencari makanan sendiri, tempat beristirahat dan bergaul dengan binatang lain karna dia sudah tidak memiliki keluarga.

****

Rafa: Mama, kemana ayah dan ibu kelinci?

Me: Salah satu dari mereka di makan harimau, dan satunya lagi tersesat karna berlari begitu jauh

#OneDayOnePost

Apr 20, 2016

Husein

"Mamaaaaaa..." teriak Aldi sepulang sekolah. Amboyyy.. senang melihat dia begitu ceria, pasti ada sesuatu menggembirakan dia temui seharian ini. Aldi langsung menghujani pelukan padaku.
-
"Husein sudah masuk sekolah lagi, ma"
-
"Oh ya.. bagus, mama turut seneng"
-
"Dia ngajak aku maen terus, kemana-mana bareng, solat di sampingku, makan juga deketan lo ma" Mulut mugilnya tak behenti mengoceh.
-
Bahagia tentu saja, walaupun ada perasaan tidak enak karena kesibukan yang menggunung membuatku tak sempat menjenguknya.
-
Beberapa hari yang lalu Husein mengalami kecelakaan. Seorang pengendara motor tak bertanggung jawab menabraknya tidak jauh dari perumahan mereka tinggal. Dia tergeletak tak sadarkan diri di tepi jalan, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kabar terakhir menyebutkan masih di ruang ICU.
-
Husein satu-satunya temen anakku yang paling akrab semenjak pertama kali masuk di Tk kecil. Aldi termasuk anak yang susah bergaul, namun sekali dekat dia akan nempel layaknya perangko. Semenjak kecelakaan tersebut, Aldi begitu murung dan sedih. Dia menjadi malas bersekolah, sehari-hari di rumah melamun. Namun hari ini semuanya sudah terganti. Betapa bahagianya melihat dia ceria kembali.
-
Ping!
Notif bbm menyadarkam lamunanku, segera ku buka hape bututku di dekat meja dapur. Ku lihat Aldi tengah asik memainan rubrik kesayangannya.

Bc:
Ketua POS: Assalamualaikum wr wb. Inalillahiwainailahi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah ananda Husein Abidin jam 10 tadi pagi. Insha Allah akan di kebumikan ba'da Ashar. Bagi orang tua wali murid yang ingin ikut melayat ke rumah duka, harap berkumpul di rumah bu Ratna jam 2 siang ini, atau bisa langsung ke rumah almarhum. Wassalamualaikum wr wb.

Tanganku bergetar, jantungku seakan di pompa lebih kencang. Jadi, siapa yang di ceritain Aldi barusan?

**POS : Persatuan Orangtua Siswa/i

#OneDayOnePost
#Fiksi

Apr 15, 2016

Anak Jenderal

By Raida

Bahrun menatap bahu Faizal yang memeluk guling menghadap tembok kayu kamar yang mulai kusam. Sedih nian memikirkah sahabatnya, sudah 2 hari hanya minum, tak mau menelan nasi barang se bijipun.
-
"Ayolah Faizal, aku bawakan soto lamongan kegemaranmu, makanlah sedikit" pinta Bahrun sambil terus menyodorkan se mangkok soto panas.
-
Faizal hanya diam, tanpa reaksi. Bahkan tak dihiraukan beberapa ekor nyamuk dengan leluasa menggigit kakinya yang di tumbuhin helaian rambut. Bahrun menepuk kencang nyamuk tersebut, karena refleks mengakibatkan getaran cukup hebat, Faizal bangkit hingga menyenggol mangkok soto, tumpah membanjiri kasur. Bahrun kesal, dia keluar menemui adiknya Faizal, Fatimah yang sedang sibuk menjahit baju gamis menggunakan mesin jait manual ber merk buterfly.
'
"Kita harus melakukan sesuatu, Fatimah!" Bahrun memukulkan tangannya ke tembok, menatap nanar ke luar jendela.
-
"Sudahlah bang, tak ada yang bisa kita lakukan. mungkin Azizah memang tak berjodoh dengan bang Faizal, besok ia akan menikah" jawab Fatimah sambil terus memainkan kakinya di bawah mesin jait. Irama mesin jait seakan mengalun syahdu mengiringi setiap ucapan Fatimah.
-
"Selama belum ada ijab dan qabul, jodoh belum di tentukan, Fatimah!" Ujarnya geram. Matanya mulai berapi-api. berkelebat ke sana ke mari seakan mencari titik sudut meluapkan kemarahan. Laki-laki mana telah begitu tega memisahkan cinta Faizal dan Azizah?
-
Angannya mulai melayang, menyusuri setiap jengkal kenangan, kedekatannya dengan Faizal selama ini. Sahabat seiya sekata, laksana Arjuna dan Bima beda orang tua. Bahkan, Bahrun menyayangi Faizal melebihi dirinya sendiri, karna dia tak punya saudara. Dia ingat saat polisi menangkapnya beberapa tahun lalu akibat tawuran yang dilakukan bersama the geng , Faizal menjual mobil pick up  untuk menebus Bahrun agar keluar dari penjara. Bahkan Faizallah orang pertama ikut megurus ibunya yang sakit, membantu biaya administrasi, hingga mengangkat jenazah sampai ke liang lahat. Menemani dan mengurusnya selama berhari-hari saat suasana masih berkabung. Membawakan rutin ransum makanan komplit dengan susu sebagai gizi tambahan. Karena duka Bahrun teramat dalam, hingga dia tak mau makan. Faizal menyuapinya bahkan mengancam tidak akan makan selama temannya tak ikut makan bersamamya.
-
Walaupun sosok Bahrun bermental preman, penuh tato menyelimuti tubuh, tapi hatinya teramat sensitif. Saat menontonn film Bolywood kegemarannya, dia bisa menangis tersedu-sedu karena tersentuh pada tema film cinta dan persahabatan.
-
"Aku pamit dulu, Fatimah. Kau cobalah bujuk abangmu untuk makan"
-
"Mau ke mana kau bang?"
-
"Ada urusan yang harus segera kuselesaikan" Bahrun, bergegas meninggalkan Fatima yang masih keheranan.
****
Faizal meratapi nasib, teringat hari-hari bersama Azizah. Dua tahun lebih merajut asmara. Suka duka di lalui berdua namun kandas karena jodoh pilihan orang tua Azizah.
-
Beberapa hari yang lalu, Azizah menemuinya dengan isakan tangis, mengajaknya untuk bersama pergi sejauh mungkin. Hari pernikahannya telah di tentukan, tapi Azizah bersikeras hanya akan menikah dengan pujaan hatinya, Faizal. Bahkan dia tak mau menemui calon suaminya.
-
Kampung Azizah dan Faizal bersebelahan, dipisahkan jembatan, di bawahnya mengalir deras anakan sungai yang dipenuhin bebatuan alam. Desa mereka sangat indah dan makmur, dengan hamparan sawah, di kelilingi bukit-bukit nan terjal.
-
Faizal membawa Azizah kabur ke luar kota. Karna koneksi Ayah Azizah yang luas sebagai ketua Lurah di desa, dengan mudah mereka di temukan. Faizal di tahan selama beberapa hari atas tuduhan membawa lari anak gadis orang. Faizal di bebaskan setelah mendapat jaminan dari Azizah mereka tidak akan bersama lagi dan menerima jodoh yang di pilihkan orang tuanya. Dengan berat hati dan bercucuran air mata menyayat hati, Azizah pamit meninggalkan Faizal, inilah jalan yang harus di tempuh agar kekasih pujaan tidak di penjara.
-
Bak buah simalakama itulah kisah cinta mereka. Bila menolak perjodohan, Faizal akan tetap di tahanan, dan ayah Azizah akan membawanya ke luar provinsi bahkan mungkin ke luar negeri jika mereka masih bersama atau menerima pinangan dengan pertimbangan Azizah masih bisa melihat Faizal walau hanya sebatas persaudaraan.
****
Janur kuning melambai di sepanjang ruas menuju kediaman Azizah. Bendera warna-warni persis seperti karnaval. Lagu nasyid mengiringi kemeriahan walimah pernikahan. Iringan tamu berdatangan turut mengucapkan selamat kepada mempelai.
-
Azizah terlihat sangat  cantik. Ratusan melati berjejer rapi menghiasi kepala yang telah di tutupi keruding putih. Kebaya gold dengan hiasan penyet bling bling disekelilingnya bak gaun putri raja. Senyuman selalu merekah, tersungging diantara bibir merah menyala. Di sampingnya berdiri pemuda gagah perkasa dengan perawakan atletis. Mata elang nan tajam memancarkan pesona putra bangsawan. Tangannya erat menggenggam sang putri.
-
Di tengah keramaian pesta tiba-tiba segerombolan pasukan membawa aneka balok dan senjata tajam menyerang kediaman mempelai sambil berteriak "bubarkan acara... bubarkannnnn!!!!" Mereka adalah pasukan Bahrun cs. Bahrun berniat menculik Azizah dan menyandingkannya kembali dengan Faizal. Sebelum pasukan sampai kepada target, pasukan lain berseragam tentara lengkap dengan laras panjang menghadang mereka. Dentuman tembakan menghentikan arak-arakan, Bahrun lari kocar kacir berusaha menyelamatkan diri. Perang panjang dan segala  perlengkapan lainnya berjatuhan. Semua personel Bahrun kalah banyak,  satu persatu di ciduk, di kumpulkan di belakang tanah lapang.
-
Bahrun menangis meraung-raung mohon ampun minta di bebaskan, bahkan dia kencing di celana karena ketakutan. Tidak berapa lama kemudian, Faizal datang menggunakan motor setelah mendengar kabar kegaduhan di rumah Azizah dan penangkapan Bahrun.
-
"Tolong lepasin teman saya pak, dia tidak salah, saya yang akan bertanggung jawab atas semua ini"
-
"Jadi kamu yang menyuruh Bahrun untuk mengacaukan acara ini, Faizal?"
-
Faizal menoleh ke belakang mencari sumber suara di atara kerumunan tentara. Dia tahu persis siapa wanita yang barusan berbicara.
-
"Tidak Azizah, Bahrun hanya ingin menolong, aku sungguh tidak tahu rencananya tapi aku bertanggung jawab atas kekacauan ini"
-
Azizah terlihat membisikkan sesuatu ke telinga pria yang telah sah menjadi suaminya. Dengan sigap laki-laki itu meminta teman-temannya membebaskan Bahrun dan saudara-saudaranya. Faizal segera pamit, mengajak Bahrun meninggalkan tempat kejadian perkara.
-
"Tunggu!!!" Azizah berlari kecil mendekati Faizal sebelum beranjak lebih jauh. Betapa terenyuh hati Faizal, mugkin Azizah ingin mengucapkan salam perpisahan yang sangat dramatis.
-
"Ada apa Azizah? aku sudah tidak ada keperluan di tempat ini, biarkan aku pergi" Faizal menatap Azizah dengan seksama, bendungan di pelupuk matanya segera tumpah bila terlalu lama di tempat tersebut. Wanita yang di cintainya selama lebih dua tahunan ini terlihat begitu cantik mempesona, telah jadi milik orang.
-
"Aku hanya ingin mengembalikan ini" Azizah memberikan seuntai gelang emas ke tangan Faizal. Gelang itu hadiah dari Faizal saat ulang tahun Azizah setahun yang lalu. Susah payah Faizal mengumpulkan dana untuk menebus gelang tersebut di toko koh Acung.
-
"Mungkin calon istrimu kelak lebih berhak memakainya, aku sudah punya ganti, terima kasih. Owiyah aku juga tidak tinggal dikampung ini lagi, lusa aku dan suamiku akan berangkat ke Paris dan menetap di sana" Azizah kembali pamit tanpa beban, berlari kecil ke belakang, menggandeng mesra tangan suaminya.

Sungguh getir hati Faizal. Oh wanita, beberapa hari yang lalu betapa sedihnya engkau melepaskanku, seakan dunia akan berakhir jika kita tidak bersama. Bahkan kau berjanji akan mencintaiku sampai mati. jika di dunia kita tidak bersama,  kaupun berjanji menantikanku di pintu surga. Tapi lihat, janji tinggallah janji, kau seperti terkena amnesia. Semua seakan tertulis di atas pasir kemudian tersapu ombak, hilang tanpa bekas. Diriku memang tak sebanding dengan suamimu yang gagah perkasa,  mapan juga kaya raya, anak seorang Jenderal ternama. Lengkap sudah, apalah aku hanya pemuda biasa, dengan gaji serabutan berpangkatpun tidak, batin Faizal.

Faizal pulang dengan perasaan hampa, tak ada lagi celah yang tersisa untuk namanya di hati Azizah walau hanya secuil.

 "akuuuuu.... pulangggggggg, tanpa dendammm... ku terima kekalahankuuuu..." by Sheila on 7

 **kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh dan cerita hanya kebetulan semata tanpa ada unsur kesegajaan.


Hikmah cerita:  jangan pernah percaya kepada seseorang yang belum sah menjadi milik kita, saat ia berkata "Aku akan mencintaimu sampai mati" karna 50% hanya omongan belaka dan 50% lagi adalah dusta binti gombal semata, sekian terima kasih


#OneDayOnePost

Apr 12, 2016

Bayi yang terbuang

Tadi malam tanpa sengaja menonton sebuah video tentang penemuan bayi di sebuah perumahan cluster daerah jakarta, sekitar jam 10an. Berhubung koneksi internet saya berkecepatan turtle tentu saja video itu tayang tersendat sendat, agak frustasi en berasa ngga sabaran "aduhhhh ini bayi begimana nasibnya, duhh please deh koneksi kali ini bersahabat sebentar" gerutuku sambil komat kamit.

Awal penemuan tersebut saat warga di sekitar perumahan mendengar suara tangisan bayi yang semakin lama semakin kencang. Di dalam tayangan, terlihat dua orang bapak bapak yang masuk ke semak belukar mencari sumber suara tangisan, saya udah kaya orang gila bicara sendiri sama hape "aduh bapakkkkk cepetannnn atuh temuinnnnnnn" gemes banget mulai tak terkira sambil merubah posisi dari duduk manis ke style jongkok, mata rasanya gak berkedip sedetikpun.

Tidak berapa lama sosok mungil tersebut terlihat, bapak di belakang yang memberi penerangan sambil terus shott camera entah merk apa. Ke dua bapak itu terus ber istigfar "astagfirullah al azimmm... astagfirullah al aaziiimmmm.." saya yakin seluruh penonton yang masih memiliki iman mengamini itu semua Astagfirullah alazim ya Allahhhhhhh.. tega banget yang buang.  Binatang saja masih memiliki kasih sayang, tidak membuangnya sebegitu kejammnya. Ini bayiiiiii, iya bayi baru lahirr masih merah, tentu sensitif banget, bahkan tali pusarnya masih menempel, telungkup di antara semak belukar, tak ada nuranikah wahai kalian pembuang makhluk tak berdosa, hanya karena malu atau aib yang kalian bikin sendiriii...

Dengan menggunakan sarung, bapak yang di depan berusaha mengangkat sang bayi, agak kesusahan karena sepertinya bapak itu kurang pegalaman menggendong bayi yang masih merah. Dengan megucap bismillahirohmanirrahim, bayi itu pun terangkat. Warga telah menantikan di balik tembok yang menutup semak tersebut. Menurut keteragan di caption video, sang bayi sementara di tangani seorang bidan.

Ya Allah berilah kesehatan dan keselamatan, serta umur yang panjang dan barokah kepada bayi malang tersebut, semoga dia mendapatkan keluarga baru yang dapat menyayangi serta merawatnya dengan baik, aammiiinn...

#OneDayOnePost


Mar 30, 2016

My Activity (part 1)

Sang Penjelajah Dunia

Namaku Raida, ibu memberikan nama itu ketika sedang tren sandiwara radio dengan judul yang sama. Padahal bapak  ingin menamaiku Fatimah. Bagaimanapun, wanita selalu benar bukan?.
-
Aktivitas sehari hariku adalah travelling, mengarungi samudra, mendaki gunung dan tebing curang hingga bermalam di sana, bertemankan hutan dan rembulan. Longlongan serigala menjadi senandung malam yang gulita. Dinginnya atmosfir hutan seakan menghangatkan hatiku yang kelam.
-
Aku selalu menulis di buku harian, dan melukiskannya pada kertas gambar, seperti indahnya gambaran hatiku padamu. Tak ada deringan telepon, tak ada panggilan pulang, tak ada kesedihan dan penderitaan. Semuanya indah bersama hidupku dan segala kebersamaan alam.
-
Aku memujamu seperti rangkaian pelangi dan birunya laut. Aku mencintaimu di setiap desiran napasku.

***

Saat di Belanda aku bisa makan keju sepuasnya, di sajikan para koki dengan pakaian ke daerahan. Bersepeda menelusuri setiap jengkal tanah di sana. Rerumahan di kelilingi sungai yang asri laksana surgawi dan keramahan penduduk lokal seakan menghapus sejarah mereka pernah berabad-abad menjajah negeri kita.
-
Di Jepang aku belajar tentang pentingnya disiplin dan manajemen waktuku yang sering betantakan. Mengajariku tentang toleransi, menyajikanku hamparan bunga sakura dan salju yang menusuk hingga ke dasar tulang. Aku senang memakai mantel tebal, slayar dan menikmati segelas coklat hangat. Kadang badai salju membuatku tidak bisa ke mana-mana.
-
Ku sekolahkan buah hatiku di Finlandia, agar mereka mendapatkan pendidikan terbaik. Tak perlu ada tangisan dan kekecewaan saat mereka enggan mengerjakan tugas sekolah, indah sekali bukan?
-
Setiap enam bulan sekali aku berpindah pindah tempat bukan hanya sebagai wisata, tapi penjejahan bumi sebagai ilmu dan pelajaran untuk diri betapa bumi Allah itu luas, indah dan terus kakiku melangkah walau lelah tapi aku gembira. Mempelajari setiap budaya, mencicipi makanan khas setiap negara, belajar bahasa dan bertemu dengan orang-orang baru. Amerika, Inggris, Kanada, Palestina, India dan masih banyak lagi yang lainnya.

Saat aku jauh, aku tau rasanya rindu, Cintaku kepada negeri semakin bertambah tambaj, jangankan sesama muslim sesama orang Indonesia serasa bagai saudara. Kami bercengkrama layaknya keluarga yang lama terpisah.
-
Ketika mendambakan kedamaian dan begitu rindu dengan-Nya,  aku berkunjung ke Madinah. Negeri indah dengan sejuta pesona. Penduduk yang ramah dan hanya ada produk makanan halal di sana. Sungguh sempurna Rasul Allah memilih tempat itu sebagai hijrahnya, saat penduduk Mekah begitu menolak keberadaannya.

Hanya 4 jam menyusuri perjalanan menggunakan bus lokal, aku bisa sampai ke kota Mekkah. Menunaikan rukun Islam yang ke-5 dan umroh sepuasnya. Kadang aku menjadi pemandu wisata saat saudara saudaraku berada di Saudi Arabia. Saat bulan Ramadhan tiba, berpuasa di sekitar Masjidil Haram terasa begitu nikmat, orang-orang berlomba menyedekahkan hartanya, membagi bagikan makanan miliknya. Tak ada kelaparan di sana. Sungguh nikmat Allah mana lagi yang harus aku dustakan.

Aku terus berjalan dan melangkahkan kaki ke seluruh penjuru dunia, hingga nanti sampai ke surga-Nya.

#OneDayOnePost

*Paragraf awal is real, selanjutnya hanya fiksi, imajinasi dan dream semata... maaf :D

Mar 10, 2016

Asapmu Membunuhku (part 2)

Pertengahan Desember 2011 
pukul 18.05

Rintik hujan masih membasahi tanah di sekitar rumah. Suasana begitu syahdu, Adzan magrib berkumandang. Setelah suami menunaikan solat magrib kami berangkat menuju klinik terdekat. Semua telah dipersiapkah, kakak di suapi ibu dan akan menyusul. Ku pamiti dia "yang nurut sama mbah ya le, mama pergi dulu" dia hanya menganguk polos.

Semakin lama intensitas kontraksi semakin cepat. Suamiku begitu setia di sampingku, menyemangati dan mengajakku berzikir, sesekali pijitan halus mengusap belakang punggungku. Ini pertama kali dia mendampingi proses kelahiran anak kami, ketika anak pertama dulu dia sedang tugas ke luar kota.

"Sudah pembukaan empat bu" kata bidan yang terus memantau keadaanku.

Tepat pukul 9 malam lahirlah malaikat kecil. Suamiku memeluknya erat, begitu takjub degan kebesaran yang Maha Pencipta. Perjuanganku berjam-jam terbayar sudah sesaat melihat sosok mungil nan rupawan. Perawat meletakkannya di dadaku,  seorang bayi mungil seperti merangkak naek, mengusap ngusapkan hidungnya, menjilat-jilati perutku, mencari puting ibunya.

Dia berhenti, mungkin kecapean. Tapi..., kurasakan badannya beberapa waktu lalu masih hangat sekarang mulai membeku, napasnya tak beraturan, tersenggal-sengal, ini tidak wajar.

Aku begitu cemas, mungkinkah suhu ruangan membuatnya seperti itu?
"Ayah, kok tole badannya semakin dingin?"
Suamiku membantu memperbaiki posisiku dan segera memanggil perawat.

Tidak berapa lama setelah itu, dokter memeriksa keadaan bayi kami. Ada aura kekhawatiran  terpancar dari raut wajah  sang dokter. Si kecil segera di pindah ke ruang pemeriksaan yang lebih intensif.

"Maaf, sepertinya ada masalah dengan jantung anak bapak dan ibu, harus segera di rujuk ke rumah sakit"

Seperti batu karang menimpa seluruh persendianku, bayiku beberapa menit yang lalu di gendonganku dalam keadaan sakit? Ini pasti mimpi, kenapa aku? Kenapa anakku? Ibu dibelahan manapun pasti akan meminta "ya Allah aku saja... jangan dia, dia masih terlalu kecil" rasanya ingin berteriak histeris, rasanya ingin memeluknya terus.. ini pasti mimpiii, mimpiiii... tolong bangunkan aku, ya Allah kuatkan anakku.

Kami hanya menangis, berpelukan dan terus berdoa "selamatkan anak kami ya Allah.. selamatkan, kami mohon"

Karena keadaanku yang belum begitu stabil pasca lahiran, hanya mas yang menemani bayi kami saat di bawa ke rumah sakit. Hatiku begitu gundah, berdoa dan terus berdoa, air mata tak hentinya mengalir. Detik terasa begitu lambat, bumi seakan berhenti berputar.

"Ibu, aku ingin menunggu di rumah saja" ku ajak ibuku untuk pulang. Tak kuasa menahan rasa, mencium obat obatan, ku harap di rumah bisa sedikit lebih tenang.

Pukul 23.15
"Ayah, tole gimana keadaanya?" - sms terkirim.

Kenapa belum ada jawaban, masih terlalu gentingkah di sana, apa yang terjadi? Tolonggggg kabari akuuu.... anakku, yang kuat sayang.

Pukul 23.35
"Ayah.... tole gimana?" - sms terkirim

Pukul 00.12
"Tole tidak apa apa, istirahatlah"- sms terbaca

Hatiku sedikit lega,  sesuatu yang menghimpit napasku terasa lebih longgar, ada secerah harapan menghapus lara di hati. Tak terasa mataku terlelap di iringi tubuh yang sangat letih.

Pukul 03.10
Keadaan cukup riuh, lampu ambulan memancar remang-remang dan berputar masuk di sela-sela dinding kamar. Dengan sedikit tertatih akibat jahitan di jalan lahir yang masih sangat basah, kupaksakan diri keluar kamar memastikan keadaan.

Suamiku berdiri di depan pintu, mempercepat langkah dan memelukku erat. Sesegukan, berusaha menenangkanku. Firasatku semakin tidak nyaman, ada apa? Kenapa semuanya terasa begitu kelabu? Bukankah beberapa saat yang lalu dia bilang anak kami tidak apa-apa?

"Tole dimana ayah....!!! ayahhh tole mana?" Air mata kembali menghujani pipiku.

 "sabar ya bu, too... leee sudah tiada"

"Toooooleeeeeeeee..... toleeeeeeeeeee.... toleeeeeeee......!!!" Tubuhku ambruk seketika Kerongkonganku tercekak, pandangan menjadi gelap.

Pusara mungil bertabur bunga, andai saja ibu bisa menggantikanmu, andai saja ibu diberi kesempatan sekali saja menemanimu. Mengapa umurmu begitu singkat? Belum puas rasanya menciumi aroma tubuhmu, belum sempat kau bermain dengan kakakmu. Tunggu ibu di surga ya... kami akan selalu menyayangimu.

Tak lupa ku tabur bunga dan doa di sebelah peristirahatan anakku.

"Bapak, titip tole yah... tolong jaga dia selalu untuk kami" rasanya baru kemaren peringatan 100hari kepergiaan ayahnda tercinta, karna penyakit yang sama "jantung"

true story from a best friend

*****

Asapmu membunuhku (part 1)

#OneDayOnePost

Feb 27, 2016

Asapmu membunuhku

Wallahi, saya tidak membenci orang yang merokok, hanya saja diri ini termasuk golongan orang yang cukup terganggu dengan kepulan asap itu. Kepala terasa pusing saat pertikal-pertikal tembakau mulai menyapa indra penciuman. Hanya dengan jarak 10 meter asap itu sudah bisa terdeteksi, sungguh menggangu.

Kakak perokok, menurut cerita bapak dia pernah muntah darah. Kami sudah belasan tahun hidup berpisah. Om, pakde dan mbah mbah juga perokok, bahkan suami sendiri mantan perokok. Pernah bertahun tahun hidup dan tinggal dilingkungan perokok aktive. Ketika masih tergolong alay dan ababil sayapun pernah mencicipinya.

Tapi, semua berubah saat sang Khalik menitipkan janin di rahim ini. Kalau bukan ibunya yang melindungi siapa lagi. Kang mas harus jaga jarak kalau sedang ingin menunaikan hasratnya. Pun saat sang malaikat kecil lahir, jarak semakin panjang, no touch en gendong baby, dan bajunyapun kudu ganti, kalau perlu sekalian mandi kalau pengen nimang bayi. Ribet kan? Sengaja

Hingga pada suatu hari....
Saat dia menikmati kepulan asap yang bisa menghanyutkan seseorang sampai pada titik yang konon katanya menggairahkan, tiba-tiba kang mas merasa ada sesuatu yang tidak beres di jantung hatinya, perasaan tak menentu, gelisah dengan napas tak beraturan.

Saat itulah perasaan takut menghampiri, dia tidak ingin istri nan ayu dan semata wayang ini *plak!!!* baiklah saya ralat,  teringat anaknya yang masih kecil, dia tak ingin anaknya di asuh oleh bapak tiri *maaf saya ralat lagi* dia tak ingin anaknya kehilangan bapaknya nan ganteng, pekerja keras dan rajin menabung serta soleh, ammiinnnn... *semoga jatah belanja saya naek, amiinnnn lagi

Sejak detik itu pula dia meninggalkan batangan-batangan rokok, tidak ada jalur sedikit sedikit dulu, ataupun coba coba. Dengan niat yang kuat dan kokoh, sejak kejadian itu, 6 tahun telah berlalu. Sepengetahuan saya dia tidak pernah beli dan menghisap rokok lagi.

Sepanjang perjalanan kebersamaan kami, saya tidak pernah melarang, hanya berdoa dan sedikit mempersulitnya. Tidak akan pernah sekalipun meminta orang untuk berhenti, siapapun dia meskipun sodara kandung, bagi saya ketika seseorang telah berusia 17tahun ke atas dia sudah bertanggung jawab penuh atas dirinya termasuk kesehatannya. Tugas saya hanya ingin melindungi orang orang terkasih yang di usianya belum tau apa-apa.

Untuk pribadi, saat ada orang berokok di depan saya, sebisanya menjauh tapi kalau tidak memungkinkan paling banter menutup hidung. Namun saat bersama si kecil di tempat tertentu, maaf dengan sangat terpaksa saya tegur paling tidak meminta mereka untuk menunda dulu. Mereka tidak akan mati hanya menahan sejam dua jam untuk tidak berokok di depan anak kecil, tapi lihat dan kasihanilah, mereka akan menghirup dan mungkin mengendap ditubuh selamanya.

****

Tidak jauh dari tempat tinggal kami, ada warung kelontong yang menyediakan berbagai macam rokok. Kemarin ini toko itu tutup, saya sedang mencari teh tubruk pesenan kang mas. Sudah mencoba toko lain tapi kosong. Hujan cukup deras membuat saya kesulitan berjalan cukup jauh, dengan terpaksa saya menggedor toko yang tutup itu lewat pintu belakang. Mereka sedang berkumpul, saat kutanya mengapa tutup, katanya bapaknya terkena stroke lagi.

Ini bukan kali pertama bapak itu terkena stroke. Sungguh sangat disayangkan walau berulang kali sakit dia tetap merokok. Jujur, sulit untuk bersimpati buat orang yang tidak peduli akan dirinya sendiri.
Yang memprihatinkan tentu orang orang di sekitarnya.

Ada anak di bawah umur. Seorang bayi, balita dan anak usia sd, menantunya semasa hamil hingga melahirkan juga turut menghirup. Bahkan ayahnya anak anakpun perokok yang sangat aktif. Sungguh ini bukan ranah saya untuk turut serta, hanya bisa berdoa semoga mereka baik baik saja :)

Feb 28, 2012

putuuuu...

Bapak mungil itu berasal dari wonogiri *kalo tidak salah pas dolo pernah cerita*, dia meninggalkan anak2 dan istrinya di sana, merantau dan bekerja di solo untuk berjualan putu, jajanan yang mungkin saja hampir punah ketika Rafa besar nanti. hampir setiap sore dia melewati rumah kami, setiap lewat matanya selalu tertuju sama kami seolah2 bertanya "apakah anda mau beli putu?"

saya pernah melihatnya di tempat yang cukup jauhhhhhhhhhhh.. yang kalo naek motor mungkin memakan waktu setengah jam dengan kecepatan 40kmpj, bayangin sodara-sodara sekalian sebangsa dan setanah air.., betapa panjang dan beratnya beban yang dia pikul.., dalam kotak ajaib itu ada kompor minyak pula atau mungkin tabung gas, maaf saya lom berani ngintip :D harga dari satu biji putu hanya 500rupiah.. berapakah laba yang dia peroleh setiap hari kalo dia berjualan dan berapakah yang dia berikan ke keluarganya? lha kok jadi pelajaran matematika.

kalo mamanya Rafa gak bikin kue, Rafa suka nyari jajanan ke warung.. apalagi kalo Bapak putu itu lewat, Rafa pasti mendekat manja ke mamanya sambil bilang "mama.. putu ya.." hihihi.. oke dweh.. berhubung warung mamanya ari ni gak ngepul dan hanya masak2 an pokok.. boleh.. tapi jarang2 aja yah..

aku ambil potonya agak ngumpet2, dan gak ada yang liat pas itu, eh pas udah jepret.. bapak itu tau.., terus kalo bisa katanya dia di kasih hasilnya buat kenang2 an... waaaa.., bukannya gak mau pak tapi plasdisk saya lagi ngumpet entah kemana.. ntar ya pak kalo ketemu pasti saya cuciin.., moga saya gak lupa :)


Sep 9, 2008

Finally...(bag 1)

Kulihat Rafa yang masih tertidur pulas, gak tega rasanya mengusik mimpi indahnya. segera kusiapkan gendongan dan pelan2 ku angkat dia. Sudah jam 3 sore semoga tidak terlambat. Mas kukuh menelponku sebagai tanda dia telah siap di bawah menanti kami, tanpa kuangkat segera kumatikan bunyi itu. Rafa terbangun seperti ingin bertanya "kemana kita mama?"

kupeluk erat dia, diluar angin berhembus cukup kencang kulindungi kepala mungilnya, Rafa mengedip-ngedipkan kedua kelopak mata indahnya. Musim panas yg sebentar lagi berganti masih begitu terasa.

Cuaca kuwait akhir2 ini semakin kacau, musim panas setiap tahun semakin lama, beberapa kerabat memperkirakan mungkin 10tahun kedepan musim dingin udah gak ada di negeri ini, di tahun ini di susul tingkat kelembaban yg cukup tinggi. setiap kali Rafa rewel karna kepanasan aku hanya berbisik padanya "sabar ya nak..". Maklum saja gedung tua yang kami tempati selalu mengalami kerusakan AC, ato mungkin AC di tempat ini sudah tidak bisa lagi melawan panasnya cuaca di luar sana.

Kendaraan kami mulai menyusuri jalan, Tidak ada yg terlalu berubah di luar sana, masih seperti yg dulu. setiap sore di saat ramadan tidak terlalu ramai, berbeda di pagi dan siang hari ato setelah berbuka dan selesai tarawih, kendaraan-kendaraan seperti tumpah ruah di jalan. Macet di bulan puasa bukan hal yg aneh di negeri ini, mungkin juga sudah menjadi budaya.

Kilasan balik kehidupan mulai menyapa pikiranku. Ramadan tahun pertama aku full di rumah, sesekali memenuhi undangan. Ramadan tahun kedua dan ketiga di kuwait aku duduk dan makan bersama staf-staf kuwait times tuk berbuka dengan menu yg super lengkap dah banyakk, aku tidak pernah bisa menghabiskan porsi bagianku. Kalo sempat dan keadaan tidak mendesak serta mas kukuh di rumah sesekali aku pulang. Saat di kantor aku lebih sering berbuka dengan staff non muslim. Muslim atapun tidak, siapapun yg masih berada di kantor pasti mendapatkan jatahnya tersendiri bahkan tidak ada beda dari menu yg di sajikan. Walopun mereka tidak puasa mereka begitu amat sangat menghormati kami.

Aku ingat waktu salah seorang temenku Jowel bagian composer sudah begitu amat sangat ingin merokok, akhirnya dia ngumpet di toelet hanya untuk menikmati dua tiga hisapan kegemarannya. Ada lagi yang sudah berasa sangat lapar karna dari tengah hari sudah berada di kantor juga harus menahan makan mereka hingga iftar menjelang, memesan makananpun gak bisa, membawa makanan? mau makan dimana? diapun akhirnya ikut berpuasa juga. Hukum di kuwait menjadi sangat ketat di saat bulan puasa ini. Jangankan terlihat makan di muka umum, merokok saja akan dikenakan sangsi dan denda yang tidak murah. Begitu juga BPOM nya, rajia toko-toko makanan yg menjual barang kadaluarsa serta restoran, bahkan sampai ke pasar ikan tidak luput dari perhatian mereka. Formalin!! tak bernah bergaung di sini, ikan kedapatan busuk saja bisa berurusan dengan aparat para penjualnya.

Pernah terbayang, gimana seandainya di negara kita BPOM nya seperti ini yah, mungkinkah para wartek banyak yg gulung tikar? mungkinkan para penjual ikan ayam daging dan sejenisnya harus ngurut-ngurut dada? mungkinkah..mungkinkah..mungkinkah.. ah sepertinya mereka terlalu sibuk ato terlalu banyak yg harus di urus hingga hal-hal yg di anggap 'sepele' sudah tidak bisa di urus lagi.

Tak terasa perjalanan mendekati tempat tujuan. Hati ini begitu berat, kenangan kenangan itu, moment-moment indah itu seakan menari nari di kepalaku. Jalanan ini 3 bulan yang lalu hampir setiap sore selalu kulewati, jalan tempat aku mengais rezki-Mu ya Allah. Jalan yang menghantarkanku bertemu dengan orang2 yang sangat luar biasa yang datang dari negara-negara berbeda agama, budaya dan bahasa.

Akhirnya kami sampai juga, kubenahi posisi Rafa di gendonganku, kuselipkan tas coklat di bahuku, kumantapkan hatiku Aku harus kuat, dan aku pasti kuat.

Kupandangi lekat-lekat bangunan di depanku, dua setengah tahun yang lalu gedung ini masih sebatas kerangka dan pondasi dengan adukan semen di mana-mana. Para tukang yang terlihat serius dengan pekerjaannya. Aku juga sering melihat pria Arab besar sesekali mengontrol keadaan bangunan ini.

Yah, dua setengah tahun yang lalu pula sebelum itu, tepatnya di akhir bulan Desember, seorang perempuan dengan logat bahasa ingris yang sangat pasih menelponku. Betapa sumringahnya aku, lamaranku terjawab, ke esokan harinya aku diminta datang untuk wawancara. Kembali aku menghubungi ka Ayat tuk mengingatkanku kemmbali rumus2 yang satu tahun sudah aku tinggalkan yang nyaris hilang di memoryku.

hari itu pun tiba, baju terbaik aku kenakan. Mahmud, mba Nurul, dan mas kukuh ikut mengantarku. Kami sempat berputar-putar karna belum begitu hapal dengan jalanan di daerah yang mereka tujukan. 808080, gedung kami berada tepat di seberang bangunan yang ada tulisan nomer telp itu, sahut resepsionist yang kami ketahui bernama Marlyn menyebutkan ketika kami kembali menanyakan alamat bangunan yang di maksud.

bersambung..

Mar 17, 2008

Bapak zaman dolo dan zaman sekarang

Di era 80 an
Dolo sepeingatku aku gak pernah menyaksikan Bapakku ikut bantuin emakku masak, jangankan masak nyuci piring juga gak pernah,kalo nyuci baju kayanya pernah deh tapi itu juga baju sendiri :D nah.. lo gimana di saat emakku melahirkan, beruntungnya di saat itu rombongan keluargaku dari acil, julak tangah (sebutan untuk tante2 ala bjm) tanpa di mintapun mereka tlah berdatangan, terutama nenekku entah itu dari pihak ibu atopon bapak. Yang ku tau mereka datang tidak membawa kado seperti emak2 sekarang ini, tetapi memberikan tenaganya sepenuh hati, sampai semua tugas rumah mereka kerjakan semua. Terus apa tugas bapak di kala itu, tetap masalah pedapuran tak pernah aku menyaksikannya. Bapakku mang tipe pekerja keras.. pokoknya kerja..kerja.. dan kerjaa.. dan kadang2 ngasih siraman kerohanian dan tentu saja di samping itu honeymoon dengan emakku :P, untuk masalah kedekatan memang kami lebih deket sama emak dari pada bapak..

Aku juga suka merhatiin n nanya2 tentang bapak mertua juga bapak2 seangkatan mereka, keknya sama.. masalah pedapuran bener2 samaa.. maksudnya sama2 gak terlalu ngeh. Tapi salutnya yah itu tapi bapak2 di jaman bapak itu adalah bapak2 pekerja keras yg bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama kebutuhan dapur :D mungkin kalo kita tanya kepada bapak2 ini sama bumbu2 dapur lom tentu suksess hahaha...sepertinya melakukan tugas2 tersebut di atas itu adalah hal yg tabu..

sekarang di era Dua ribuan..an
Setelah menikah tidak selang berapa lama aku langsung di boyong ke kuwait. Di sini aku banyak menyaksikan bapak2 yg ikutan turun ke dapur, bukan hanya karna pasangan yg sama2 bekerja, tapi istrinya yg gak kerjapun suami mereka gak segan2 untuk turun tangan, mungkin di samping karna mereka jauh dari keluarga, apa lagi kalo udah punya anak.

Aku juga sering liat pasangan yg sama2 masak di dapur, di sini bapak2 turun ke dapur, nyuci baju, piring beres2 segala halnya udah biasa, ampe beliin 'pempers' buat istrinya. Bahkan di pusat2 perbelanjaan banyak sekali bapak2 arab yg sendirian belanja ampe bertroley2, Bapak2 di indonesia seringkah anda melihat mereka turun ke pasar sambil menawar ikan?

Bapak2 dan abang2 sekalian.. tipe yg manakan anda? :P

Aku sangat bersyukur sekali, walo masku tersayang tercinta gak pandai masak tapi beliau gak sungkan2 ikutan obrak abrik pedapuran hahha.. gak dink.. maksudnya bantuin, apalagi kalo urusan cuci piring.. hemm.. kakinya bener2 kuat berdiri. kalo masalah bumbu mang sih perlu di asah2 lagi. Dolo beliau waktu ta tinggal kerja sempat bikin nasi goreng sendiri, trus katana habis makan sampai muntah adohww... cintaku.. nelongsooo sekali dikau..

Jujur daku sebagai seorang istri, di bantuin seperti itu sangattttttttttttt senang dan bahagia sekali, aku gak pernah menganggap bapak2 yg mau turun ke dapur bantuin istrinya derajat dan wibawanya menjadi rendah, mungkin saking sibuknya istri anda dia gak sempat meminta lagi atopun mengucapkan terima kasih kembali. dengan begitu juga dia tdk bermaksud memanfaatkannya saja supaya mereka bisa leha2. Beda kalo istrinya yg kerjanya keluyurannn saban ari.. ngegosip sana sini, ke salon tiada henti, ngamburin uang, hingga melupakan kewajibannya, nah bagian ini aku gak bisa komentar..

Perkerjaan di rumah itu mang gak ada habisnya, baju, cucian perabotan dan pernak perniknya beda kalo ktia tidak menyentuhnya sama sekali. Apalagi di saat anak sedang rawel, Walopun di selesaikan pada hari itu, besok lagi kita memulai pekerjaan yg sama yg mungkin tambah berat apa lagi kalo di biarkan numpuk2.. Seandainya anda membantunya mungkin anda bisa memberikannya sedikit waktu untuk istri merawat diri.

Jadi jikalau ada istri yg kucel2 trus suami tiba2 lirik wanita lain yg lebih hott *mangnya kompor* itu bukan kesalahan istri sepenuhnya, cuba koreksi lagi dari pihak suami, istri seperti itu kenapa? dari pada sibuk mikirin stok baru pa lagi sampai ngabisin uang buat orang baru mending kasih uang ke salonbuat istri biar dia bisa mempercantik diri dan beli baju2 baru, beli minyak wangi. Mungkin istri juga udah lupa beli2 seperti dia muda dolo karna pasti mikir lebih baik dibelikan kebutuhan pangan ato buat anak apalagi barang2 semakin mahalll, padahal mempercantik diri juga perlu.. kan ibadah yahh asal niatnya baik apalagi buat nyenengin suami.. :D

kadang suka heran juga seorang suamiyg suka ngeluh terhadap istrinya tanpa ngoreksi keadaan dia sendiri padahal dia punya banyak waktu untuk lebih memperhatikan dan membatu tugas istrinya, liat tubuh istrinya yg dah gak ramping lagi, gendut.. plus melar.. tubuh menghitam dan muka jerawatan, ngelirikpun seperti udah sungkan.. nohhhhhhhhhhhh.. dari pada ikutan sibuk buka kekurangan istri di hadapan orang sonoooo.. ajak istri anda ke gym sekalian BL, sekali2 jagain anak dunk.., bukankah istri sepertiitu karna pernah mengandung dan melahirkan buah cinta bersama?

sekarang aku sedang ngumpulin resep2 yg telah di kuasai suamiku yg layak untuk di makan, paling gak entar pas aku melahirkan beliau bisa gantiin tugasku memasak uhuks.. uhukss.., ini dia salah satunya..
kalo mo tau resepnya tanya aja ke yg bersangkutan :P

Oct 16, 2007

Cara mereka berlebaran

Pagi hari ketika matahari baru saja menggeliat dari peraduannya, para penghuni bumi sedang sibuk menyiapkan baju baru dan makanan istimewanya, anak2 sekolah dan pekerja2 pemerintah sedang riyang gembira bersama keluarga menikmati liburan dan cuti bersama.. di sana di luar jendela kuliat dua orang pemuda berseragam kuning lusuh sedang bekerja mengangkut dan membereskan sampah, sambil memilah2 kalo ada barang2 yg masih layak pakai terutama untuk botol bekas minuman mineral, tlah mereka sedikan di sisi truk karung ukuran gede untuk menampung brg2 berharga itu, sebelum akhirnya sisa2 yg lain di satukan ke bagian sampah yg dianggap tak layak lagi. Mereka menelusuri jalan dari satu tong sampah ke tong sampah lainnya.

Itu adalah pekerjaan mekera, pilihan hidup mereka tak ada yg salah memang apa yg mereka lakukan hanya saja hari itu adalah hari raya. Andai saja mereka dokter, ato petugas kesehatan, penjaga ke amanan, ato pembawa acara tivi komersial wajar kalo mereka masih melakukan aktivitas rutinnya.. tapi merekaa..mereka juga orang penting kok, bikin kota keliatan lebih asri. Batinku, apa satu hari saja mereka tidak di kasih libur yahh? rasanya satuuuu hari saja agar mereka bisa merasakan hari kemenangan juga tidak akan membuat kuwait menjadi negara terkotor sedunia. ato kalo boleh memilah lagi, izinkanlah karyawan ygmuslim untuk berlibur satuuu hari saja di hari itu.

Ada beberapa yg berhasil di introgasi temenku (wartawan maksudna) muslim tidak muslim mereka tidak di beri libur ketika hari raya. Oh Tuhann.. benarkan ini negara muslim? bukankan seharusnya org2 muslim itu sangat pengasih dan penyayang? (perasaan setiap agama selalu mengajarkan tentang perdamaian, kasih dan cinta) ato mungkinkan yg bikin peraturan itu bukan org muslim.. , ok kalo yg bikin non muslim, berarti seharusnya di hari2 raya agama lainnya seharusnya mereka dapat libur, tapi apa di kata.. hasilnya tetap sama.. Ketika kita sibuk memikirkan hari raya mau bikin apa? pakai baju apa bagaimana dengan mereka?

Kadang kami suka miris, udah di kasih gaji kecil,dua orang yg berhasil di tanyain ma temen, gaji mereka 20kd (+-600rb) jam kerja antara 12-16jam, jarang libur, makan tanggung sendiri.. abis pulang cuti tetap aja mau balik lagi ke sini.. mungkinkah di negaranya kehidupan mereka jauh lebih parah dari itu..makanya mereka bela2 in lagi balik ke sini.

Tak heran kadang kalo melihat cara mereka makan.. sungguh sangat memprihatinkan sekali, seringnya makan kubus ma sayur kari doank tanpa laukk.. dan beruntungnya kubus di sini gak terlalu mahal karna mang dah di subsidi dari pemerintah. 5 lembar kubus hanya 50filis setara 1500ribu rupiah, 50filis untuk ukuran sini bentuk dan mungkin nilainya persiss 50 perak uang di tempat kita, kadang berserakan di mana2, kadang 50filis pun orang enggan menyimpannnya. kalo saja ada yg mau makan kubus 5lembar saja setiap kali makannya selama satu bulan, aku jamin.. perut anda akan menyaingin ibu2 hamil usia 5bulanan :D

Untuk menambahi uang jajan tak jarang mereka melakukan pekerjaan sambilan lainnya seperti berjualan mainan di pinggir2 jalan, jual ikan hias, tisu, buah dan sebagian lagi mengemis. Cara mereka mengemis tidak seperti menengedahkan tangan gitu, tapi menyamperin tiap mobil2 di sekitar lampu2 rambu lalulintas, ato juga berpura2 membersihkan sisi2 jalan yg gak terlalu kotor sambil melirik setiap mobil yg singgah, kalo lagi beruntung mereka bisa memperoleh hasil lebih besar dari pendapatan asli mereka, dan di hari raya kemaren terlihat lumayan banyak yg melakukan aktivitas seperti itu.


Sep 22, 2007

Sekotak makanan

Langkah ku ayunkan lebih cepet menyusuri anak tangga, sesekali ku lirik jam di telpom genggamku hanya tuk memastikan bahwa aku tidak telat terlalu lama, aduhh..jam 5 lebihh udah, berkali2 Pak munir selalu mengingatkanku tuk kelar jam 4.45pm. kadang aku merasa serba salah, di lain pihak aku harus menyelesaikan sisa2 pekerjaanku di kantor dan aku ngerasa juga jam segitu terlalu awal, tapi di sisi lain lagi aku juga gak mau bikin Pak Munir telat untuk berbuka puasa di rumahnya, dan di sisi lainnya lagi (hah masih ada) bagaimana caranya aku aku minta Clara, satu jemputan denganku untuk bisa keluar pada jam segitu... kalo udah tubrukan begitu maka aku harus mempersiapkan hati dan telingaku untuk mendengarkan 'nyayian' supir itu yg tentu tidak semerdu suaranya Sami Yusup (jaohh mah), dan biasanya aku males membantahnya, dengerin sajah..beresss yg penting bisa pulang ke rumah dengan selamat, walo kadang juga dia menjadi ngebut di jalanan gara2 ketelatannku itu.

Setelah memasukkan kartu absen pulang di gedung lama aku segera ke depan halaman mencari sosok pak tua tersebut.
Munir: "where is Clara?"
Raida: "yaa.., she will came" jawabku spontan.

rupanya Pak munir gak terlalu sabaran dia naek ke atas nyusul Clara.

Aku menunggu mereka di halaman depan, mataku menangkap sebuah pemandangan yg cukup menarik. beberapa meter seberang kantor tempatku bekerja kulihat beberapa pria sedang berjejer rapi melakukan antrian yg menjurus masuk ke dalam gedung itu panjangnya sekitar 10meteran ato mungkin lebih (karna tentu aku takkan bisa mengukur pastinya P). Walau setahun setengah lebih aku kerja di gedung yg nyaris berseberangan dengan mereka sampai sekarang aku belum tau gedung apakah itu dan mungkin karna akupun tak berusaha mencari tau gedung apa itu.

Sesekali mereka terlihat bercanda, muka mereka cerah sekaali walau di balut kulit yg hitam legam. Rata2 mereka berbadan kurus, dari postor tubuhnya kemungkinan besar mereka dari asia timur, seberti india dan bangladesh, tidak sedikit pula yg berasal dari mesir.

Yang paling depan rupanya tlah menyelesaikan tugasnya, masing-masing membawa sebuah bungkusan kotak berwarna putih yang lumayan besar untuk ukuran dua tangan, mereka pulang ke arah tujuan masing2, diantara mereka ada yg melewati kantorku. karna penasaran aku mencoba seramah2 nya bertanya
raida; "what is that?"
mr x; (**&(YJY(^()&^

nah lo gak tau kan? pa lagi aku, karna dia menggunakan basa india, Pak munir yg rupayanya telah mendapatkan 'boncengannya' setelah naik ke atas itu juga sepertinya penasaran. dia bertanya dalam basa india, barulah aku tau kalo yg mereka bawa itu 'foods'. masing2 dari rombongan itu pulang dengan muka yg lebihhhhhh cerah lagi, mereka terlihat sangat bahagia sekali, kalo aku umpamakan seperti abis nemu jekpot 5jt an. Subahanalllah betapa mudahnya membuat orang bahagia, hanya dengan meemberikan sesuatu tepat pada orang yg seharusnya mendapatkannya. Setiap hari antrian terlihat semakin panjang, sampai hari di mana aku menuliskan cerita ini antrian terlihat lebih semangat.

Ya Allah semoga Engkau berikah barokah kepada mereka yg membagi2 kan karunia-Mu kepada sesamanya, semoga kau limpahkan surga kepada mereka semua, amin...


Aug 19, 2007

Karna ku tak mengerti

"ayo maen ke rumahku" ajak salah satu temen akrab se almameter denganku.

"malu ah, takut aku" jawabku cengengesan

"takut kenapa? mereka gak galak kok" temenku meyakinkan

"takut aja penampilanku kan preman, entar mereka kira apaan lagi"

"ah nyantei aja, ada temenku tuh yg dulu sering maen kerumahku tapi karna dah jarang ibuku selalu menanyakan, kok dia gak pernah maen lagi, aku kan pengen ngenalin kamu ma keluargaku juga"

"beneran, ibumu sampai nanyain gitu"

"iyah" jawabnya mantab

"insya Allah yah..tapi tidak dalam waktu deket ini" kataku mengiyakan

Jauh dari rumah tentu jadi kangen keluarga, pa lagi di masa jaman-nya kos2an ada sebuah keluarga yg menawariku tuk maen2 ke rumahnya membuatku senang sekali. Tapi aku masih ragu2 karna aku mang org nya kadang masih susah beradaptasi.

Akhirnya akupun janjian maen ke rumahnya. Gak tanggung2 bersama sodaranya mereka menjemputku. Aku datang tepat di jam makan siang, berkumpul disana bersama ayah bundanya, aku masih merasa sangat kikuk sekali. Mereka sangat welcome denganku, dan yg sangat membuatku terharu mereka menjamuku dengan sajian yg bagiku kala itu termasuk mewah, ada gulai kambing, sayur beranega ragam, dan hidangan penutup lainnya. Ditempatku masak gulai kambing itu sangatttt jarang sekali kecuali ada acara special semacam akikahan anak gitu, pa lagi harga daging kambing yg mahal tentu ngeluarin gocek yg tidak sedikit.

Kami bercanda bersama di jamuan itu, aku sangat berterima kasih sekali di pertemukan dengan keluarga itu, acarapun di sambung dengan nginap bersama, sebuah kasur dengan seprey yg seperti baru berganti tlah di siapkan untukku..

Karna pandangan pertama itu akupun jadi terlena, aku jadi sering maen kerumahnya dan bercanda bersama adik2 nya juga orang tuanya. Di saat liburanpun kadang aku gak pulang kampung tuk ngemat biaya, aku menghabiskan liburanku di rumah temenku yg baek hati itu.

musibah menimpa keluarga temenku, aku tak bisa bantu apa2 selain doa saja, dan bodohnya aku masih pula sering berkunjung ke sana, maksud hati apapun yg terjadi dengan mereka aku masih tetap seperti yg dulu. sikap mereka yg mulai berubahpun tidak begitu aku pedulikan, aku pikir wajar mereka begitu mereka masih berduka. Sampai suatu hari tak sengaja ku denger pembicaraan orang tuanya dengan temenku "barusan kemaren raida nginap di rumah kok mau nginap lagi" derrrrrrr...... serasa ada batu yg menghantam dadaku, ingin ku berlari sejauh mungkin saat itu juga..ingin ku maki diriku sendiri yg bener2 tak tau diri ini..aku sedih sekali...dan aku tersadar..aku bukan siapa2 buat mereka, aku tak ada hubungan apa2 dengan mereka hanya sebatas temen..tidak..tidak lebih dari itu..

aku kembali ke kamar yg pernah di sediakan untukku, terdiam sejenak..meratapi diri, hari tlah sangat malam sekali tak mungkin bagiku tuk pulang.

Temenku datang tanpa memperlihatkan bahwa sesuatu tlah terjadi di malam itu wajahnya terlihat biasa saja, ku bujuk dia untuk mengatakanya..kalo kamu ingin marah kalo kamu ingin caci maki aku plss lakukan sekarang jangan sembunyikan semua itu dariku, jangan bohongi aku, dan akhirnya diapun mengaku juga namun dengan nada yg sehalus2 nya, aku tau dia tak ingin menyakiti perasaanku. Aku berusaha tetap tersenyum, dan aku yakinkan ini memang kesalahanku.

Semalaman aku tak bisa tidur menunggu segera bergantinya malam..agar ku bisa cepet2 pulang dari tempat itu. Setiap detik terasa lamaaa sekali, dan di saat lelah menyelimuti pikiranku akhirnya aku terlelap juga.

Pagi hari tlah tersedia roti bakar di atas meja makan. Mengingat kata2 itu, berat sekali kerongkonganku tuk menelannya..

pulang kembali ke kosku masih dengan perataban diri yg tidak selesai2 juga..
Anganku jatuh ke dasar perut bumi yg paling dalam..tak henti2nya ku menatap sedih diri sendiri, kuyakinkan diriku lagi mereka memang bukan keluargaku...mereka hanya temen keluargaku..dan akupun ato mereka baru dan belum begitu mengenal satu sama lain.
mungkin ada baeknya kalo ku bawa sesuatu sebelum aku bertandang ke rumah mereka :(
seharusnya, aku tak berharap lebih dari mereka.
seharusnya, aku tak memanfaatkan pa lagi keseringan ke tempat itu, lebih baek sekali2 saja.
seharusnya..yah..seharusnya .. namun aku sudah terlambat, keadaan tak mungkin aku rubah lagi. Mungkin ini yg di bilang udah di kasih hati minta jantung pula.

semenjak itu aku sangat amatttttt jarang sekali kesana, kecuali memang mereka ada acara dan mengundangku datang.

semenjak itu pula karna aku mang senang dan sering merantau di dalam perjalananku sering kali ku temui keluarga-keluarga yg baik hati denganku, menerimaku dan menganggap layaknya keluarga mereka sendiri. Aku sangat senang dan terharu sekali ku doakan semoga mereka di panjangkan umur dan di murahkan rejeki nya selalu. Dan aku akan tetap menanamkan dalam hatiku..aku tak boleh terlena dengan semua itu, aku tak mau kejadian yg lebih parah akan menimpaku, aku tak boleh beraharap lebih.

Rumah yg paling indah..ternyata memang rumah sendiri,
keluarga yg paling bermakna..tentu keluarga sendiri
orang tua yg paling berharga..sudah pasti ibu bapak sendiri

***

sedetik di dalam gulita
kulihat dua bintang bercahaya
diantara redup berselimut senja

aku hanya seorang pendosa
dalam jiwa yang masih berkelana

disetiap untaian doa
kumohonkan beribu bahagia
untukmu 'mama dan abah' di desa

Aug 16, 2007

Sang Jawara

A true story, 9 years ago..di sebuah perkampungan kecil di kalimantan selatan

Bendera merah putih mulai terpasang di hampir setiap halaman penduduk desa, yang lebih mampu mulai menghiasi rumah mereka dengan lampu berwarna warni, indahnya...


Ini tak berlaku untuk rumah kami, tak ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya, tetap sederhana. melihat segala pernah pernik itu membuat desaku terasa sungguh meriah. Pemuda-pemuda mulai sibuk membuat gapura, memasang umbul-umbul bertemakan merah putih serta perlengkapannya.

Puncak perayaanpun tiba, pagi hari di sambut dengan Apel bendera di lapangan terbuka 17mei di pusat kota di hadiri bupati dan wakilnya, pejabat serta kroni-kroninya tentu para guru-guru kami juga. Diakhir acara di hibur beberapa kesenian tradisional.

Disiang hari di kampung kami nyaris semua penduduk tak berbataskan umur tumpah ruah di sebuah halaman yang cukup luas. Terlihat Pohon pinang berlumurkan oli bekas di puncaknya terdapat beragam hadiah yg cukup mempesona. Tidak jauh dari pohon itu bergelantungan beberapa buah pepaya yang juga di lumuri oli bekas di tancapkan disekelilingnya recehan uang ratusan dan limapuluhan rupiah. Hadiah-hadiah lain berbungkus rapi layaknya kado pernikahan tlah siap di beberapa meja.

kalu ada yg tanya apa yang ingin kulakukan saat itu? maka dengan spontan aku menjawab 'aku mau ikutan panjat pinang' sayang karna ke-gander-an ku aku harus menguburnya. Tinggal di desa membuat aktivitas seorang perempuan berkecimpung seputar rumah dan dapur saja, yg sedikit berpunya tentu akan menyekolahkan anak-anaknya. kalau sering keluar akan mendapat cap kurang baik yang kerjanya keluyuran saja. D iacara Agustusan yang katanya perayaan kemerdekaan dimana awal saat itu para penjajah tlah angkat kaki dari negara kita bagi kami hanya simbol semata, kami hanya jadi penonton, beruntung kami masih dibolehkan menonton, ato mungkin yg pengen ikutan Agustusan (baca panjat pinang) itu cuman aku saja yah.. hemm mungkin..

Dibuka dengan sambutan Pak lurah alakadarnya tentu tanpa pemotongan pita segala dan...let's..do..it...eh ini kata saya saja.

Sesaat para penduduk melupakan segala rutinitasnya, bebannya, masalahnya, berbaur menonton suguhan atraktif dan berbagai permainan dari para peserta. Ada yang pamer kesaktian dengan memakan beling kaca, tapi mereka sedang tidak main kuda lumping yg biasanya kesurupan itu, tau darimana? karna gak ada kuda lumpingnya, mereka masih sadar dan masih bisa di ajak berbicara. Salah satu peserta malah keliatan mengeluarkan darah dari bibirnya ketika mengunyah kaca dari bekas lampu neon, mungkin dia salah ketika mengucapkan mantranya begitu pikirku.

Diantara puluan peserta itu Shahrul atau yg akrab di sapa Arul terlihat lebih mempesona. Bocah yg menurut tebakanku berumur sekitar 10tahunan itu terkenal nakal di kampungku, jujur aku tak begitu mengenal pasti tentang dia karna rumahnya cukup jauh dari tempat tinggalku, yg ku tau Arul anak yatim. Dia tinggal bersama dua sodara perempuan dan seoranga nenek yang sudah tua renta, tentang ibunya aku tak begitu mengerti kata tetangga masih ada. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari cucunya yang masih aktif bersekolah, nenek Arul bekerja sebagai tukang pijit di desa.

17an adalah moment yang sangat penting buat Arul, lebih mudah baginya mendapatkan rejeki bisa bantu nenek walau hanya cukup beli beras beberapa liter saja. Hampir semua perlombaan diikutinya, semangatnya patut diacungi ribuan jempol. ketika permainan lomba balap karung, Arul sempat terjatuh dan terluka, "Arul..Arul..Arul..." teriakan soport dari para pansnya seperti membuatnya lupa dengan kesakitannya, dengan cepat Arul bangkit dan melanjutkan perjuangannya.

Diperlombaan makan kerupuk dia menyantapnya dengan sangat lahap, dia makan kerupuk yang paling banyak. Arul memang selalu juara dan menjadi Jawara. ketika lomba ngambil uang di pepaya menggunakan mulut dengan tangan terikat bukan penghalang bagi dia, Arul kembali berhasil mengantongi uang yg lebih banyak dari perserta lainnya. Disimpan di kantong celananya yang sudah terlihat butut.

Arulpun tak kalah semangatnya untuk segera menaiki pohon pinang dengan hadiah-hadiah di puncak yang menggiurkan matanya. Tapi panitia belum membolehkan peserta lomba menaikinya, karna acara panjat pinang adalah acara puncak, setelah semua lomba selesai baru akan di mulai.

Disaat bersamaan ada juga lomba joget bersama. Joget yang paling heboh dan lucu dialah pemenangnya. lagi-lagi Arul menjadi juara. Ada dua lomba lagi sebelum puncak yakni tarik tambang dan lomba karaoke. Dengan semangat Pancasila Arul ikutan tarik tambang dengan dua orang temannya. Satu group terdiri dari 3 orang. Seorang panitia berdiri di tengah-tengah tambang, setelah meniup peluit 2 group peserta saling adu kekuatan. Arul memang yang paling kecil dan paling muda namun dia peserta yang paling tinggi semangatnya. Arul dan kedua temannya sekuat tenaga menyeret lawan hingga menyentuh garis finish, mereka berhasill..horayyy...Disaat bersamaan Arul roboh dia jatuh tersungkur. Beberapa orang membawanya keluar arena.

Sejenak kami menonton pertandingan tanpa Arul, tapi perlombaan terus berlanjut. kali ini tarik tambang di ikuti orang-orang yg sudah tua, lucu juga saat mereka adu kejantanan. Setelah itu lomba karaoke di panggung yg di buat asal, unjuk kebolehan, apalagi bagi yg berminat jadi biduan tentu ajang ini bisa jadi jalan pembuka, sapa tau ada produser liat hasil rekaman bajakannya hahahha..mimpi kali yee..

Beberapa saat kemudian seorang perempuan naik ke pentas, diambilnya micropon perlahan yang telah disediakan panitia. Sekilas dia nampak ragu, bisa jadi dia nervouse begitu batinku. Penonton mulai menghujani tatapan padanya, tak ada satupun yg tidak melihatnya, maklum satu-satunya 'peserta' wanita, berani juga dia yah... Pelan-pelan namun pasti dia memberanikan diri tuk bersuara "assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh" ucapnya dengan menundukkan kepala. Spontan di jawab penonton "WAALAIKUM SALAM WARAHMATULAHIN WABARAKATUH...."

Perempuan muda itu terlihat menarik napas panjang dan dengan masih menundukkan kepalanya "innalillahi waina ilaihi raziun...tlah berpulang kerahmatullah adik kami Arul pada hari ini pukul 4 sore, demikian pemberitahuan dari kami,wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh." Ya benar perempuan muda itu adalah kakaknya Arul, Segera dia kembali menaruh mic dan berlalu meninggalkan pentas. Sesaat kami terhenyak, saling tatap dan saling tak percaya. Arul yang beberapa menit lalu masih ceria, masih tertawa, masih begitu lekatnya di mataku betapa gigihnya dia mengikuti berbagai perlombaan sekarang telah tiada. Saat itu tentu malaikat-malaikat sedang bersiap-siap mengambil nyawanya, namun kami tak merasakan apa-apa. Arul jatuh tepat di hadapanku, detik-detik itu masih begitu basah..tarik tambang itu ternyata menghantarkan nyawanya kembali ke pangkuan Sang Khalik. Ya Allah sungguh Engkau Maha segala-galanya, Engkau pemilik kuasa, penentu segala hidup dan mati kami semua.

Musik hiburan segera di matikan, perlombaan langsung di hentikan. Sejenak suasana terasa hening. Panitia langsung mengumumkan kepada kami semua sisa hadiah akan di lelang dan si sumbangkan kepada keluarga Arul. Panitia lainnya mengambil tangga dan menurunkan semua hadian di puncak pohon pinang. Dengan cepat semua hadian terjual, tak sungkan-sungkan mereka merogoh kocek yg lumayan besar saat itu. Panitian mulai menghitung-hitung jumlah uangnya.

Setelah itu berbondong-bondong kami menuju rumah Arul. Sekitar 300meter dari tempat berlangsungnya acara. Sudah ada beberapa orang di sana. Aku mencoba menerobos kerumunan di dalam rumah mungil itu. Inilah kali pertama aku melihat sosok jasad yang tlah di tinggalkan rohnya. Tubuh Arul terlihat kaku, kulitnya menguning, Arul benar-benar tlah tiada. Dari kerabatnya ku ketahui seharian itu Arul hanya makan mie dan minum panta saja. Jangan bayangin panta saingannya miranda ato coaccola itu, panta di sini adalah minuman manis yg biasa di racik penduduk lokal, harganyapun murah meriah mungkin 50rupiah segelasnya.

Arul..damailah engkau di sana, umurmu yg masih muda smoga membawamu langsung ke surga.

Dirgahayu bangsaku, dirgahayu negeriku..semoga semangat Arul akan selalu tumbuh di hati yg pernah melihatnya dan juga membacanya :)

Aug 5, 2007

Hutang uang dapat di bayar, hutang budi...?

Sejak di lahirkan kita gak pernah lepas dan terpisahkan dari bantuan dan kebaikan orang-orang sekitar kita, orang tua, bidan, nenek, tetangga dan kroni2 nya. Tanpa mereka apalah artinya kita, tapi silsilah dari kakek dan nenek buyut2 kita sebelumnya mungkin kurang lebih begitu jg adanya. Ketika kita meninggalkan dunia yg katanya fana ini pun kita tetap butuh uluran bantuan mereka (mang bisa gali lobang sendiri :P.)

*****

Beberapa bulan silam..
Aku mendapatkan sebuah tiket gratis plus tiket special tuk 6 org dari seseoarang yg tidak usah di sebutkan nama dan propesinya, berpelancong ke intertaiment city (IC), pusat hiburan sejenis Dupannya Jakarta, dan tentu jangan samakan Dupannya jakarta ma Dupannya made in kuwait yak, katanya sihh..jaohh mah, bagusan yg di Jkt, secara aku gak pernah ke dupannya Jkt makanya gak bisa nyebutin perbedaan aslinya. yg pasti lagi Dupannya ala kuwait udah keliatan tua. Karna gratis tentu kita sangat senang sekali, sapa sih yg gak suka gratisan. Tiket yg seharusnya di bayar 3.5kd (-+100rebu rupiah) per orang diberikan kepada kami. Sungguh aku tak meminta sebelumnya, itu terjadi secara tidak sengaja. Karna tu orang mang ada kerabat dekat dengan kru IC, makanya jalan menuju ke sana lebih mudah.

Aku ke sana cuman sama mas kukuh doank, karna kebetulan di hari yg sama temen2 dah pada punya acara masing2. Setelah menikmati IC, pulang dan bertemu lagi dgn org yg ngasih tiket gratis tersebut, mengucapkan terimakasih dan bla2. Tidak berapa jam kemudian dia mengasihkankan secarik kertas berisi resep obat2 an. Walo caranya jg gak maksa tapi sungguh itulah timbal balik dari tiket yg pernah kami dapatkan. Bukan rahasia lagi memang staf rumah sakit lebih mudah mendapatkan obat ketimbang orang luar. Aku sendiri tidak begitu mengerti berapa harga obat2 an tersebut, bisa lebih mahal ato jg lebih murah, bukan maksud gak mau bantu dia, tapi di perlakukan kek gitu rasanya begimanaaaa gitu loo. kalopun bisa milih aku gak mau tiket gratis tersebut di bandingkan harus nyuruh masku tuk ngemis2 ke RS demi mendapatkan obat2 an tersebut, kalopun harus bisa beli di luar mending beli saja, tapi kadang beli obat keras kudu punya resep dari dokter jg. nasi udah jadi kerak, yah di makan aja tu kerak2 nya.

Beberapa tahun silan..
Sebagai anak kost dengan biaya hidup yg pas2 an tentu kalo ada orang (biasanya sih cowok yg sok royal, yg ngerasa jgn tersungging yaaaa..) yg nraktir kek kita2 gini dengan sumringah dan senang sekali menyambutnya. Di ajak ke tempat makan yg mayan elit lagi..puihh..sungguh berat untuk menolaknya. Maklum jg kita bukan anak asli perkotaan, maka kondisi kota dan seluk beluknya masih belum kita pelajari secara seksama. Pa lagi di awal2 tahun masuk kota. Di dunia ini mang dah langka sesuatu hal yg di berikan itu bener2 gratis..ujung2nya tu cowok2 minta pamrih....huhuuu..apa itu pamrihnya, coba anda2 tanyakan saja pada para cowok2 tersebut yakkk...

seseorang lagi berkata, pokoknya kamu harus bantu aku, aku kan udah begini..begitu..sama kamu kalo ada apa2 sapa yg bakal bantuin kamu. kalo orang baik, dia (yg anda tolong itu) nalurinya pasti ingat segala bantuan anda dan akan segera merespon kesulitan anda tanpa harus 'diminta sekalipun' tak perlu disebutkan satu persatu apalagi sampai mendetail hari tempat dan waktunya, itu sangat menyakitkan teman..

Seseorang dari negara entah berantah lagi berbicara, kamu itu udah aku kasih ini..udah ku begini..dan kembali ke begitu..dulu ku tolongin sekarang, mentang..mentang..(halah..capeeee..

Walupun begitu kita mang masih terlalu banyak hilafnya, tokh kejadian2 serupa masih sering terjadi, walo versinya sudah mulai berbeda. Apakah keikhlasan di dunia ini sudah teramat langka ato tinggal dongeng semata?

tengoklah ke kampung2 ato pelosok2 desa, ketika seorang pemuda jarang mengikuti dan bergotong royong di sebuah acara, maka ketika dia hendak melangsungkan acara harus mendapat sidang dari mahkamah desa. mungkin ini dah jadi hukum dunia 'dolo gak pernah nolongan, ngapain lo minta pertolongan'. Bisa saja kan ini karna kesalahfahaman kita yg tidak memahami kondisi dia sebenarnya. Apakah tolong menolong itu sebuah budaya ato hanya karna terpaksa?

Kita mang gak akan pernah lepas dari uluran bantuan orang lain, walo kita udah sukses sekalipun, kaya, bahkan menjabat suatu posisi yg di bilang tinggi, kita akan tetap memerlukan mereka. Kita tidak bisa menghilangkan itu semua, kita hanya dapat menguranginya, dengan meminimalisir 'kebaikan' mereka, ato sebaiknya (lebih di anjurkan lagi) menjadi bagian terpenting dalam hidup mereka. Kita harus mandiri, harus makan dari tangan sendiri, berdiri dari kaki sendiri bukan dari tangan dan kaki orang lain, ato memilih hidup dalam ikatan 'hutang budi' yg tiada hentinya, yg harus anda bayar saat itu jg. Hidup ini memang kejam men..

Jul 26, 2007

Impian berbuah petaka

Ada-ada aja ulah seseorang yg pengen cepet kaya, walo di negara kita yg katanya berberpenduduk muslim terbesar di dunia namun hal-hal mistik masih sangat kuatnya, tak heran ilmu persantetan, persusukan apalagi pesugihan masih sangat di percaya, mbah dukun asli palsu atopun dukun dadakan masih beroperasi begitu gencarnya. Kita memiliki hukum, pelindung hukum, penegak hukum dan juga pelanggar hukum namun belum terdengar hukum buat operasi seorang yg di anggap 'dukun' ato saya saja yg belum tau., yg sering saya denger di tangkapnya dukun palsu, bagimana dukun asli? jarang kan terdengar ditangkapnya dukun asli, berarti di tempat kita membolehkan beroperasinya dukun asli (kalo tidak salah begitu ganti). Mereka hanya di tangkap kalo gagal menjalankan 'tugasnya', tak jarang pula kita dengar seseorang yg harus menghembuskan napas terakhirnya di tangan mbah dukun, yg semula disuruh melakukan ritual walo tujuan aslinya hanya mbah dukun itu sendiri yg tau.

Ada yg gagal, bisa jadi ada yg sukses ato setengah2, setengah gagal setengah sukses. Budi, bukan nama sebenarnya, warga asli dari kalimantan, salah satu peserta yg pernah mengikuti 'seminar' pesugihan lewat perantara dukun tanpa mau bekerja keras sebagai mana mestinya

Beberapa tahun sebelumnya Budi pernah di ramalkan oleh seorang kerabat kelak di usia yg ke-28 dia akan mendapatkan kesuksesan plus kekayaan, namun di usianya yg kala itu sudah 27thn lebih bahkan beberapa bulan lagi mendekati angka 28, kekayaan tak kunjung jua dia rasakan.

Kehidupan Budi yg masih morat marit membuatnya setengah putus asa, di tambah harga2 bahan pangan yg semakin melojak. Jangankan tuk ngasih uang ke keluarga buat makan sendiri saja kadang dirasa masih sangat kurang, pekerjaan belum menetap. Berbagai info mulai dia kantongin, bukan info tentang lahan investasi, ato pekerjaan yg bonafit melainkan info tempat dukun yg bisa membuatnya cepat kaya.

Seorang kerabat lain anggap saja namanya Pak Samin yg telah di anggap sukses memiliki segala macam benda (harta) mulai dia dekati dengan tiap hari mampir ke rumahn Pak Samin, hingga suatu hari Pak Samin membocorkan sebuah rahasia. Rahasia dimana uangnya gak pernah habis, padahal kalo di liat dari segi usaha dia hanya berjualan umpan burung di pasar kaki lima, tanpa toko atopun kios apalagi bangunan roko, iyah dia hanya beremperan dengan panjang diagonal kurang lebih 1x2m persegi doank, hanya cukup buat alas duduk dan sedikit tempat menggelarkan daganganya.

Setelah memikir, menimbang dan mendiskusikan yg lumayan alot plus soportinitas dari pihak keluarga, akhirnya Budi memutuskan tuk mengikuti jejak Pak samin. Pak samin mengajak Budi ke tempat 'gurunya' dulu di daerah perbatasan kalsel-kalteng. Kedatangan pertama di sambut ramah ama si 'guru' ini, dan seperti halnya 'guru' dia sudah bisa menebak sapa dan apa tujuan maksud kedatangan dari calon tamunya. Kedatangan hari pertama tidak begitu banyak yg dilakukan, Budi hanya di kasih beberapa penjelasan plus sedikit caranya jg diminta mempersiapkan mental dan uang sebesar Rp350 rebu sebagai maharnya. Kalo budi tlah siap dia di minta tuk datang lagi. Budi pun pulang kerumah, kembali berunding dengan keluarga. Dengan semangat baja akhirnya dia mengatakan siap dengan segala apapun resiko yg akan dia dapatkan nanti.

Hari kedua setelah kurang lebih seminggu kemudian semenjak kedatangannya yg pertama dia datang di temanin pak samin kembali, jg persiapan uang 350rebu lebih kekhawatiran mbah 'guru' berubah pikiran dan menaikkan maharnya. ketika bertemu dengan mbah 'guru' acara ritual berlangsung singkat, pulang budi di kasih sebuah bungkusan dan beberapa petunjuk pemakaian dan jg peralatan yg harus di persiapkan sepulang nanti.

kembali ke rumah Budi langsung beraksi. Sebagai mana petunjuk mbah dukun eh salah mbah 'guru' ini budi membuat kotak kecil dari sisa2 kayu rumah. Kotak selesai dan langsung di amankan. Setiap 2x malam dalam seminggu budi melakukan ritual di rumahnya, plus sesajen berupa kue kecil yg kemudian dibacakan mantra di setiap malam itu di bawah asapan dupa. Kotak itu di isi uang yg tidak boleh di habiskan semua, jadi kalo belanja harus di sisakan dan jg tidak boleh di hitung, berapapun masih dengan catatan tidak boleh di ambil semua. Ritual berlangsung kurang lebih selama 100hari dan selama 100hari itu pula di rumah budi di larang membuang sampah ke luar. Walopun ingin membersihkan ruangan, sampah2 plus debu2 di rumah di tampung selama 100 hari dan di bungkus di plastik2 dan tetap di kumpulkan di rumah, di buang setelah 100 hari selesai.

Entah ada yg salah ato ada ritual yg kurang, 100haripun tlah berlalu, tiba saatnya bagi budi berhayal uang di kotak ajaibnya gak pernah habis walo sering di ambil, sayang hayalan tinggal hayalan uang tak jua berlipat ganda. Budipun kembali putus asa. Berita terakhir menyebutkan kalo Budi mendekam di penjara karena penyeludupan/pengoplosan solar di kotanya.

Jul 15, 2007

Satu jam di balik jendela

Seandainya saja manusia masih bisa memilih, tentu mereka akan memilih hidup dalam serba kecukupan, pekerjaan yg layak dan memiliki keluarga harmonis serta bahagia. tinggal di rumah yg bersih (sekalian perabotannya lengkap yak) ketika hujan rumah gak kebanjiran, dan tak pernah merasakan kelaparan. Namun apa daya (ato manusianya yg terlalu pasrah) kadang nasib berkata lain dengan segala impian, harus menjalaninya tidak sesuai dengan harapan, bahkan pekerjaannya pun kadang dianggap rendahan walo sebenarnya mereka jauhhhhhhh lebih mulia ketimbang manusia2 yg duduk di kursi terhormat tapi kerjaannya cuman nguras hasil keringat rakyat (beratt menn), berpesiar pakai uang rakyat dengan alasan kunjungan kerja (halah bilang aja ngiri). memanfaatkan segala kelemahan orang lain, ato orang2 yg lebih suka menengedahkan tangannya tanpa harus mau bekerja.

Katanya nyari kerja itu sulit, yg haram aja susah apa lagi yg halal, Sapa bilang cuba? hayoww angkat tangan yg ngerasa, gak ada yahh..:D

Bukannkah dunia ini luas, kalo gak percaya liat aja peta ato pergi ke angkasa, berjuta2 macam pekerjaan dapat kita lakoni, begitu banyak tempat yg bisa kita diami asal kita mau berusaha apa lagi mau memulainya dari bawah. Bukankah untuk menuju ke puncak gunung kita kudu mendaki dulu dari bawah, kecuali kita dah kaya duluan trus beli or nyewa helikopter jadi dah tu ke puncak gunung tanpa kudu susah2 mendakinya. Tapi beda dunk kalo kita yg pernah ngerasain mendaki ama yg langsung pake heli, dan rasanya jg tentu pasti beda, kalo yg suka jalan kilat ke puncak tentu kalo jatuh bakal terasa banget sakitnya bisa jadi langsung teparrr, beda pula ama org yg pernah mendakinya, jatohhh...dah biasa itu mah..

Dan ada juga yg udah mulai bawah tapi merasa kagak bisa naek2 makadehpun segala upaya dilakukan walo harus bertentangan dengan agama, apa itu ah..pikir sendiri saja lah.

Dulu, Bapakku pernah berkata 'jangan pernah ngambil apa lagi makan sesuatu yg bukan hak kamu, walo itu seratus perak, kalo itu jadi daging maka daging itu akan mudah terluka, kalo tu sampai ke otak, otaknya akan mudah tumpul, kalo sampai ke hati, hatinya jd jelek, kalo sampai ke barang barah itu akan mudah rusak dan juga hilang', kalo itu bukan punya kamu sekeras apapun kamu menahannya akan kembali ke orangnya, tapi kalo dah jadi hak kamu, rezeki bisa datang dari mana aja, bapakku sambil menunjukkan uang seratus perak yg dia pindah2 kan dari kedua tangannya.

dulu waktu kecil kadang aku nilep uang bapak seh..hahahhaha...huss

semenjak itupun aku jadi perpikir, seandainya uang seratus perak namun aku hasilnya dari sesuatu yg baik tentu jg hasilnya jauhhh lebih nikmat, 'seandainya uang itu jadi kulit, mungkin kulitku tambah bagus (ciyehhh), seandainya jadi otak bisa jadi otakku tambah cerdas (aminnn), seandainya jadi kaki mungkin kaki ini akan melangkah sesuatu yg jauh lebih baek lagi' ini baru bicara tentang sesuatu yg di timbulkan di dunia, kalo tentang yg di akherat tanyakan ma pak Ustaz en bu Ustaz aja yakkk..

Tapi lagi, akukan jg manusia biasa..helaf2 tentu masih ada :D

Suatu ketika aku pernah merenung, cubaaa yahh..semua orang di dunia ini hidup dalam kemewahan, tidak ada kata status sosial kelas menengah ke atas apa lagi kebawah, semuanya samaaa gitu, trus sapa dunk yg bangun rumah, sapa dunk yg ngangkut2 sampah, sapa dunk yg mau jadi pelayan..sapa dunk..hayooww sapa cuba yg mau kalo semuanya pada kaya semua, uang banyak di tangan namun gak bisa di apa2 in repot jg, ternyata...mang semua itu harus ada, tinggal kita aja mengusahakannya mau milih peran apa.

****

Sebenarnya tidak ada yg begitu menarik banget dari poto2 yg aku jepret dari balik jendela ini, cuman saja sungguh salut ma bapak2 di poto2 ini. Bayangin di musim panas dimana suhu mencapai kurang lebih 50 derajat C mereka bekerja, waktu menunjukkan jam 11.30an am.

Bapak penyusun semen
Dengan sangat seksama dia menyusun semen2 di depan bakalah yg baru pindahan ini. sesekali dia masuk kedalam sambil menyeka keringat, apa yg dia lakukan di dalam tentu aja aku gak tau :P

Si penggali lobang
Aku di kasih 100kd aja lom tentu mau ngelakuin ini semua kecuali terpaksa, bukan apa2 dari rumah nuju transport aja bahkan dah mo sore aku kelepek2 apa lagi kudu gali lobang sedalam gini. Bapak ini juga beberapa kali terlihat bolak balik ke bawah pohon, minum aer, beristirahat, kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi, mungkin ada sekitar 45menitan. Aku yakin di bawah pohon itupun pasti sangat panasnya, apa lagi saat bekerja. dia menggunakan topi dan kaca mata. ketika beristirahat aku liat dia mengelus2 perutnya seraya mengerenyitkan matanya seperti menahan sakit, kenapa pakk? laper yakk :(

Pengangkut sampah
selain panas, tentu bapak2 ini harus berjuang melawan kuman2 yg mungkin saja membahayakan tubuhnya.

Pengumpul kardus
Dia berkeliling dari satu bak sampah ke bak sampah lainnya, mengumpulkan segala barang berbentuk kardus, kemudian menyusun2 nya secara rapi supaya mudah terangkut.

Pencuci mobil keliling
sepengetahuanku, tarif mereka sekitar 500filis-1kd sekali cuci. tapi ada juga yg sistem langganan. kaya yg di poto ini kayanya sih dah langganan. Dulu mas kukuh juga langganan satu bulannya 5kd, mayan kan buat mereka, dan tentu mayan juga buat yg malas nyuci. Tapi agak yg kurang sreg nya, mereka make aer satu ember buat di pake ke beberapa mobil. namun anehnya mobil2 yg di bersihkan pake aer bekas itu masih tetap keliatan bersih kok hasilnya. mau nyoba? biasanya di tempat parkiran2 mall jg banyak. eh ini jepretnya waktu pagi lo :D