Feb 27, 2016

Asapmu membunuhku

Wallahi, saya tidak membenci orang yang merokok, hanya saja diri ini termasuk golongan orang yang cukup terganggu dengan kepulan asap itu. Kepala terasa pusing saat pertikal-pertikal tembakau mulai menyapa indra penciuman. Hanya dengan jarak 10 meter asap itu sudah bisa terdeteksi, sungguh menggangu.

Kakak perokok, menurut cerita bapak dia pernah muntah darah. Kami sudah belasan tahun hidup berpisah. Om, pakde dan mbah mbah juga perokok, bahkan suami sendiri mantan perokok. Pernah bertahun tahun hidup dan tinggal dilingkungan perokok aktive. Ketika masih tergolong alay dan ababil sayapun pernah mencicipinya.

Tapi, semua berubah saat sang Khalik menitipkan janin di rahim ini. Kalau bukan ibunya yang melindungi siapa lagi. Kang mas harus jaga jarak kalau sedang ingin menunaikan hasratnya. Pun saat sang malaikat kecil lahir, jarak semakin panjang, no touch en gendong baby, dan bajunyapun kudu ganti, kalau perlu sekalian mandi kalau pengen nimang bayi. Ribet kan? Sengaja

Hingga pada suatu hari....
Saat dia menikmati kepulan asap yang bisa menghanyutkan seseorang sampai pada titik yang konon katanya menggairahkan, tiba-tiba kang mas merasa ada sesuatu yang tidak beres di jantung hatinya, perasaan tak menentu, gelisah dengan napas tak beraturan.

Saat itulah perasaan takut menghampiri, dia tidak ingin istri nan ayu dan semata wayang ini *plak!!!* baiklah saya ralat,  teringat anaknya yang masih kecil, dia tak ingin anaknya di asuh oleh bapak tiri *maaf saya ralat lagi* dia tak ingin anaknya kehilangan bapaknya nan ganteng, pekerja keras dan rajin menabung serta soleh, ammiinnnn... *semoga jatah belanja saya naek, amiinnnn lagi

Sejak detik itu pula dia meninggalkan batangan-batangan rokok, tidak ada jalur sedikit sedikit dulu, ataupun coba coba. Dengan niat yang kuat dan kokoh, sejak kejadian itu, 6 tahun telah berlalu. Sepengetahuan saya dia tidak pernah beli dan menghisap rokok lagi.

Sepanjang perjalanan kebersamaan kami, saya tidak pernah melarang, hanya berdoa dan sedikit mempersulitnya. Tidak akan pernah sekalipun meminta orang untuk berhenti, siapapun dia meskipun sodara kandung, bagi saya ketika seseorang telah berusia 17tahun ke atas dia sudah bertanggung jawab penuh atas dirinya termasuk kesehatannya. Tugas saya hanya ingin melindungi orang orang terkasih yang di usianya belum tau apa-apa.

Untuk pribadi, saat ada orang berokok di depan saya, sebisanya menjauh tapi kalau tidak memungkinkan paling banter menutup hidung. Namun saat bersama si kecil di tempat tertentu, maaf dengan sangat terpaksa saya tegur paling tidak meminta mereka untuk menunda dulu. Mereka tidak akan mati hanya menahan sejam dua jam untuk tidak berokok di depan anak kecil, tapi lihat dan kasihanilah, mereka akan menghirup dan mungkin mengendap ditubuh selamanya.

****

Tidak jauh dari tempat tinggal kami, ada warung kelontong yang menyediakan berbagai macam rokok. Kemarin ini toko itu tutup, saya sedang mencari teh tubruk pesenan kang mas. Sudah mencoba toko lain tapi kosong. Hujan cukup deras membuat saya kesulitan berjalan cukup jauh, dengan terpaksa saya menggedor toko yang tutup itu lewat pintu belakang. Mereka sedang berkumpul, saat kutanya mengapa tutup, katanya bapaknya terkena stroke lagi.

Ini bukan kali pertama bapak itu terkena stroke. Sungguh sangat disayangkan walau berulang kali sakit dia tetap merokok. Jujur, sulit untuk bersimpati buat orang yang tidak peduli akan dirinya sendiri.
Yang memprihatinkan tentu orang orang di sekitarnya.

Ada anak di bawah umur. Seorang bayi, balita dan anak usia sd, menantunya semasa hamil hingga melahirkan juga turut menghirup. Bahkan ayahnya anak anakpun perokok yang sangat aktif. Sungguh ini bukan ranah saya untuk turut serta, hanya bisa berdoa semoga mereka baik baik saja :)

Feb 25, 2016

3 bulan bersama Lemon dan Madu



Setiap pagi sesaat setelah bangun tidur dan ke kamar kecil saya rutin minum perasan lemon di campur madu dan air hangat, hasilnya...

1.  Biasanya bulanan saya selalu mundur 3 sampai semingguan, tapi sekarang lebih maju 3 sampai 4 harian Sebelum tanggal sebulan sebelumnya.

2. Lepas obat mag, saya tidak tau berapa tingkat keasaman di lambung saya, tapi kalau sudah kumat bisa berguling guling ngga karuan apalagi kalau telat makan ataupun makan makanan yang aneh aneh. 

3. Tiap pagi berasa lebih fresh, tapi sepertinya karna tidak imbang dengan sayuran hijau tekanan darah agak merosot.

4. Pada bulan ke 2, 3 hari berturut-turut saat M keluar gumpalan-gumpalan yang lebih banyak dari biasanya. Owiyah saya memiliki kista yg lumayann keliatan waktu dulu di usg, tidak tahu nasibnya sekarang, apa tambah besar atau sebaliknya. Berdasarkan penuturan kerabat yang memiliki kista dan nyaris di operasi kistanya semakin mengecil setelah rutin mengkonsumsi jus lemon.

5. Kang mas juga kadang ikutan minum, tapi ngga suka terlalu asem, beberapa hari di awal dia langsung diare dan perutnya jadi lebih langsing deh.

6. Tidak tahu ada hubungannya atau tidak. Dulu saya penggemar kopi walau belum sampai tahap addict, seminggu yang lalu setiap minum kopi jantung saya berasa ada yang ngga beres, berdebar debar kaya orang mo ngatakan cinta opst...  sudah 3 hari ini saya putuskan untuk tidak mengkonsumsi kopi lagi :(

7. Saat virus influenza menerjang pertahanan imun saya, biasanya dosisnya saya tambahin. Minimal bisa 2-3x sehari.

Resep Lemon jus: sepertiga lemon di peras + 2 sdm madu + 1 gelas besar air hangat. Masukin air biasa dulu, baru air panas, untuk menjaga kandungan vit c nya.

Kalau tenggorokan lagi bermasalah bisa di tambah 1 ruas jahe di geprek pada minuman.

N/b: 
Bagi yang memiliki penyakit asam lambung/mag sangat sangat di larang minum jus lemon dalam keadaan dingin apalagi di campur air es.

Hentikan pemakaian kalau ada sebab akibat negatif dari minum jus ini. bisa saja setiap orang memiliki efek yang berbeda beda, macam kang mas dia langsung diare, sedangkan saya tidak, perut kang mas bisa langsing.. lha saya perasaan gini gini doank,.dan yang pasti berat badan saya ngga berubah. Tujuan minum jus ini murni buat kesehatan tidak ada kepikiran biar langsing :D

Selamat mencoba :)




Dec 21, 2013

motoran sama mama

Dulu waktu masih beduwaan sama rafa, kami cuman menaikin sepeda kayuh, keliling2 muterin solo eh perkampungan solo. pas hamil keduwa, pernah tuh suwatu ketika ke pasar tradisional sepedaan. biasalah emak-emak seharusnya belanja 3 produk nyampe lokasih bisa jadi lima belas macem wal hasil gak bisa ngangkut, dan kebingungan naruh juga, mana itu jalan pulang pada pake acara nanjak lageh aduh.. gak bawa henpun, beruntung eh beruntung nginget nomer telepon rumah, pergilah ke wartel nelponin kang mas.."mas aku gi di pasar, susah pulang neh.. jemput ya..." tidak bereapa lama kemudian mobil angkutanpun dateng, emak bunting gede karo belanjaannya plus sepeda2 nya di angkot dengan selamat ampe ke sangkar.

dari sana mulai kepikiran, keknya kalo yg keduwa wes lahir, dah gak bisa lagi neh sepedaan, rafa juga bakalan sekolah, kalo aku masih pake sepeda terlalu lama kalo ninggalin, mulailai ancang2 pake motor. dolo2 juga sebenarnya dah punya motor matic, cuman jarang di pake, malah di pake orang lain, hingga akhirnya di jual. setelah matic ke duwa nyampe di rumah, maka si biru harus di lelang, karna kalo masih di rumah aku akan terus melirik-lirik dan enggan belajar motoran. pajang deh depan rumah trus kasih tulisan di jual, cuman dua or 3 jam si biru udah berganti majikan.

awal-awal belajar naek motor emang cukup sulit, tapi namanya udan niat kuwat banget, alhamdulillah... sekarang udah lancar jaya sentosa. yg paling penting sebelum berangkat, patuhi rambu lalu lintas trmasuk peralatan berangkat, hati-hati dan berdoa, jangan sampai anak2 kenapa2 karna kecorobohan kita :(. 

jadilah sekarang kalo kemana2 bisa rombongan lebih cepet dan gak ngos2 an lagi kalo di tanjakan. motornya juga ta pasangin boncengan, kalo jarak jauh biasanya alfie di belakang, karna dia pegangan masih belum terlalu bisa, rafa di tengah dan emaknya..yg nyetir dwunk. kalo sendiri kecepatan maksimal paling gak mentok dari 50, kalo bawa rombongan biasanya gak labih dari 40.