Mar 7, 2016

200 Rupiah itu berharga kawan

Pernah ngamen di perempatan? Saya belum, dan bisa di bayangkan belum tentu dapat uang recehan. Tapi bukan itu intinya, lebih terpikir berapa mili sunblock yang akan di pakai untuk melindungi kulit dari sengatan matahari? Kalau malam hari malah dikira mau jual diri. Pernah juga suatu ketika baju inceran harganya Rp 99.900. Gegara kurang 100 perak batal menukarkan voucer 50 rb, menyebalkan sekali bukan?

Saat pemerintah mengeluarkan kebijakan dan himbawan untuk kantong plastik berbayar, saya termasuk berdiri di barisan paling depan turut mendukung program ini *bawa spanduk bertuliskan Selamatkan Celengan kita*. Tidak terlalu ambil pusing siapa yang akan di untungkan, tapi lebih fokus pada tujuan mulia dan dampaknya pada lingkungan.

Dari lahir hingga kelak tiada, kita bergantung padanya, berterimakasih saja mungkin tidak cukup. Masih banyak yang mempersoalkan kalau plastik minyak, sabun dan sodara-sodaranya jauh lebih susah terurai, betoelll dan saya sangat setuju, tapiiii... bukannya plastik tersebut di komunitas orang -orang kreatif *maaf saya termasuk yang kurang kreatif* bisa di buat aneka keranjang, kerajinan, pot taneman dan masih banyak lagi, tentunya menghasilkan tambahan ekonomi.

Bagaimana dengan plastik belanjaan? Menurut pantauan astronomi dari kelas fisika dan kimia yang dua duanya dapat nilai nyungsep , nyaris semua plastik loreng, itam, merah kuning hijau di langit yang biruu... itu, berakhir di penampungan sampah, atau mampir di tukang sayur buat di pakai lagi kalau ada yang belanja. Dan di beberapa industri, di olah kantong plastik lagi di mana sebagian kantong itu untuk membungkus makanan yang biasa kita makan entuuu... iyaaa yang itu tuhh, tau dwunkkk kontaminasi plastik daur ulang saat tersentuh makanan panas?

Nah kalau semua orang udah ngga makai kantong plastik lagi, bagaimana nampung sampahnya? beli lagi juga ujung ujungnya. Tidak harus, karna dibeberapa tempat sudah nerapin penggolongan sampah berdasarkan jenisnya? Lagian kalau beli plastik kiloan jatuhnya juga lebih murah, 4500/kilo tuh di sebelah rumah saya ada yang jual. Trus juga di pasar tradisional masih make kantong gratisan. Hitunglah sekilo ada berapa lembar, banyakkkkkk bangettttts.

Mungkin satu dua tahun ini tidak berasa tapi lihatlah 10 atau 20 tahun yang akan datang. Semoga alam tetap terjaga baik untuk tempat anak cucu kita. Bagi yang masih jomblo, anak cucunya bisa ngadopsi dulu.

200 rupiah bagi sebagian orang mungkin tak berharga, namun saya termasuk orang yang tidak ikhlas mengeluarkan 200 rupiah untuk sesuatu yang akan terbuang percuma.

Saat di negara-negara maju lebih dulu menerapkan, mengapa kita tidak?

#OneDayOnePost

Mar 4, 2016

Edu Park UMS,Taman terbaik di kota Solo dan sekitarnya


Pertama kali ke taman ini pertengahan tahun 2014, sudah bagus cuman agak panas walau telah banyak pepuunan dan bebungaan. Tempat yang sangat ideal untuk melampiasan energi anak-anak.

Di tahun 2015 an diadakan festival payung, dimana Resto ternama Dapur Solo bergabung dengan taman ini. Semenjak itu pula, area menjadi lebih terawat, lebih basah setelah di bangun beberapa perairan. Mushola dan kamar mandi yang bersih. Pastinya ada tempat buat mengganjal perut saat kelaperan.

Taman seluas 6 hektar ini cukup komplit. Terdapat jogging track, labirin, arena bermain anak,  mini outbond, lapangan sepak bola, kolam ikan dan hutan alam.

Ada yang unik dari Edu Park Ums, karena di resmiin oleh Bupati Kutai Barat Kalimantan Timur Bapak Ismael Thomas, menurut cerita, sebagian besar tanaman khusus dibawa dari Kutai Kalimantan Timur, diantaranya pohon ulin, gaharu, kapur, meranti, durian holai, anggrek hitam, matoa dan cendana *ah jadi kangen ma hutan Kalimantan, masih ada?*

Terletak di tepi kota Solo, tepatnya di Jl Adi Soecipto. Dari manahan 15-20menitan lagi *tergantung kecepatan* ke barat lurus.

Buka dari jam 5 pagi sampai 6 sore. Tidak perlu membayar untuk masuk ke taman, cukup bayar parkir 1000-3000rupiah dan ada keringanan untuk pemegang kartu mahasiswa, jaga kebersihan, tidak merusak taman ataupun berburu hewan plus tidak berduaan dengan yang bukan muhrimnya yaa.. Denda 2juta rupiah bagi pelaku pasangan yang melanggar dan si pelapor dapat 50% dari hasil denda. Hayowww yang mau nekad nyoba mohon kabarin saya.. nanti kita bagi dua :D

#tamanbalekambangsolo keknya kudu study banding neh ke sini.

#OneDayOnePost

Mar 3, 2016

Menjadi Penulis Scenario

Maaf, saya bukan ahli di bidang ini yaa.. Cuman mau berbagi file sebelum hilang dan tenggelam. Mungkin teman-teman ada yang membutuhkan, berminat atau pengen belajar. Disini ada contoh sinopsis, skenario dan scaneplot.

Dulu pernah mengikuti kelas ini secara online. Kita akan di bimbing untuk menjadi penulis skenario, bertanya dengan leluasa apaaaa aja perihal skenario dan orang-orang di belakangnya, bagaimana scenario itu sampai bisa di terima PH, juga kendala yang biasa di hadapin oleh penulis pemula.

Nah hebatnya lagi sinopsis karya kita *karya saya yang masih abal abal* akan di bedah dan di revisi bersama orang yang ahli, juga silaturahmi dengan orang PH tentunya. Dan yang pasti kesempatan untuk menembus PH per televisian lebih terbuka lebar.

Kalau ada yang bertanya, mengapa tidak di lanjutkan? Cerita yang sering di angkat mungkin lebih cocok untuk genrinya anak muda yang sangat kekinian sedangkan saya sepertinya udah ke kunoan, terbukti contoh karya saya masih sangat hancur *huwaaaaa nangis di pojokan...

Buat teman-teman yang tertarik mengikuti kuliah ini, dan ingin mengetahui informasi lebih lanjut bisa liat di fans page fb Griya Kinoysan University.

Semoga ke depannya lahir penulis-penulis scenario yang hebat, berkualitas serta menginspirasi dan memajukan pertelevisian tanah air.

Contoh Sinopsis dan Scaneplot

Contoh Skenario

N/b: kedua contoh di atas bukan karya saya, tapi mungkin pernah tayang di tv