Mar 13, 2017

Kunjungan Sang Raja

Dalam beberapa hari belakangan ini media sedang gencar memberitakan perihal Raja Salman dari Saudi Arabia yang akan bertandang ke Indonesia. Selain untuk hubungan Diplomatik antar negara, mereka juga akan berlibur ke Bali.

Yang lebih heboh tentu rombongan yang akam beliau bawa, tindak tanggung-tanggung 1500 orang  dan 25 PANGERAN. Hayolahh.... jujur saja, kalau berita special diantara special tersebut di atas tentu mengenai pangeran-pangeran ini. Iyakan...kannn..?

Saudi Arabia seakan mewakili simbol, Negeri Islam yang taat, kaya raya, dan penduduknya yang teramat cantik dan guaantengggg. Apalagi kalau di tambah keturunan raja, siapapun sudah senormal-normalnya pasti berdecak kagum. Walau.. tentu saja, mereka juga manusia biasa, yang ngga luput dari kata hilaf, hanya saja tentu semua itu seakan tertutupi oleh semua yang melekat pada diri mereka. Atau kita yang terlalu fokus pada kesempurnaannya.

Lebih jauh saya tidak akan membahas tentang kesempurnaan sang pangeran tapi lebih....

Mari lihat sambutan bangsa kita untuk mereka. Special dan teramat sangat special. Rasa-rasanya baru kali ini aku melihat sambutan yang sungguh luar biasa. Di tambah animo masyarakat seolah ikut tak terbendung. Percayalah walau hanya bisa melihat hidung mereka yang super mancung itu saja, rasanya sudah sangat gembira.

Back to topic...

Dengan latar belakang seperti itu, mereka memang pantas mendapatkannya. Jadi kepikiran, Bagaimana ya Allah beserta malaikat-malaikatnya saat menyambut hamba-hamba yang dia sayangin, yang semasa hidup rela bersusah payah sampai berdarah-darah untuk tetap berada di jalan-Nya. Bukankah apa yang kita lihat barusan hanyalah sepermili atau mungkin lebih kecil lagi dengan apa yang  Dia sediakan.

Duhai anak-anakku, permata hati belahan kasih sayang, semoga kelak kalian pangeran-pangeran itu menanti mama dan papamu dengan sambutan-sambutan indahmu di pintu Surga.

note: Tulisan tersebut di atas di buat sehari sebelum rombongan Raja Salman bertandang ke Jakarta dan diselesaikan setelah beliau pulang untuk melanjutkan dinas ke Jepang :D

Saat Bocah Mengamuk Minta Mainan

Hal yang lumrah apabila bocah-bocah menggunakan senjata andalannya saat menginginkan sesuatu agar terpenuhi. Rasa-rasanya setiap orang tua pernah mengalami ini semua.

Tahapannya, dari menggeret tangan ayah/ibu ke tempat yang di maksud. Kemudian meminta baik-baik dengan rengekan mancjah. Apabila tidak berhasil mulai melipat bibir dengan embun menghiasi kelopak mata. Nada suara semakin kencang sekitar 3 okav. Naikin lagi volomenya sampai 35 (coba liat chanel volome tivi). Kakinya mulai menghentak-hentak. Selanjutnya berteriak, mengamuk, kemudian  bergulig-guling di lantai.

Tentu saja tidak semua anak seperti ini. Ada yang cuman ngambek bentar atau nangis sesaat. Masih banyak kok yang kalem, terus di bilangin baik-baik dia nurut. Tapi tunggu sebentar, coba tanya ortu/pengasuhnya sebelum-sebelumnya gimana? He he he .... bisa saja mereka telah melewati masa itu.

Kebetulan dua bocah saya pernah sampai pada tahap yang berguling-guling (eh yg bungsu ngha pernah dink) dan ngga mau pulang. Jangan tanya bagaimana bentuk muka saya/kami saat pandangan orang-orang saat itu terjadi. Tapi saya selalu berpegang teguh, tidak ada hal apapun yang diturutin kalau menangis.

Bahkan kalau ingin berbicarapun anak-anak biasanya saya suruh nyelesaikan tangisannya baru ngomong. Karena saat menangis hanya membuat semuanya bertambah runyam. Dan juga menuruti keinginan anak saat menangis akan menjadi senjata yang ampuh bagi mereka di kemudian hari, owh... ini sangat berbahaya pemirsah.

Ini yang biasa saya lakukan saat terjadi semisal belum saatnya saya membelikannya mainan.
*Meminta maaf dan memberikan alasan logis kenapa mainan tersebut tidak dibeli. Sebisa mungkin tidak membohongi anak-anak apalagi membodohi mereka  dengan kata-kata yang aneh dan tidak masuk akal, contohnya mainan tersebut tidak di jual.

Saya lebih suka memakai kata semisal karena baru saja membeli mainan, kita bisa membikinnya sendiri, bisa juga harga mainan yang terlalu mahal atau memang kita belum ada dana lebih (paling ngga demen bilang ngga ada uang, karena takut jadi kenyataan hahahhaa). Berhubung mainan bukan kebutuhan pokok jadi hanya sebagai sarana hiburan.

Kalau memang mainan tersebut ada kemungkinan untuk terbeli saya akan bilang "nanti ya, kalau dedek berkelakuan baik dan mama sudah ada uang lebih mama akan belilan."

*Kalau sudah tahap mengamuk, biasanya langsung saya gendong dan bawa pulang tanpa bersuara apapun.

*Kalau dia meronta teramat sangat, saya gendongnya ngga kalah erattt.. eratttt sekali pokoknya.

Sejak usia 6 tahun si sulung sudah tidak pernah mengamuk sampai jungkir balik, paling banter biasanya pasang muka sedih atau sejam sekali nanyain ke mamaknya kapan itu mainan di beli.

Setiap kali ngungkit-ngungkit pengen beli biasanya mamaknya selalu nyisipin "anak cerdas bikin mainannya sendiri." Horayyy...

Mar 7, 2017

Taman Hutan Raya Tawangmangu

Ini tempat sumpah kerennn banget. Seketika masuk lokasi kita sudah disuguhi hutan lebat yang tertata rapi dan bersih. Tepi bukit nan sungguh curampun cukup membuat andrenalin terpacu. Jalanan berkelok, dan pemandangan menghijau terhampar luas.

Nyesel rasanya tidak dari kemarin-kemarin ke tempat ini. Sangat cocok untuk wisata edukasi bersama keluarga. Area yang disajikan sangat luas, termasuk area permainan ketangkasan anak. Sayang, hanya beberapa menit kita memijakkan kaki, hujan turun dengan sangat deras. Beberapa spot sangat terpaksa dilewati.

Kami harus menepi di sebuah pondokan yang telah tersedia, berhimpitan bersama pengunjung lainnya. Cukup lama, mungkin sampai satu jam hingga hujan meninggalkan rintik-rintik halus. Satu hal lagi yang sungguh disayangkan, keberadaan warung makannya cuman satu, atau ketidaktahuan kami dengan lokasi.

Ketika pulang, pohon-pojon besar seakan melambai-lambai.  Ada kandang Rusa juga dan ayam hutan yang entah dari mana sarangnya. Kita sempat menghentikan kendaraan ketika ada sedikit halaman yang bisa di jadikan tempat memarkir.

Dari kejauhan nampak gunung menjulang di kelilingi hutan lebat. Sebuah air terjun menghias tidak jauh dari sana. Tebingnya memang cukup curam. Dari tempat parkir kita liat plakat jalan yang bertulislan 'Goa Angin-Angin.' Semula kita tidak terlalu mengerti maksudnya. Si sulung juga bilang kalau goanya telah tertutup batu besar. Karena dalam pikiran dia, goa itu lubangnya besar seperti Goa Gong yang pernah dia lihat

Aku mencoba melihat lebih dekat, memang ada terowongan tapi diameternya sangat kecil seukuran empat telapak tangan orang dewasa. Ada hal yang unik sekaligus takut. Khawatir tiba-tiba ada binatang berbisa yang keluar dari tempat itu. Dan uniknya, rerumputan disekitar liang nampak bergetar teratur. Aku merasa itu bukan karena hembusan angin luar, hingga kuberanikan menengadahkan tangan di sekitar lubang.

Yup, angin lembut seketika terasa menerpa telapak tangan. Sejuk membelai-belai. Baru kami mengerti kenapa goa ini di namakan Goa Angin Angin, karena ada angin yang berhembus dari dalam tanpa henti.
Hutan ini ini juga sangat berdekatan dengan Candi Sukuh. Tepatnya beberapa meter dari pintu masuk. Terletak di atas dataran tinggi dengan hawa sejuk, tempat ini sangat rekomendasi sekali sebagai wisata yang harus dicoba jika berencana ke area Tawangmangu.

Note: Beberapa foto bisa diliat di ig @raidawardoyo