Apr 25, 2017

Pesona Pantai Ngrenehan, Gunung Kidul

Pantai Ngrenehan merupakan pantai nelayan. Terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari kurang lebih 30 km di sebelah selatan kota Wonosari. Suatu pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau dengan deburan ombak menerpa pasir putih. Para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh- oleh. *ini kata mbah wikipedia.

Untuk tiba di lokasi cukup hidupkan GPS, kemudian hindari wilayah kota karena jalanan akan sangat ramai apalagi saat holiday. Ikuti petunjuk, taraa.. semoga selamat sampai tujuan.

Beberapa kilometer menuju lokasi kejadian, maksud saya menuju pantai, jalanan lumayan mulus tapi cukup sempit. Saat berpapasan dengan pengendara lain apalagi beroda 4 kudu memperlambat kecepatan. Bahkan ketika pulang, ada bus yang tergelincir, padahal kondisi dalam keadaan kering.
Pantai ini tidak terlalu ramai, juga tidak terlalu besar. Dari bibir pantai, kita akan disuguhi perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. 

Pemandangannya sangat indah dan rekomendasi banget untuk wisatawan yang ingin menikmati hidangan laut murah meriah sampai kenyang. Kalau beruntung bisa ikut pelelangan ikan.
Penduduk sangat ramah. Mata pencaharian mereka selain sebagai nelayan dan berjualan ikan, tentu memanfaatkan kunjungan para traveler. 

Mereka menyewakan pelampung (Rp 10 ribu), tikar (Rp 15rb) dan petualangan ombak aka perahu bermesin yang di patok sekitar Rp 200rb untuk 12 penumpang. sensasi makan ikan segar dengan harga bersahabat tentu tak kalah memesona. 1kg ikan cakalang dihargai sekitar Rp 30rb. Rasanya sungguh nikmat dan lezaaaatttt... kamu kudu coba. 

Mar 13, 2017

Kunjungan Sang Raja

Dalam beberapa hari belakangan ini media sedang gencar memberitakan perihal Raja Salman dari Saudi Arabia yang akan bertandang ke Indonesia. Selain untuk hubungan Diplomatik antar negara, mereka juga akan berlibur ke Bali.

Yang lebih heboh tentu rombongan yang akam beliau bawa, tindak tanggung-tanggung 1500 orang  dan 25 PANGERAN. Hayolahh.... jujur saja, kalau berita special diantara special tersebut di atas tentu mengenai pangeran-pangeran ini. Iyakan...kannn..?

Saudi Arabia seakan mewakili simbol, Negeri Islam yang taat, kaya raya, dan penduduknya yang teramat cantik dan guaantengggg. Apalagi kalau di tambah keturunan raja, siapapun sudah senormal-normalnya pasti berdecak kagum. Walau.. tentu saja, mereka juga manusia biasa, yang ngga luput dari kata hilaf, hanya saja tentu semua itu seakan tertutupi oleh semua yang melekat pada diri mereka. Atau kita yang terlalu fokus pada kesempurnaannya.

Lebih jauh saya tidak akan membahas tentang kesempurnaan sang pangeran tapi lebih....

Mari lihat sambutan bangsa kita untuk mereka. Special dan teramat sangat special. Rasa-rasanya baru kali ini aku melihat sambutan yang sungguh luar biasa. Di tambah animo masyarakat seolah ikut tak terbendung. Percayalah walau hanya bisa melihat hidung mereka yang super mancung itu saja, rasanya sudah sangat gembira.

Back to topic...

Dengan latar belakang seperti itu, mereka memang pantas mendapatkannya. Jadi kepikiran, Bagaimana ya Allah beserta malaikat-malaikatnya saat menyambut hamba-hamba yang dia sayangin, yang semasa hidup rela bersusah payah sampai berdarah-darah untuk tetap berada di jalan-Nya. Bukankah apa yang kita lihat barusan hanyalah sepermili atau mungkin lebih kecil lagi dengan apa yang  Dia sediakan.

Duhai anak-anakku, permata hati belahan kasih sayang, semoga kelak kalian pangeran-pangeran itu menanti mama dan papamu dengan sambutan-sambutan indahmu di pintu Surga.

note: Tulisan tersebut di atas di buat sehari sebelum rombongan Raja Salman bertandang ke Jakarta dan diselesaikan setelah beliau pulang untuk melanjutkan dinas ke Jepang :D

Saat Bocah Mengamuk Minta Mainan

Hal yang lumrah apabila bocah-bocah menggunakan senjata andalannya saat menginginkan sesuatu agar terpenuhi. Rasa-rasanya setiap orang tua pernah mengalami ini semua.

Tahapannya, dari menggeret tangan ayah/ibu ke tempat yang di maksud. Kemudian meminta baik-baik dengan rengekan mancjah. Apabila tidak berhasil mulai melipat bibir dengan embun menghiasi kelopak mata. Nada suara semakin kencang sekitar 3 okav. Naikin lagi volomenya sampai 35 (coba liat chanel volome tivi). Kakinya mulai menghentak-hentak. Selanjutnya berteriak, mengamuk, kemudian  bergulig-guling di lantai.

Tentu saja tidak semua anak seperti ini. Ada yang cuman ngambek bentar atau nangis sesaat. Masih banyak kok yang kalem, terus di bilangin baik-baik dia nurut. Tapi tunggu sebentar, coba tanya ortu/pengasuhnya sebelum-sebelumnya gimana? He he he .... bisa saja mereka telah melewati masa itu.

Kebetulan dua bocah saya pernah sampai pada tahap yang berguling-guling (eh yg bungsu ngha pernah dink) dan ngga mau pulang. Jangan tanya bagaimana bentuk muka saya/kami saat pandangan orang-orang saat itu terjadi. Tapi saya selalu berpegang teguh, tidak ada hal apapun yang diturutin kalau menangis.

Bahkan kalau ingin berbicarapun anak-anak biasanya saya suruh nyelesaikan tangisannya baru ngomong. Karena saat menangis hanya membuat semuanya bertambah runyam. Dan juga menuruti keinginan anak saat menangis akan menjadi senjata yang ampuh bagi mereka di kemudian hari, owh... ini sangat berbahaya pemirsah.

Ini yang biasa saya lakukan saat terjadi semisal belum saatnya saya membelikannya mainan.
*Meminta maaf dan memberikan alasan logis kenapa mainan tersebut tidak dibeli. Sebisa mungkin tidak membohongi anak-anak apalagi membodohi mereka  dengan kata-kata yang aneh dan tidak masuk akal, contohnya mainan tersebut tidak di jual.

Saya lebih suka memakai kata semisal karena baru saja membeli mainan, kita bisa membikinnya sendiri, bisa juga harga mainan yang terlalu mahal atau memang kita belum ada dana lebih (paling ngga demen bilang ngga ada uang, karena takut jadi kenyataan hahahhaa). Berhubung mainan bukan kebutuhan pokok jadi hanya sebagai sarana hiburan.

Kalau memang mainan tersebut ada kemungkinan untuk terbeli saya akan bilang "nanti ya, kalau dedek berkelakuan baik dan mama sudah ada uang lebih mama akan belilan."

*Kalau sudah tahap mengamuk, biasanya langsung saya gendong dan bawa pulang tanpa bersuara apapun.

*Kalau dia meronta teramat sangat, saya gendongnya ngga kalah erattt.. eratttt sekali pokoknya.

Sejak usia 6 tahun si sulung sudah tidak pernah mengamuk sampai jungkir balik, paling banter biasanya pasang muka sedih atau sejam sekali nanyain ke mamaknya kapan itu mainan di beli.

Setiap kali ngungkit-ngungkit pengen beli biasanya mamaknya selalu nyisipin "anak cerdas bikin mainannya sendiri." Horayyy...