Mar 14, 2016

Ke kebun mbah Boyolali


Cuaca kemarin sangat cerah, nampak dua buah gunung yang menjulang tinggi, Merapi dan Merbabu. Hamparan sawah yang mulai menguning, menemani perjalanan kami dari Solo menuju  kampung mbah, Boyolali

Boyolali di anugrahi lahan yang subur, cuaca segar dan air yang sejuk. Tingkat polusi di daerah ini sangat rendah, karna masih begitu banyak pepohonan dan kebun, apalagi sekarang musim buah. Sepanjang jalan, pohon rambutan yang siap panen seakan melambai-lambai menyambut kedatangan kami.

Setiap 3 bulan sekali, agenda rutin keluarga adalah arisan. Tujuannya tidak semata-mata mengumpulkan dana, tapi lebih tepatnya reuanian. Membahas dan berusaha mencari solusi tentang masalah yang ada, saling mendoakan dan yang pasti makan makannn....

Sayang, kemarin cukup banyak anggota yang tidak hadir, makanan jadi berlimpah ruah. Ku liat dari wajah mbah seperti menahan sedih dan kecewa.

Di kebun mbah begitu banyak aneka buah yang di tanam. Ada rambutan, durian, sawo, buah naga, belimbing wuluh dan masih banyak lagi. Tapi yang lagi panen rambutan dan buah naga, dan se kantong plastik besar buat kami habiskan kembali di rumah.

#OneDayOnePost

6 comments:

juni dwiriyanti said...

Sejuknya Boyolali. Tempat kerjaku pun berbatasan dengan Boyolali.

juni dwiriyanti said...

Sejuknya Boyolali. Tempat kerjaku pun berbatasan dengan Boyolali.

Raida said...

Iya mba, hawanya juga mirip mirip Tawangmangu

Nychken Gilang said...

Kelak harus merasakan indahnya Boyolali

Sasmitha A. Lia said...

waahh.. harusnya aku mampir mbantuin mbah ngabisin makanannya.. :D

Urip Widodo said...

Sejuk. Di sana.