May 17, 2016

Hari ke-6 part 2: Tiga Bulan Berpisah

Ini adalah aib keluarga, tidak pantas rasanya ku tuliskan semua di sini. Tapi hatiku begitu sesak, tak ingin terulang lagi di kemudian hari.  Bagaimana mungkin aku bisa melakukan semua ini, sungguh di luar rasa kemanusianku, di luar nalar dan akal sadarku.

Tiga bulan yang lalu, telah lahir seorang putra dari rahimku. Wajahnya sangat rupawan, perpaduan antara Rafa dan Alfie. Rambutnya sangat lebat dan cukup panjang. Bayiku tidak rewel. Mengingat Rafa dan Alfie masih sangat kecil, dan kadang Mas kukuh melihatku masih begitu kerepotan, dia menyarankanku untuk menitipkan bayi kami ke desa, bersama mbahnya.

Yeah benar, apalagi Alfie dia masih Balita, masih sangat membutuhkanku, di tambah satu bayi lagi pasti kerepotan itu bertambah-tambah. Aku menyetujui usul mas, hanya sebentar di gendongan, bayi yang belum kami beri nama itu segera di antar ke desa.

Selama tiga bulan, aku tak pernah di kabari, bagaimana nasibnya sekarang? Tiba saatnya kami menjenguknya. Betapa perih hatiku, ternyata bayi mungilku berada di tempat penitipan anak, berkumpul bersama bayi-bayi malang lainnya.

Pilu, nyeri di hati bercampur jadi satu saat ku lihat peraduannya yang kotor. Semua bayi di kasih makan di box nya tanpa dipan. Ku peluk erat bayiku yang malang. Ya Tuhannnn kenapa aku bisa setega ini. Kenapa aku menyetujui usul untuk menitipkan bayiku. Tidak ada satupun saudaranya yang tidak menyusu padaku. Bagaimana mungkin? Bahkan membayangkan saja tidak pernah.

"Mas, aku ingin membawanya pulang, aku mohon, aku ingin menyusuinya" aku mengemis ke suami agar di ijinkan membawanya turut serta.

Semula dia ragu, namun aku sangat mengiba dan terus.mengiba. Akhirnya dia mengijinkan, ku peluk erat bayiku yang begitu rupawan "maafkan mama sayang, mama tidak aka  meninggalkanmu lagi"

Mataku terbuka, pagi menjelang. Ku lihat Rafa yang tertidur pulas di sampingku. Owh, mimpi yang sangat menyakitkan.

#OneDayOnePost
#EdisiCeritaBersambung

1 comment:

Ciani L said...

Fiuhhh.... Mbak raidaa... Kirainnn benerannn... Gemesss deh.