Oct 6, 2016

Persahabatan Putih Abu-abu


Seorang teman menanyakan nomer WA. Tidak berapa saat kemudian bergabunglah aku bersama teman-teman SMU. Deretan nomer asing dengan profil poto yang masih aku kenali, dan beberapa lagi buram karena tidak sedikit dari mereka memasang gambar bocah ataupun masih berupa angka-angka.

Senyum simpul tersungging saat melihat poto-poto kelulusan yang terpajang. Memang aku tidak terlihat di sana, atau mungkin masih terselip entah di mana. Tapi suasana itu seakan jelas mengalun syahdu di pelupuk mata, memutar dan membawaku ke masa silam. Suasana belasan tahun yang telah lalu, saat kami bersegera melepaskan seragam putih abu-abu. Aroma pilox, panggung, keceriaan dan tawa renyah teman-teman.

Kami masih unyu, sedikit nakal dan bebal. Tinggal di sebuah kota kecil yang masih jarang terjamah dengan peradaban.

Masa-masa puncak remaja dengan segala tingkat energi dan kegalauannya. Masa yang konon katanya sangat indah, detik-detik menuju kehidupan ke tingkat yang lebih dewasa.

Terimakasih kawan. Kalian pernah mewarnai masa-masa itu, sebagai bagian dalam perjalanan hidupku. Mungkin aku bukanlah siapa-siapa, hanya gadis pemalu yang kadang masih susah berkawan. Atau mungkin gadis membosankan yang tak tau aturan. Ataukan sosok yang menyebalkan? Entahlah, makhluk seperti apa aku dulu di mata kalian. Satu yang pasti, kalian sungguh luar biasa dan sangat berarti. Terimakasih atas persahabatan yang pernah terjalin, hingga kini dan nanti.

#OneDayOnePost

Catt: poto di ambil dari screenshoot group

15 comments:

lisa lestari said...

Putih abu abu...senangnya ada di masa itu..

lisa lestari said...

Putih abu abu...senangnya ada di masa itu..

Muhamad Septian Wijaya said...

sayang seragamku bukan putih-abu2

Wiwid Nurwidayati said...

Mass yang paling indah

Ciani L said...

Kenangan masa SMU tak pernah terlupaa...

Ainayya Ayska said...

Terus apa, kak? Pesantren, yah?

Muhamad Septian Wijaya said...

iyya ai

Sasmitha A. Lia said...

Ka raida yg mana di tu poto??😆

Ran Ran said...

akhirnya ketemu juga kotak komentarnya.. ehehe.. fotonya awet juga ya ka Raida

Raida said...

benerr mba.. beruntungnya tinggal di kota yang kecil, jadi tingkat kenakalan remajanya sangat kurang bgt kala itu.

Raida said...

Kapan2 kau tulislah tentang *Cinta bersemi indah di pondok pesantren* keren kan..kann..?

Raida said...

Kalau saya pribadi memang Indah mba.. tp kayanya bukan yg paling2 indah banget hhiihi...

Raida said...

Cieee.. kayanya ada yg curhat neh..

Raida said...

Tak ada, Mitha. Sepertinya saya termasuk golongan tak kasat mata saat itu :D

Raida said...

Kemanakah kemaren kotak2 komentar saya...*hemmm berpikir keras*


Itu poto punyanya temen