Apr 5, 2018

Black Garlic



Black Garlic adalah permentasi bawang putih. Sudah lama terdengar isu tentang dasyatnya manfaat Black Garlic ini, cuman belum ada keinginan untuk mengkonsumsi apalagi membikin yang harus mengorbankan satu biji magicom. Hingga beberapa pekan yang lalu, Kang Mas dikasih temannya sampel Black Garlic beberapa siung. Saat mengkonsumsi rutin selama beberapa hari dia ngerasa badannya tambah vit, entahlah pengaruh black garlic atau sugesti saja apalagi mbah google memawarkan aneka artikel tentang khasiat dan manfaatnya. Jadilah kita mencoba untuk membuat sendiri. Insfirasi resep dari Mbak Sri bojone Mas Rizal.


Black Garlic
Alat dan bahan:
1. Bawang putih yang kulitnya masih  baru dan sangat mulus, tidak terkelupas. Beberapa menganjurkan bawang putih tunggal. Berhubung harganya bisa 4x lipat dari harga biasa, juga karena masih langka di pasaran, bawang putih biasapun sudah okey kok.
Berat bawang putih setara dengan ukuran si magicom.
2. Magicom
3. Beberapa lembar tisue.

Cara buat:
1. Letakkan 2 atau 3 lembar tisue sebagai alas dasar.
2. Susun bawang putih dengan rapi satu tingkatan.
3. Tutup kembali dengan lembaran tisue.
3. Susun lagi, persis seperti kue lapis.
Saya memakai magicom 1kg, jadi bawang putihnya persis satu kilogram. Dan hanya bisa untum dua lapisan. Bagian atas tidak dikasih lembaran tisue.
4. Tutup, dan biarkan dalam keadaan warm 8-10 hari ke depan. Bisa 14 hari atau 40 hari, ini kata yang pernah bikin. Warnanya semakin hitam dan kenyal.

*7 jam kemudian hingga beberapa hari ke depan aroma bawang putih akan mulai menyeruak. Sebaiknya letakkan magicom di tempat yang bersirkulasi udara baik seperti dekat jendela 
*Hari ke-3 aroma bawang putih gosong mulai tercium.
*Hari ke-5 sudah mendingan. Saat dicicipi, teksturnya lembut. Bentuk dan warnanya seperti dodol.
*hari ke-10, aroma sangat tipis. 
Hari selanjutnya sudah bisa dinikmati. Simpan di lemari pendingin dan dapat bertahan hingga lebih 1 bulan.

Rasa Black Garlic menurut saya, kecut, pait, manis dengan tekstur sedikit kenyal dan berwarna hitam pekat.

Azan


Alfie: Mama, kenapa di mesjid selalu azan?

Me: itu panggilan waktunya solat, Sayang. Kalau tidak ada azan lagi berarti tidak ada lagi ajakan solat di mesjid.

Alfie: Tidak ada yang solat di mesjid?

Me: bisa jadi.

Alfie: kalau tidak ada yang solat lagi, mesjidnya tutup?

Me: Sepiii dulu, mungkin abis itu tutup. Saat tidak ada kumandang azan, setan-setan akan bergembira dan berkeliaran kemana-mana. Terutama kampung yang enggak dilantunkan azan. Setan sangat benci suara azan, ia lari dan menutup telinga sekuat-kuatnya. Saat tidak ada azan lagi berarti akan lebih mudah ia menggoda kita.

Alfie: Kalau setan menggoda kita?

Me: Tempat kita akan jauh dari berkah. Segala keburukan dan hal-hal maksiat akan lebih mudah menyebar. Makanya mama ingin Dedek sama Aa solatnya di mesjid, biar mesjidnya tidak tutup. Biar selalu ada azan.

Alfie: Mama kenapa enggak solat di mesjid.

Me: Papa enggak ngelarang, tapi lebih suka kalau di rumah, karena tempat terbaik mama di rumah. Anak laki-laki lebih dianjurkan di mesjid, berjamaah.

Alfie: *merenung ...*

Me : *anak soleh* ammiinn.

Mar 31, 2018

Mahal Itu Relatif, Murah Itu Pilihan

Berhubung saya pecinta kuliner dan masuk kategori manusia pemakan segala kecuali makan teman (insha Allah, doain ya saya tetap aman dan terkendali...) maka salah satu dan banyak group yang sering saya tongkrongin berbau-bau makanan. Dari sana kita akan mendapat informasi jajanan dari yang kekinian sampai ke-konoan.

Jadi beberapa waktu yang lalu, ada seorang anggota share foto nasi liwet komplit dengan harga Rp 30.000. Ia mendapat komentar beragam yang dapat saya simpulkan 18 dari 20 orang yang berpendapat bahwa makanan itu kemahalan. Kemudian banding-bandingin dengan lapak lapak sebelahnya seharga Rp 5.000-Rp 10.000.

Sebagai informasi, nasi liwet khas dari kota Solo komplit terdiri dari Nasi gurih, ayam opor, tahu bacem, telur areh, areh santan kental dan sayur labu jipan ditambah kerupuk karak. Biasanya di sajikan di atas lembaran daun pisang atau yang lebih terkenal dengan sebutan pincuk.

Nasi liwet Solo sering dijadkan santapan makan pagi atau malam hari. Biasa di temui di emperan jalan atau warung-warung lesehan. Harganya variatif. Branding bisa membuat harganya di atas rata-rata juga kualitas rasa tentunya. Yang paling terkenal adalah Nasi Liwet Wongso Lemu daerah Keprabon. Sudah banyak yang bahas di google. Yang pasti nasi liwet wongso lemu banyak dan mereka jejeran aka berdampingan. Siapa yang beneran asli, saya kurang tahu. Semua tenda menyebutkan asli. Sepertinya mereka masih satu garis keturunan, mungkin sodaraan.

Bagi turis local ataupun luar tidak ada salahnya bertanya harga sebelum memesan. Bertanya lebih dahulu jauh lebih mulia ketimbang nyinyir belakangan. Kecuali sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan salah satunya berasa nyesek di kantong. Tidak usah malu, lha wong kita mau beli bukan minta apalagi ngerampok.

Range harga standarisasi nasional untuk wilayah Solo dalam tahap aman memang sekitar Rp 10.000-Rp 20.000. Di bawah dari pada itu ia masuk kategori murah, dan di atas dari itu siap-siap saja di nyinyirin netizen.

Balik lagi ke foto yang di share oleh salah satu costumer tentang nasi liwet itu, ia cuman bilang, "Enak, bumbunya meresap sampai ke dalam." Lha dalah banyak banget yang menghujat yang lebih di arahkan ke warung bersangkutan plus kok mau-maunya beli di sana. Astaga, lha wong yang beli aja adem ayam kok situ yang protes. Kan tinggal pilih, suka lanjutkan nggak suka ya cari yang lain. Segampang itu sebenarnya sodara-sodara. Pedagang berhak menentukan harga dan sebagai costumer berhak untuk bertanya terlebih dahulu kemudian sepakat untuk beli ataupun pergi.

Jangan zalimi pedagang sesama penduduk indonesia. Lha wong harga pizza Rp 100.000 tidak ada yang protes kan? Beli kopi Rp 50.000 segelas juga kalian anteng-anteng saja. Hayolah ... kita hidup di era jaman digital, tinggal searcing di google udah banyak rekomendasi tempat-tempat yang patut dikunjungi dan patut dijadikan museum purbakala. Walau tentu segala rekomendasi kadang ada keberpihakan dan kepentigan yang berlaku tentunya.

Mau aman dan nyaman liburan khususnya ke kota Solo, carilah teman yang sudah bertahun-tahun tinggal di kota ini. Misalnya saya. Masih, syarat dan ketentuan berlaku tentunya :p